Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Episode 24


__ADS_3

Kalvaro yang pada saat itu masih berada di Dubai memaksakan untuk pulang, Iya tahu tugasnya masih cukup banyak tapi mengingat betapa banyak pria-pria yang dengan terus terang mendekati kekasih hatinya ia merasa tidak rela.


" Kenapa semuanya belum beres sudah hampir satu bulan aku berada di sini." Maki Kalvaro kesal.


"Menyebalkan." Batin Kalvaro.


Jika saat ini Kalvaro sedang memakai tumpukan dokumen yang bersamanya, maka berbeda dengan di Indonesia.


semua orang yang berada di Grand Opening butik nya Keren tampak banyak yang berbisik - bisik, jika tadi banyak pria tampan yang memilih untuk berterus terang mendekati Keren maka sekarang tampak mereka mundur secara teratur.


"Cih, beraninya merindukan adikku." Maki Felix yang tengah menatap handphone pintarnya.


"Hahaha sepertinya sekarang tuan muda keluarga Adhitama semakin gencar mendekati adikku, apa sebentar lagi aku akan mendapatkan adik ipar." Sambil terkekeh Daniel menjawab makian Felix.


Felix tampak tidak memperdulikan jawaban menyelena dari adiknya Daniel yang mana sebenarnya terkesan meledek atau menyeburkan api di atas bensin, Felix lebih memilh untuk menghampiri adik perempuannya.


Untuk yang lain tampak sedang berbaur dengan para tamu atau bisa dikatakan rekan bisnis keluarga mereka.


"Keren, apa kamu sudah membuka handphone ?" Tanya Felix sambil berbisik.


"Belum, kenapa memangnya kak ?" Tanya Keren.


"Kau tahu, ada banjingan yang memposting gambarmu." Keluh Felix tampak dari suaranya saja ia sudah kesal.


"Hah." Beo Keren tampak tidak paham.

__ADS_1


"Huft, coba kau lihat ini." Ucap Felix sambil menunjukan handphonenya.



"What, apa ia sudah tidak waras ?" Tanya Keren dengan pipi merona.


"Kau menyukainya ?" Tanya Felix tercengang, ia bisa melihat dengan jelas rona merah di pipi adiknya.


"Bukan begitu." Jawab Keren berkilah.


"Sepertinya selesai acara ini kau harus menemuiku di rumah, jangan sampai berani menghindar." Ketus Felix dengan tatapan galak membuat Keren mau tidak mau menganggukan kepalanya.


Perbincangan antara keduanya tentu saja diperhatikan dan bahkan di dengar oleh orang yang berdiri tidak jauh dari mereka, sebagian orang sudah bisa menebak apa yang membuat Felix tiba - tiba menghampiri Keren.


Keren tampak merona karena malu, ia jelas sudah menyukai Kalvaro sejak mereka berkunjung ke panti sosial waktu itu, tapi ia tidak terlalu menunjukan.


"Astaga kenapa dia senang sekali membuatku deg degan, apa aku benar - benar sudah jatuh hati padanya." Batin Keren bertanya - tanya.


Tampak tuan Adhitama & nyonya Adhitama yang ikut berpartisipasi dengan acara ini, mereka membawa seorang putri cantik yang tidak lain adalah Bella Adhitama Kusuma adik dari Kalvaro Adhitama Kusuma.


"Hallo sayang, selamat untuk usahanya semoga cepat berkembang pesat." Ucap nyonya Adhitama sambil cipika cipiki.


"Hallo tante, terima kasih sudah menyempatkan untuk hadir." Jawab Keren tampak malu - malu.


"Selamat yah Keren, kalau butuh investor kau bisa menghubungi om." Ucap tuan Adhitama bercanda.

__ADS_1


"Om bisa saja, terima kasih sudah berkesempatan hadir." Ucap Keren sambil tersenyum.


"Untuk calon menantu apa sih yang tidak, ia kan momm." Goda tuan Adhitama.


"Hahaha." Nyonya Adhitama hanya membalas sekedar itu saja karena melihat rona merah di pipi Keren yang mana sudah ia klaim sebagai menantu.


"Keren, ini Bella kau masih ingat bukan ?" Ucap nyonya Adhitama mengahlikan perhatian Keren pada putri cantik mereka.


"Hallo sayang, kamu apa kabar ?" Tanya Keren sambil menunduk menyama ratakan tingginya dengan balita usia 3 tahun tersebut.


"Tata atu abal baik." Jawabnya terpotong - potong.


"Endong." Ucap balita tersebut sambil mengulurkan tangannya.


"Tidak sayang, kakak Keren pasti lelah jadi kapan - kapan saja yah sekarang di gendong daddy aja." Ucap tuan Adhitama dengan langsung menggendong putrinya.


Bella tampak berkaca - kaca mungkin balita cantik itu mengira jika Keren tak ingin bersamanya, tidak tega akhirnya Keren meminta untuk menggendong Bella.


"Cantik jangan cemberut dong, kemari biar kakak gendong." Ucap Keren merentangkan tangan menghibur balita cantik yang hampir menangis.


Begitu mendarat di pelukan Keren tampaknya Balita tersebut langsung tersenyum, ia tampak senang dan langsung melingkarkan tangannya pada leher jejang Keren.


Moment ini tidak disia - siakan para wartawan dan paparazi lainnya, ini sebagai dukungan kuat jika tuan muda Adhitama memiliki hubungan asmara dengan nona muda Nugraha.


Acara selesai.

__ADS_1


__ADS_2