
Waktu makan malam tiba, tampak semua sudah duduk sesuai dengan tempat mereka masing - masing, terkecuali Daniel dan Naomi yang sedang honeymoon.
"Doa selesai." Ucap Derrel mengakhiri sesi doa.
"Selamat makan." Jawab mereka secara bersamaan.
Makan malam dengan tenang itulah yang ditetapkan kepala keluarga Nugraha turun temurun, kali ini baby Alexa, Aurora, Adel dan baby Youlbert tidak ikut makan malam bersama, mereka ditemani para suster dan pengawal di ruang khusus bermain.
Makan malam penuh ketenangan hampir selesai, semua orang tinggal menyantap makanan penutup yang memang sudah disediakan.
"Ehm, saya ingin menyampaikan sesuatu setelah jamuan makan malam selesai." Ucap Derrel yang tengah menyantap makanan penutupnya.
Mereka tidak menjawab tapi menganggukan kepala sebagai tanda jawaban, Derrel tidak mempermasalahkan itu tapi ia menatap dalam pada Alicia.
Alicia yang ditatap intens seperti itu tentu saja memerah karena malu, tuan muda Derrel selalu berhasil memporakporanda hatinya.
"Dia tampan, gaga dan apa yang sedang aku pikirkan sekarang, bisa - bisanya aku memuji tuan muda mesum itu." Pekik Alicia dalam hatinya.
__ADS_1
"Kenapa pipinya selalu memerah, apa iya malu ?" Batin Derrel yang merasa gemas terhadap Alicia.
Semua sudah selesai dan mulai menatao Derrel, seolah mengatakan jika cepatlah waktu kami tidak banyak dan ingin segera istirahat.
"Ehmn, tn, William dan ny, Medeline, ijinkan saya melamar putri kalian satu - satunya." Ucap Derrel tanpa keraguan, mendapat respon anggukan dari keduanya. Derrel kembali melanjutkan ucapannya.
Ia berdiri dan berjalan ke Alicia, menarik lengan Alicia dengan lembut penuh kasih sayang, tidak lupa mata tajam yang mengunci mata indah milik Alicia.
Alicia seolah tersihir oleh mata tajam milik Derrel, ia menurut tanpa menunjukan penolakan.
"Alicia, aku bukanlah pria romantis seperti kebanyakan, maukah kau menjadi istriku dan ibu dari anak - anak kita dimasa depan, bersediakah engkau membangun keluarga kecil bersamaku." Ucap Derrel begitu lancar.
Mata Alicia berahli pada yang lain, mereka tampak menyunggingkan senyuman sebagai bentuk dukungan dan dorongan untuk Alicia & Derrel.
Alicia memejamkan mata dan berpikir dalam keadaan tenang, setelahnya ia kembali membuka mata dan membalas tatapan milik Derrel.
"Ya, aku bersedia." Tiga kata yang keluar dari mulut Alicia membuat Derrel begitu bahagia.
__ADS_1
"Terima kasih." Ucap Derrel yang segera memeluk Alicia.
"Cup." Derrel dengan berani mengecup bibir manis Alicia, membuat tn. William melotot tak percaya.
"Ku harap kalian bisa saling mengontrol sebelum hari pernikahan tiba." Sarkas tn. William dengan tatapan tajamnya.
"Kau lupa yah, disini masih ada daddyku." Bisik Alicia dengan genitnya.
"HAHA iya aku melupakannya." Jawab Derrel yang sama berbisik.
"Kalian apa yang kalian bicarakan." Tuding tn. William kesal.
"Ish, kau ini seperti tidak pernah muda saja." Celetuk ny. Medeline pada suaminya, ia menganggap suaminya merusak moment romantis milik putrinya.
"Semua bisa istirahat sekarang, besok kita akan kembali membicarakan kelanjutan hubungan Derrel & Alicia." Ucap tn. Kenzo yang langsung di angguki oleh tn. William.
Satu persatu meninggalkan meja makan dan kembali ke kamar mereka, kecuali Aeron, Sarah dan Keren, Kalvaro yang harus mengambil anak mereka diruang bermain terlebih dahulu.
__ADS_1
Jangan lupa untuk memberi dukungan kalian yah, salam sehat, Like, Komen, Hadiah dan Vote. Terima kasih.
#BantuVoteAuthorClaudiaAngelica