
3 Hari berlalu.
Paris, terlihat seorang gadis cantik sedang menyusuri taman rumah sakit yang ada di pusat kota, wajah gadis cantik tersebut tampak pucat tetapi tidak menutup kecantikan yang sesunggunya.
"Kenapa nasibku begitu malang, di tinggal tunangan dan berakhir di rumah sakit ini." Batin gadis cantik tersebut.
Selena Gomez, ia adalah gadis manis berusia 21 tahun, menjadi salah satu mahasiswi di fakultas ternama paris, ia memilih mengambil jurusan menjadi sekertaris.
Dalam kepintarannya ia mampu di terima di salah satu perusahaan ternama Paris, ia yang sudah bertunangan hanya memiliki waktu sebentar untuk menghabiskan waktu dengan mantan tunangannya.
Justin adalah mantan tunangannya yang dengan tega mencampakan dirinya, memilih gadis lain dengan alasan dapat menemani kapanpun ia mau, berbeda dengan Selena yang sibuk menata karier masa depan.
3 tahun berakhir sudah dengan orang ketiga, Selena gadis cantik, pintar bekerja akhirnya berakhir masuk rumah sakit setelah pingsan di guyur air hujan.
"Semoga Tuhan mengirim jodoh yang lebih baik lagi untukku." Ujar Selena bersunggu - sunggu.
__ADS_1
"Amin." Lanjut Selena lagi.
.
Hari ini Sarah segera dilarikan ke rumah sakit pusat kota Paris, Sarah mengalami ketuban yang pecah sehingga membuat semua orang panik.
"Tenanglah Aeron, istrimu pasti akan baik - baik saja, banyak - banyak berdoa yah." Ujar Derrel menenangkan sang adik, shit dia tidak pernah melihat adiknya sekacau ini sejak pristiwa belasan tahun lalu pikirnya.
"Bayi itu akan lahir, aku akan menjadi seorang ayah tapi kenapa dia kesakitan hikss, dokter rumah sakit awas saja aku akan menghajarnya dia tidak mengijinkan aku untuk ikut masuk hiks." Raung Aeron dengan kacaunya.
Sarah memiliki sedikit permasalahan dengan pernapasan sehingga pihak rumah sakit memberi saran untuk persalinan oprasi, keluarga pun menyerahkan sepenuhnya kepada pihak rumah sakit untuk melaksanakan yang terbaik.
Semua orang tengah berdoa untuk keselamatan ibu dan calon anggota baru keluarga mereka, untuk baby tripel mereka tidak ikut dan hanya menunggu di apartement Sarah dan Aeron.
Oek oek oek terdengar suara tangisan bayi, akhirnya semua tersenyum lega meski masih ada gurat kekhawatiran di wajah mereka.
__ADS_1
"Terpujilah nama Tuhan, akhirnya aku memiliki seorang anak dan menjadi ayah." Ucap Aeron penuh dengan syukur.
"Yess, aku mendapat satu keponakanku totalnya sudah 4 sekarang, kira - kira yang baru ini tampan atau cantik yah ?" Tanya Daniel tampak begitu antusias.
"Apapun itu kau harus menerimanya, jangan banyak bicara." Ujar Derrel ketus, Derrel menganggap jika Daniel selalu berisik saat di depan pintu persalinan sama seperti waktu kemaren.
"Cih." Hanya di balas dengan decihan.
"Kalian ini semakin dewasa bukannya semakin baik ini astaga, kalian kapan kasih mommy cucu." Ujar mommy Keyren melerai.
Derrel, Daniel dan Felix tidak ada yang membuka suara lagi, mereka tidak ingin jika harus didesak memberikan mommy mereka cucu.
Lagi pula saat ini mommy mereka baru memiliki tiga cucu baru di tambah satu baru keluar dari dalam perut, jadi kenapa harus meminta lagi kepada mereka toh mereka juga masih lajang dan ingin terus berkarier dulu.
"Giliran di tanyain mala diem aja, liat dong adik kalian udah kasih mommy cucu tiga lagi sekarang tambah satu dari Aeron." Ketus momy Keyren lagi..
__ADS_1
Tuan Kenzo tidak berani membela anak - anaknya, istrinya sedang tidak beres pikirnya.
Jangan lupa dukungan kalian yah bung, terima kasih.