
Flashback On.
Waktu menjelang malam terlihat sepasang suami istri yang sedang duduk menikmati sebuah escream, mereka duduk di meja yang mana disediakan untuk empat orang dan benar saja tidak lama setelahnya datang sepasang suami istri.
"Selamat sore tuan dan nyonya Nugraha, maaf jika sudah menunggu terlalu lama." Sapa sepasang suami istri yang baru saja bergabung.
"Selamat sore tuan & nyonya Adhitama, tidak masalah lagi pula kami baru saja duduk dan bahkan baru memesan sebuah escream sebagai pencuci mulut, silakan duduk." Jawab tuan Nugraha sambil tersenyum kecil.
"Baiklah kalau begitu, bagaimana jika kita memesan makanan terlebih dahulu ?" Tanya tuan Adhitama memberi pilihan.
"Boleh saja, kami setuju." Jawab tuan Nugraha.
Setelah itu kedua pasangan tampak sibuk memesan beberapa makanan mulai dari makanan pembuka, makanan berat sampai makanan penutup.
__ADS_1
"Ehm, lama tidak bertemu apa yang membuat dirimu datang menemuiku ?" Tanya tuan Kenzo to the point.
"Hahahaha tentu saja pertemuan kita kali ini diluar hubungan kerja sama antara dua perusahaaan raksasa." Jawab tuan Adhitama penuh tanda tanya.
"Langsung saja." Tekan tuan Kenzo dengan ekspresi serius.
"Baiklah, sebenarnya aku ingin mempererat tali persahabatan kita, bagaimana jika kita menjodohkan anak - anak kita, aku dan istriku begitu tertarik dengan putrimu satu - satunya." Jawab tuan Adhitama tampak serius sekaligus antusias.
"Hahaha, bukannya aku menolak tapi sepertinya kau tahu sendiri bagaimana tuan putri itu dijaga dan dilindungi di istana kami oleh keempat harimau, jika kau mau bicara saja dengan keempat putraku karena keputusanku tidak akan berpengaruh besar." Jawab tuan Nugraha mengingat betapa menakutkan pawang - pawang putrinya.
"Yah, kau kan kepala keluarga bagaimana bisa keputusanmu tidak akan berpengaruh besar, kau jangan main - main." Kesal tuan Adhitama.
"Baiklah katakan dengan jelas apa kelebihan putra mu sehingga kau dengan berani ingin melamar putriku untuk putramu itu, aku memiliki kriteria menantu yang cukup tinggi." Jawab tuan Nugraha dengan angkuh meski dengan sahabat tapi tetap saja untuk memilih calon suami putrinya maka ia harus bersikap layaknya harimau.
__ADS_1
"Perusahaan raksasa yang aku kembangkan tentu saja pewaris tunggalnya adalah putraku, ada beberapa aset yang dimiliki putraku, ia juga seorang pemuda yang berkerja keras menghasilkan pundi - pundi rupiah tidak lupa dengan wajah tampannya dan lagi ia aku didik menjadi peria kuat dan setia jadi ku rasa itu sudah lebih dari cukup." Jawab tuan Adhitama sombong.
"Cih, kau memamerkan kekayaan seolah - olah putriku berasal dari kalangan kurang mampu." Maki tuan Nugraha merasa kesal.
"Baiklah terserah kau saja, lagi pula selama ini aku memperhatikan jika putraku terlihat menyukai putrimu, bahkan ia yang biasa jarang dekat dengan wanita sekarang sering terekspose bersama putrimu." Jelas tuan Adhitama.
"Yah, putriku benar - benar cantik seperti ibunya waktu muda, aku yakin putramu jatuh hati dengan putriku saat pandangan pertama." Sombong tuan Nugraha lagi.
"Cihh, putraku juga memiliki ketampanan luar biasa jadi bukankah mereka cocok." Tekan tuan Adhitama.
"Huft, aku akan coba untuk bertanya pada putriku, dan putramu tentu saja harus berjuang sendirian." Jawab tuan Adhitama tampak menyetujui.
"Baiklah kalau begitu kita sepakat." Jawab tuan Adhitama.
__ADS_1