Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Episode 30


__ADS_3

Acara pertunangan tuan muda Adhitama dengan nona muda Nugraha mengundang banyak perhatian, tidak hanya satu atau dua orang yang menanti mendapatkan undangan dari kedua keluarga besar.



Kerennw_ "thankyou babe @k.adhitama_" tulis Keren pada postingannya.


postingan Keren kali ini membuat banyaknya netizen berkomentar mulai dari yang baik, memuji bahkan ada yang memberikan hate komen dengan berbagai macam fake akun.


Hari ini Keren dan Kalvaro pergi berbelanja, Kalvaro yang kebetulan pada saat itu sedang memiliki waktu free maka ia tidak menyia - nyiakan, ia mengajak gadis manis tersebut berkeliling dan memaksa membeli beberapa barang branded.


Dimobil.


"Babe, bagaimana kalau kita kepantai sekarang ?" Tanya Kalvaro sambil menatap sekilas kepada Keren, karena untuk saat ini ia sedang menyetir mobil.


"Idenya tidak buruk, kita bisa menikmati sunset nanti." Jawab Keren sambil tersenyum kecil.


"Baiklah, tapi sebelumnya kamu sebaiknya memesan tempat terlebih dahulu agar kita bisa mendapat spot terbaik nantinya." Ucap Kalvaro memberi ide, ia tahu kekasih hatinya tidak akan merasa keberatan jika diminta untuk memesan sendiri terlebih dahulu.


"Aku akan memesannya." Jawab Keren.


"Tapi kita akan ke pantai mana ?" Tanya Keren kepada tunangannya.


"Kita akan ke pantai X." Jawab Kalvaro.


"Baiklah." Jawab Keren.


Setelahnya Keren tampak fokus mencari restaurant di pantai X yang memiliki spot terbaik untuk melihat sunset, dan untuk Kalvaro ia tampak melajukan mobil dengan kecepatan normal dan tidak berlebihan, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 150 menitan, dan mereka akan tiba pada puku 15.40 dalam perkiraan.


Selama sisa - sisa perjalanan Keren tampak tertidur mungkin saja ia kelelahan dan tenaganya terkuras ia seharian di butik dan setelah mendapat waktu lenggang ia berkeliling pusat perbelanjaan untuk membeli barang - barang yang ada dibagai.


Kalvaro tersenyum kecil sekarang ia sudah bisa lebih leluas dengan kekasih hatinya, kakak - kakak dari kekasih hatinya perlahan - lahan mulai luluh apa lagi mereka sudah bertunangan jalan 3 bulan secara sah, dan 6 minggu lagi mereka akan segera melangsungkan pernikahan.

__ADS_1


Tiba - tiba ada sebuah mobil yang menyalip kendara mereka, mobil yang menyalip kendaraan mereka terlihat ugal - ugalan, bahkan Kalvaro sampai mengumpat.


"Shit, apa mereka tidak bisah mengemudi dengan benar." Caci Kalvaro kaget, ia melirik sekilas tampak kekasihnya tidak terganggu dalam tidur sehingga ia bisa bernafas dengan lega.


"Syukurlah kesayanganku tidak terganggu." Ucap Kalvaro lega.


Kalvaro melirik kaca mobilnya, dibelakang tampak ada mobil John kepala pengawal ia tersenyum lega dengan adanya beberapa pengawal ia merasa sedikit lebih baik, sebenarnya tampa pengawal ia bisa saja menjaga diri sendiri dan menjaga kekasihnya tanpa tergores sedikitpun.


"Keren, Keren sebentar lagi kita akan sampai jadi ayo bangun." Ucap Kalvaro pelan sambil menggoyang - goyangka lengan milik Keren.


"Emm." Hanya terdengar lenguhan.


"Sayang coba lihat, indah bukan pemandangan di depan." Sekali lagi Kalvaro berusaha membuat sang tunangan untuk sadar.


"Sudah sampai ?" Tanya Keren sambil menguap kecil.


"Sebentar lagi, coba lihatlah didepan banyak sekali pemandangan indah yang tidak boleh kamu lewatkan." Jawab Kalvaro sambil tersenyum kecil merasa gemas dengan tingkah Keren.


"Wahh indah sekali." Kagum Keren akan kekayaan alam yang begitu memanjakan mata.



10 menit sebelum mereka sampai tampak adanya kerumunan berbagai macam mobil sport sepertinya mereka satu komunitas di jalan.


Titt, Kalvaro terpaksa berhenti ketika ada orang yang dengan sengaja menyebrang padahal orang tersebut sudah melihat dengan jelas keberadaan mobilnya.


"Shit, apa orang itu tidak dapat melihat." Umpat Kalvaro kesal.


"Shutt, tenanglah sayang mungkin ia terburu - buru." Ucap Keren menenangkan tunangannya, meskipun ia sama kesalnya dengan Kalvaro.


"Tunggu sebentar, aku ingin melihat orangnnya." Ucap Kalvaro sambil beranjak keluar dari dalam mobil, ia memberi kode kepada mobil John untuk berhati - hati dan tetap melindungin nona muda yang ada di dalam mobil.

__ADS_1


"Kunci pintunya." Jelas Kalvaro kepada Keren.


"Baiklah." Jawab Keren yang sudah tidak bisa menahan Kalvaro.


Keadaan saat ini diluar.


"Apa kau tidak bisa melihat ?" Sindir Kalvaro secara pedas, sedangkan untuk yang disindir hanya menyeringai kecil.


"Hai tampan, kenalkan aku Caca." Ucap gadis tersebut sambil mengulurkan tangan.


"Saya tidak datang untuk berkenalan dengan orang yang tidak dapat melihat seperti anda, jika anda ingin mencari mati maka aku akan membantunya." Jelas Kalvaro sambil meninggalkan gadis tersebut bersama dengan orang - orang yang berkumpul.


"Sombong sekali." Maki gadis tersebut, tidak ingin kehilangan pria tampan ia bergegas menahan seorang lelaki yang tidak diketahui namanya.


"Ehm tampan, kenapa kamu terburu - buru." Ucap gadis tersebut sambil mengedipkan mata centilnya.


"Nona, singkirkan tangan anda dari tunangan saya." Ujar seorang gadis cantik yang tampak ikut turun, melihat tunangannya sampai turun dari dalam mobil Kalvaro tersenyum kecil merasa senang karena tampaknya Keren menunjukan kecemburuan tanpa sengaja.


"Ahh tampan apa benar kamu sudah bertunangan, tapi tidak masalah bukan putuskan gadis kecil itu dan jadilah kekasihku." Ujar Caca dengan centilnya bahkan ia sengaja mendesah untuk menarik perhatian Kalvaro yang tidak menatapnya sejak tadi.


"Hahaha anda terlalu lancang nona, sebaiknya anda menggunakan mulut dengan lebih bijak sana jika tidak aku akan merobek mulutmu sekarang." Dengan dingin Keren menanggapi cabe cabean tersebut.


"Omong kosong, lihatlah tampan gadis lusuh itu mengaku sebagai tunanganmu apa ini tidak .." Ia tiba - tiba saja diterjang oleh seorang gadis yang tidak lain adalah Keren.


Plak plak Keren menampar gadis cabe tersebut sebanyak dua kali, lalu ia tersenyum jahat bahkan matanya yang biasa hangat berubah menjadi dingin sisih lain yang tidak diketahui banyak orang kecuali kakak keduanya Felix.


"Aku sudah memperingatimu sebelumnya tapi sepertinya telingan anda bermasalah." Ujar Keren sebelum menambah tamparan sebanyak tiga kali plak plak plak.


"Sayang berhenti." Ucap Kalvaro merasa sudah cukup.


"Ayo kita kembali percuma berurusan dengan sundal bolong seperti itu." Ujar Kalvaro sambil menatap sinis gadis cabe - cabean yang bernama Caca.

__ADS_1


"Hahaha lihatlah suatu hari saya pasti akan membalas ini." Ujar Caca sambil berusaha berdiri, sementara Keren dan Kalvaro sudah meninggalkan tempat kejadian.


John yang mengamati semua kejadian hanya diam, entah apa yang ada dalam pikirannya, ia terlihat bersedih tapi terlihat menahan sesuatu, ada apa sebanarnya.


__ADS_2