Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Jamuan pagi


__ADS_3

Keesokan harinya masih gedung hotel yang sama, tampak keluarga besar Nugraha Wijaya sedang berkumpul bersama untuk sarapan.


"Keren, dimana Alexa sekarang ?" Tanya tuan Kenzo kepada putrinya, pasalnya ia belum bertemu dengan cucu pertamanya.


"Dia sedang bermain bersama Derrel." Jawab Keren lembut.


"Daddy belum bertemu dengannya sejak kemarin, para uncle tidak melepaskan mereka, jadi kapan daddy bisa bermain dengan cucu - cucu daddy ?" Kesal daddy Kenzo kepada putrinya.


"Sebentar lagi juga mereka akan segera datang, jadi sekarang sebaiknya daddy makan dulu dan bisa bermain bersama mereka selesai sarapan." Hibur Keren kepada daddynya.


"Baiklah." Jawab tuan Kenzo, dan pergi meninggalkan putrinya.


"Sayang, hei kenapa tidak menungguku ?" Terdengar suara lembut menyapa pendengaran nyonya Keren.


"Aku harus turun lebih cepat hari ini." Jawab Keren tidak lupa ia memberikan senyum manisnya kepada sang suami.


"Baiklah, aku akan memaafkanmu." Timpal Kalvaro, Kalvaro sejak menikah menjadi suami takut istri.

__ADS_1


"Dimana Alexa, Aurora dan Adel ?" Tanya Kalvaro begitu menyadari tiga putrinya tidak bersama sang istri.


"Mereka bersama paman mereka, dan juga masih ada Selena yang mengawasi mereka semua." Dengan lembut Keren menjelaskan dimana putri mereka berada.


"Baiklah, ayo kita sarapan dulu." Ujar Kalvaro sambil merangkul mesra pinggang milik Keren.


Sementara saat ini dikamar pengantin tampak Selena dan juga Felix yang baru membuka mata, mereka tampak kelelehan dengan acara sampai kegiatan panas mereka pada malam hari.


"Kau sudah bangun ?" Tanya Felix sambil tersenyum kecil.


"Hmmm." Jawab Selena hanya dheman saja dan langsung memalingkan wajahnya, rasanya ia terlalu malu mengingat kejadian semalam.


"Diamlah, aku masih ingin tidur." Kesal Selena.


Baiklah mari kita tinggalkan sepasang anak manusia yang masih tertutup selimut, sekarang kita akan melihat keadaan ketiga putri cantik Keren dan Kalvaro dan tidak lupa putra pertama Aeron dan Sarah.


"Daniel, perhatikan Aurora jangan sampai ia tertidur." Ucap Derrel melihat keponakan cantiknya yang mulai menguap.

__ADS_1


"Astaga, lihatlah dia bahkan tampak sudah menguap padahal baru bangun tidur." Heboh Sarah.


"Aurora sayang, ayo bermain dengan kakak dan juga adik - adikmu, kau jangan sering - sering tidur itu tidak akan baik." Dengan lembut Aeron mencoba memberi pengertian kepada baby berusia 4 bulan tersebut yah meski dia tahu jika keponakan cantiknya tidak akan mengerti.


"Kenapa kau berbicara seperti itu pada seorang bayi kecil, ia tidak akan paham apa yang kau katakan." Sebal Sarah, kenapa suaminya mendadak bodoh pikirnya.


"Hei, kita perlu berbicara dari hati ke hati dengan bayi, perlahan aku juga tahu dia bisa mengerti apa yang sudah aku katakan." Tidak terima ditegur sang istri akhirnya Aeron memberikan bantahan kecil.


"Sudah - sudah, kenapa kalian berdua jadi bertengkar seperti itu, sebaiknya sekarang kita menyusul yang lain kebawah sepertinya sarapan pagi akan segera dimulai." Lerai Derrel sebagai kakak tertuanya.


"Baiklah, ayo." Jawab yang lain dengan patuh.


Aeron tampak menggendong baby Youlbert, sedangkan Derrel tampak mengendong baby Alexa, Baby Aurora tampak berada di gendongan pamannya Daniel dan baby Adelaide berada dalam gendongan bibinya Sarah.


Begitu sampai ditempat makan maka benar saja jika jamuan makan pagi sudah hampir dimulai.


"Sebaiknya kita mulai saja sekarang, pasti pasutri baru masih terlelap dalam kamar, biarkan pelayan saja yang mengantarkan mereka sarapan." Jelas nyonya Keyren.

__ADS_1


Akhirnya mereka memulai sarapan bersama tanpa menunggu pasutri baru bergabung, dan jamuan makan pagi berjalan dengan baik keluarga besar Nugraha Wijaya tampak berkumpul bersama dengan beberapa besan seperti keluarga Kalvaro dan Sarah yang memang ikut bergabung.


__ADS_2