Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Tentang psNW


__ADS_3

"Adik - adik, gimana sekolahnya? " Tanya Keren pura - pura kepo agar anak - anak antusias.


"Seru." Jawab mereka dengan kompak.


"Kakak, kakak tadi datang dengan siapa biasanya sama paman John dan paman yang lain." Tanya seorang anak laki - laki yang diperkirakan berusia 12 tahun.


"Ehmm, astaga kakak saking asyik ngobrol sama kalian semua sampai lupa buat kenalin temen Kakak." Jawab Keren sambil menepuk pelan jidatnya sendiri, itu tentu saja membuat anak - anak terkekeh merasa lucu dengan tingkah Keren.


"Ehmm, Kalvaro." Panggil Keren mengkode agar orang yang baru ia kenal beberapa hari lalu untuk naik ke atas panggung.


Kalvaro yang sejak tadi tampak sibuk berbincang-bincang dengan John mengerit bingung melihat ia dipanggil oleh Keren.


"Kau harus belajar untuk lebih peka lagi, nona sedang memanggil seharusnya anda paham bukan harus melakukan apa bukan duduk dan diam seperti itu." Cembur John melihat Kalvaro yang menurutnya lamban.


Tanpa menjawab semburan dari John, Kalvaro langsung saja naik ke atas panggung kecil dimana Keren duduk.


"Ehmm, adik - adik kenalkan ini teman kakak, namanya Kalvaro kalian bisa memanggil dengan sebutan kak Varo." Jelas Keren memperkenalkan siapa sosok yang turut ikut bersamanya.


"Hallo kak Varo, selamat datang di rumah sederhana kami semoga seneng dan mau main kesini lagi." Sambut mereka dengan kompak kepada anggota yang baru pertama kali datang berkunjung.


Sederhana itu yang diajarkan Keren kepada anak - anak panti, ia selalu menerapkan jika hidup sederhana lebih enak dibandingkan berkelebihan tapi tidak memiliki hati yang baik.


"Hallo adik - adik yang cantik dan ganteng - ganteng, salam kenal yah, pasti kakak akan sering - sering berkunjung kemari." Jawab Kalvaro sambil tersenyum kecil.


Keren tersenyum kecil mendengar jawaban Kalvaro yang terdengar hangat.


"Adik - adik, bagaimana jika sekarang kalian ganti baju dulu." Tawar Keren sambil tersenyum.


"Baik kakak." Jawab mereka kompak.


"Gunakan seragam terbaik kalian yah, jam 1 kakak tunggu di taman." Ucap Keren lagi sebelum anak-anak beranjak dari tempat duduk mereka.


Setelahnya mereka beramai-ramai keluar dari aula menuju ke kamar mereka masing - masing, satu kamar di isi dengan 10 tempat tidur, 10 meja belajar dan 10 lemari pakaian.


Sedikit berbagi informasi :


Fasilitas panti sosial NW, total kamar di panti asuhan ada sekitar 225 di dalamnya ada masing - masing 10 tempat tidur, meja belajar dan lemari pakaian. 100 kamar mandi, 80 toilet, 2 gedung perpustakaan besar masing - masing 3 lantai, mini school untuk paud sekitar 10 kelas, wifi untuk kepentingan lainnya, dan juga ada satu gudang kusus menyimpan makanan, untuk yang terakhir ada tempat memasak khusus untuk anak panti sosial NW.


Pekerja di panti sosial NW ada 80 pengasuh bayi profesional yang rata - rata menguasi 3 bahasa yaitu bahasa Indonesia, Inggris, Chinese serta terlatih ilmu bela diri, serta stenga di antaranya terlatih menggunakan senapan.

__ADS_1


Ada lebih dari 50 cheff yang setiap hari memperhatikan makanan serta membuat makanan enak untuk anak - anak panti.


Ada lebih dari 100 penjaga tetap yang bertugas menjaga setiap lantai gedung dan juga keamanan lainnya.


Ada lebih dari 50 orang yang bertugas membersihkan serta merawat panti sosial NW, setiap orang yang berkerja dalam panti sosial NW rata - rata di antaranya bisa menggunakan paling sedikit 2 bahasa yaitu Indonesia dan juga bahasa Inggris.


Info sekilas selesai.


"John, bagaimana dengan persiapan pesta taman ?" Tanya Keren teringat dengan persiapan pesta kecilnya.


"Semua sudah hampir beres nona." Jawab John.


"Baguslah, sudah sangat lama kita tidak menggunakan party di panti sosial ini, semoga pesta kecil ini mereka bisa menikmatinya." Batin Keren penuh harap.


"Ehm, apa kau ingin ikut untuk berkeliling ?" Tanya Keren kepada Kalvaro.


"Yah." Jawab Kalvaro singkat.


"Bagunan ini sangat - sangatlah luas, disebela sana juga ada gedung, gedung apa itu ?" Tanya Kalvaro sambil menatap sekilas dan seketika pandangannya terfokus pada dua gedung perpustakaan.


"Itu perpustakaan, untuk mereka membaca buku dan belajar tambahan." Jelas Keren.


"Besar atau kecil asalkan anak - anak disini bahagia." Jawab Keren yang mendengar sautan Kalvaro.


"Iya, disebela sini lapangan basket ada dua, dan satu lapangan futsal, di sampingnya lagi ada 2 lapangan Voli dan 3 lapangan bulu tangkis." Jelas Keren kepada Kalvaro.


"John, tolong untuk dicatat lapangan basket sudah harus di cat lagi." Ucap Keren tertuju pada John.


"Baik nona." Jawab John.


"Gedung memanjang ini khusus untuk anak - anak paud berkumpul untuk belajar dan bermain." Jelas Keren dan Kalvaro hanya mengangguk - angguk saja.


"Lewat sini, gedung di depan kita adalah bangunan khusus mereka tinggal, dan ketika kita masuk maka akan bertemu dengan resepsionis terlebih dahulu." Jelas Keren.


Bangunan tempat tinggal penghuni kamar memanglah terkesan mewah, dan juga begitu nyaman.


"Kau ingin kembali ke taman atau mau ikut menuju ke bangunan disebelahnya ? " Tampak Keren memberikan pilihan kepada Kalvaro, ia pikir mungkin saja Kalvaro sudah cukup lelah.


"Aku masih bisa menemani kamu." Jawab Kalvaro cepat.

__ADS_1


"Mari, ikuti aku." Jawab Keren.


"John, kepala dapur dimana ?" Tanya Keren.


"Ia sedang memasak nona, apa perlu saya panggilkan ?" Tanya John.


"Tidak perlu, tapi minta ia memberikan hidangan terbaik untuk pesta kita." Jawab Keren sambil tersenyum.


"Baikk." Jawab John.


Setelah itu Keren langsung saja meninggalkan bagian dapur bersama dengan Kalvaro, di samping ada gudang khusus untuk kebutuhan panti.


"Bangunan ini khusus menyimpan kebutuhan panti mulai dari bahan pokok sampai yang lainnya." Jelas Keren.


"Tuan muda Adhitama apa anda tidak memiliki keinginan untuk ikut menjadi donatur di panti ini ?" Tanya Keren dengan candaannya.


"Tentu saja semua bisa di atur, aku akan memberi uang tetap untuk panti sebanyak 10 M setiap 2 minggu." Jawab Kalvaro tanpa merasa dibebani.


"Hahaha, buktikan saja aku menunggunya." Jawab Keren tampak senang.


Keren senang banyak orang peduli dengan panti sosial NW, dengan begitu kebutuhan tetap orang panti bisa terus terjamin aman.


"Kalau boleh tahu satu harinya disini bisa habis berapa kg beras ?" Tanya Kalvaro.


"30 kg beras biasanya." Jawab John, karena untuk itu Keren tidak terlalu mengerti.


"Setiap weekend juga bisa menghabiskan 200 ekor ajam untuk di goreng." Lanjut John.


"Kalau bole tahu ada berapa jumlah anak - anak disini ?" Tanya Kalvaro mendengar kebutuhan serta fasilitas panti sosial NW begitu wow.


"Saat ini ada sekitar 1000 lebih dan ada kurang dari 500 sebagai pekerja." Jawab John.


"Apa para pekerja tinggal digedung yang sama dengan anak - anak lainnya." Tanya Kalvaro.


"Tidak, tempat tinggal pekerja juga dibagi dua untuk perempuan dan juga laki - laki." Jawab Keren.


"Ohh." Jawab Kalvaro.


Sekian info tentang panti, jangan lupa tinggalkan jejak.

__ADS_1


__ADS_2