
Hari ini adalah hari besar, hari yang di tunggu - tunggu hampir semua orang, dari semua kalangan mempersiapkan diri mereka sebaik mungkin untuk menghadiri undangan tersebut mulai dari deretan pengusaha muda, senior, para pebisnis dunia bahwah bahkan deretan entertaimentpun turun memeriahkan acara tersebut, sungguh acara bertabur bintang pikir mereka yang menghadiri acara tersebut, sementara yang tidak mendapat slot undangan merasa cukup lega karena mereka bisa menyaksikannya meski hanya melalui siaran langsung..
Di kamar mempelai wanita tampak ramai.
"Sekarang sesi foto, tolong kerjasamanya." Ucap seorang photographer yang berada dalam ruangan tersebut.
"Baiklah pertama untuk tuan & nyonya silakan mengambil tempat disamping kanan dan kiri nona muda." Terdengar lagi arahan dari photographer.
"Baiklah, cukup sekarang gantian untuk para tuan muda silakan mengambil tempat, tidak perlu berebutan untuk berada di samping nona muda setelah ini bisa bergantian." Ujar sang fotografer melihat tidak ada yang ingin mengalah.
"Okay cukup, sekarang bergantian satu persatu mulai dari tuan muda pertama sampai ke empat." Ujar Fotografer tersebut.
"Cukup, sekarang mulai dari oma dan opa keluarga tuan Nugraha, setelahnya baru keluarga nyonya Wijaya." Ujar sang fotografer.
Setelah satu jam sesi foto berlangsung, Keren mendapat waktu untuk beristirahat terlebih dahulu dan keluarga besarnya sudah di antar menuju salah satu ruangan vvip untuk menunggu acara dimulai sekitar satu jam lagi.
Jika kamar calon mempelai wanita tengah sibuk dengan sesi foto bersama maka berbeda halnya dengan kamar calon mempelai pria, mereka tampak heboh dengan menggoda sang tuan muda yang tampak sedang gugup.
__ADS_1
"Ayolah, kenapa kau segugup ini, tenang saja hahaha." Ejek Sam begitu puas melihat wajah tampan Kalvaro yang di landa kegugupan.
"Diam, jika kau tidak bisa diam maka keluar saja." Ancam Kalvaro dengan tajam.
"Baiklah, baiklah aku hanya ingin mengingatkan untuk terakhir kalinya jika kau harus lancar mengucapkan janji pernikahan dan jika ada yang salah maka ,, kau akan ehmmm ahh sudahlah." Ujar Sam panjang lebar tapi diakhir dengan mengantung.
"Kau !" Tunjuk Kalvaro kesal, ia saat ini sudah gugup ini adalah pertama kalinya dan ia yakini sebagai terakhir kalinya sungguh ini adalah moment bersejarah ia tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun.
"Jika kau tidak sanggup maka aku benar - benar tulus menggantikanmu." Goda Ferrel salah satu kerabatnya lagi.
Waktu berjalan dengan begitu cepat, saat ini Kalvaro sedang berdiri di altar pernikahannya badan kokoh dan tampan tidak melepas pandangannya dari arah pintu masuk, ia begitu deg degan menunggu calon istrinya.
iring - iringan mempelai wanita memasuki aula tempat mereka mengucapkan janji suci pernikahan, Kalvaro tampak terperanga melihat kecantikan sang pujaan hati, bukan hanya ia saja tetapi masih banyak yang tersihir oleh kecantikan Keren sungguh gadis yang begitu istimewa.
Semakin dekat nona muda keluarga Nugraha Wijaya maka semakin gugup pula sang tuan muda Adhitama Kusuma, pemandangan di depan membuat sebagian orang merasa tergelitik, biasanya tuan muda penguasa bisnis asia itu memiliki wajah datar dingin dan tatapan tajam sungguh berbeda ketika berada di pelaminan menjadi kebalikannya.
"Mulai saat putriku aku serahkan kepadamu, semua yang bersangkutan dengan putri kecil kami adalah tanggung jawabmu sebagai seorang suami, jagalah ia seperti kamu menjaga nyawa sendiri." Ucap tuan Nugraha sambil menyerahkan anaknya kepada menantu..
__ADS_1
"Terima kasih untuk kepercayaannya daddy, aku bersumpah dengan seluruh hidupku akan melindungi putri cantikmu sampai pada maut yang memisahkan kita." Jawab tuan Adhitama dengan yakin..
Pemberkatan pernikahan berjalan dengan baik dan penuh haru hanya beberapa kerabat dekat yang menghadiri acara tersebut.
Hingga akhirnya tiba di malam hari pesta indoor yang di adakan di ballroom mewah mengundang banyak bintang serta pengusaha - pengusaha mulai dari pengusaha muda berbakat sampai para senior dalam dunia bisnis serta menyangkup lainnya.
"Sayang, sepertinya kamu sudah lelah apa mau duduk dulu ?" Tanya Kalvaro kepada gadis cantik yang mana sudah resmi menjadi istrinya.
"Tidak, kita akan menyelesaikan acaranya terlebih dahulu." Jelas Keren sambil tersenyum.
"Baiklah." Jawab Kalvaro seadanya, ia tidak akan bisa memaksa kehendaknya pada gadis manis tersebut.
Banyak tamu udangan yang secara bergantian memberi selamat di atas pelaminan dan memberi kado penikahan yang beragam sekaligus mengambil foto sebagai kenang - kenangan.
Acara bertabur bintang menjadi tranding topik nomor satu.
Malam pertamapun berlangsung sesuai yang ada dalam pikiran masing - masing, author yang dibawah umur ga ngerti buat nulis apa lagi kalau udah menyangkut pernikahan, jangan lupa like, komen dan vote karena itu mempengaruhi mood penuliss katanya biar sama - sama hepi.
__ADS_1