Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Episode 35


__ADS_3

Ikuti sampai akhir cerita dan mohon like, komen, hadiah dan vote sebagai bentuk dukungan kalian tentunya, mohon bantuannya semua.


Mata Daniel tampak melotot melihat adiknya dengan sengaja di sengol oleh orang lain, syukurnya ia berada tepat dibelakang adik kesayangannya.


"Apa anda tidak bisa menggunakan mata anda dengan baik ?" Tanya Keren dengan datar, sedangkan Daniel berusaha menahan emosinya aura yang tadinya hangat berubah menjadi dingin.


"Upss, maaf aku sengaja melakukannya." Ejek gadis tersebut, yah gadis ini memang dengan sengaja menyengol Keren tapi apa penyebabnya.


"Cihh, kita tidak pernah berurusan jadi apa yang membuat anda dengan sengaja menyenggol saya nona." Balas Keren dengan sinis tatapannya berubah tajam mengamati gadis yang sengaja menyenggol dirinya, apa ia mengenal gadis aneh itu pikirnya.


"Ternyata anda hahaha." Tawa geli Keren tampak sinis, ia baru saja sadar jika gadis di hadapannya ini adalah gadis centil yang ia dan Kalvaro tidak sengaja temukan di jalan menuju pantai.


"Sundal bolong ternyata." Sambung Keren dengan sinis, membuat gadis tersebut yang tidak lain adalah Caca menjadi meradang.


"Keren, sebaiknya kita menyusul yang lain." Potong Daniel yang tidak ingin berurusan dengan gadis jadi - jadian di hadapan adiknya.


"Pria disampingmu cukup tampan, apa ia selingkuhanmh hahaha." Ledek Caca kepada Keren sambil terkekeh dan mengamati Daniel dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Apa urusan anda." Ledek Keren balik, gadis dihadapannya benar - benar terlalu ikut campur.


Merasa kesal, Caca berniat menjambak rambut Keren tapi sayang seribu sayang belum sempat ia menjambak Keren tangannya sudah dipelintir oleh lekaki yang ada di samping gadis yang mengatai ia sundal bolong.


"Pergunakan tangan anda dengan baik, saya tidak segan - segan untuk mematakan tangan anda jika berani menyentuhnya." Ucap Daniel dengan tajam.


"Awhh, lepaskan." Ronta Caca tampak meringis merasa sakit dengan cengkraman lelaki tersebut.


"Ayo kak, kita tinggalkan saja sundal bolong ini." Ajak Keren sambil merangkul lengan kakaknya dan meninggalkan si sundal bolong.



Penampilan Caca hanya menggunakan satu singlet hitam tiga jari dan celana pendek dilengkapi sepatu sendal berwarna putih rambutnya yang berwarna pirang membuat ia cocok menjadi pelakor.


"Siapa itu ?" Tanya Daniel sebelum mereka sampai.


"Sundal bolong, ia penggoda pacar orang." Rajuk Keren tampak sebal.


"Lalu apa Kalvaro tergoda ?" Tanya Daniel penasaran, ia perlu menimbangkan pernikahan adiknya jika jawaban Keren adalah Iya.


"Tentu saja tidak, bahkan Kalvaro ogah menatap sundal bolong itu." Jijik Keren mengingat kejadian beberapa waktu lalu.


"Baguslah jika begitu, kalau sampai ia tergoda maka tidak ada pernikahan." Tegas Daniel, yah meski ia sering diam dan cenderung cuek pada adik perempuannya tapi ia selalu menyayangi adiknya seperti kakak - kakak lain hanya tidak kentara saja.


Keren sudah tidak menjawab karena mereka sekarang sudah sampai di meja tempat Derrel, Felix dan Aeron duduk, mereka ikut bergabung dan menikmati pesanan mereka.



Derrelnw_ kesayangan semua orang


lok : Bali


Postingan Derrel di instagram menjadi sorotan banyak orang, bahkan banyak sekali penggemar Derrel yang memuji kecantikan natural milik Keren, Derrel tersenyum menatap komentar yang begitu banyak positif ia senang banyak yang menyayangi adiknya serta turut mendoakan untuk kebahagian adiknya.


"Kita ke tempat biasa saja bagaimana, disana juga cukup bagus untuk melihat sunset ?" Usul Daniel kepada kakak & adiknya sambil menatap jam tangan.


"Baiklah, aku juga butuh berendam." Jawab Felix tampak menyetujui dan mereka segera berjalan menuju tempat yang dimaksud.



Kerenw_ selalu suka sama pulau bali, love Indonesia. tuai banyak komentaran dari netizen terutama yang ada di pulau bali, semua berbondong - bondong mencari tahu dimana Keren berada agar bisa melihat secara langsung.


Keren, Derrel, Felix, Aeron dan Daniel menghabiskan waktu dengan candaan mereka tampak berenang sesekali bergabung dengan pengunjung, Bali merupakan salah satu tempat yang pas untuk mereka melepas penat mereka jarang diperhatikan karena memang banyaknya pengunjung bule yang mengecoh masyarakat.


"Sebaiknya sekarang kalian ganti baju, kita akan makan malam bersama sebelum kembali ke Jakarta." Ucap Keren sambil menatap keempat kakaknya yang tampak sedang bersantai di pinggir kolam.


"Baiklah tuan putri." Jawab mereka dan segera mengangkat badan dari pinggir kolam menuju salah satu ruangan vvip untuk membersihkan diri terlebih dahulu, sedangkan Keren sudah sejak stengah jam lalu selesai beberes.


Tiba - tiba saja handphone Keren bergetar menandakan ada panggilan masuk, begitu mengetahui siapa yang menelepon Keren segera mengangkat.


"Hallo mom." Ucap Keren begitu panggilan terhubung.


"Hallo sayang, kamu sedang dimana ?" Tanya mommy Keyren dari seberang telepon.


"Aku sedang di Bali mom, ada kak Derrel, Felix, Aeron dan Daniel juga disini." Jawab Keren menjelaskan dimana ia sekarang dan bersama siapa.


"Sedang apa kalian di Bali, apa ada pekerjaan ?" Tanya mommy Keyren dari seberang telepon antara bingung kepo hahaha.

__ADS_1


"Tidak mom, kami hanya jalan - jalan saja dan menikmati waktu berlima sekarang sudah lama kami tidak pergi bersama hahaha." Jawab Keren sedikit terkekeh kecil.


"Baiklah, kalau begitu mommy dan daddy akan segera menyusul kesana sekarang kebetulan mommy dan daddy sedang bersama Kalvaro disini." Ujar mommy Keyren membuat keren tampak mengerit bingung bukannya sang tunangan ada di malang.


"Loh mom, mommy memangnya dimana bukannya sekarang Kalvaro sedang di Malang ia sedang melaksanakan project terakhirnya disana , bagaimana bisa bertemu ?" Tanya Keren tampak bingung.


"Tadinya mommy ada di Yogjakarta tapi mampir sebentar ke salah satu perusahaan teman daddy yang ada di Malang dan kami berencana pulang bersama, tapi karena kalian ada di Bali jadi kita akan menyusul saja tidak apa bukan ?" Tanya mommy Keren sembari menjelaskan.


"Tentu saja tidak menjadi masalah, akan aku kabarin di restoran mana kita akan makan malam yah mom." Jelas Keren sebelum mematikan panggilan telepon.


"Baiklah, mommy matikan dulu yah." Jawab mommy Keyren


"Byee." Sesudahnya panggilan terputus.


Keren tampak memainkan hpnya sambil menunggu kakak - kakaknya selesai berganti pakaian, Keren juga sudah mengirim pesan kepada mommynya dimana mereka akan makan malam.


"Keren." Ucap seorang yang tampak mengenal Keren.


"Loh, Sarah lu disini ?" Tanya Keren sambil melepas kacamatanya.


"Yah, ada beberapa kerjaan biasa." Jawab Sarah dan langsung duduk tanpa diminta.


"Lu lagi sama siapa disini Ker ?" Tanya Sarah dengan tampang keponya.


"Lagi sama saudara - saudara gw, lu ada kegiatan apa hari ini ?" Tanya Keren sambil menatap temannya.


"Gak ada, besok balik urusan gw udah selesai." Jawab Sarah tampaknya ia lelah.


"Balik bareng gw aja gimana ?" Tawar Keren kepada temannya.


"Gak deh, gw ga enak sama sudara - sudara lu." Jawab Sarah menolak secara halus.


"Santai aja kali, tapi kita balik malam ini gimana ?" Tanya Keren meminta pendapat Sarah takutnya Sarah tidak bersedia kembali malam ini.


"Hmm baiklah tidak apa, aku tidak bisa menolak jika kau memaksa." Gurau Sarah sambil tersenyum kecil.


"Hahaha kau ini." Ledek Keren balik.


Tidak lama terlihat dua lelaki tampan datang menghampiri mereka ternyata itu Derrel dan Daniel, Derrel dan Daniel tampak bingung melihat ada gadis lain duduk bersama adik mereka.


"Kenalin ini Sarah temen Keren." Lanjut Keren tanpa menunggu jawaban dari kedua kakaknya.


Hanya deheman saja sebagai jawaban tampaknya dua kakak Keren sama - sama tidak tertarik dengan Sarah, membuat Keren merasa tak enak hati pada temannya itu tapi Sarah hanya tersenyum kecil menenangkan temannya.


"Astaga berarti jangan - jangan Aeron ada disini lagi." Setengah mati Sarah berusaha untuk biasa saja ia menjadi deg degan sendiri jika benar pria yang ia sukai ada ditempat yang sama, Keren yang menangkap raut gelisah Sarah jadi tersenyum jail.


"Yang lain mana kak ?" Tanya Keren sambil memakan escream Daniel.


"Masih di dalam, sebentar lagi mereka keluar, jangan memakan escream terlalu banyak itu tidak baik untuk kesehatan." Ujar Derrel sambil menarik escream yang ada di tangan Keren dan di kembalikan kepada pemiliknya Daniel, Daniel segera memakan habis sebelum Keren merengek padanya dan ia disembur oleh kakak tertuanya.


"Sisain dikit, dikit aja please." Ucap Keren sambil menatap penuh permohonan pada kak Danielnya.


"Tidak, makan sampai habis sekarang Daniel." Tekan Derrel, ia tidak mau adik - adiknya sakit habis liburan singkat ini.


"Menyebalkan." Rajuk Keren melihat escream habis di tangan Daniel.


"Kakak janji nanti kita beli lagi, tapi diam - diam yah." Bisik Daniel mencoba menghibur adiknya agar adik kesayangan tak merajuk padanya.


"Janji ?" Tanya Keren ikut berbisik.


"Sebaiknya tidak ada perjanjian terlarang." Usul Derrel sambil menatap tajam kedua adiknya yang langsung pura - pura sibuk dengan kegiatan masing - masing.


"Itu mereka." Tunjuk Keren kepada kedua kakaknya yang baru kembali.


"Kak, ini ada temanku." Ujar Keren mengenalkan Sarah pada kedua kakak lainnya.


"Sudah kenal." Ucap Felix dan Aeron bersamaan.


"Baiklah." Jawab Keren sambil tersenyum.


"Ohiya, aku memaksa Sarah untuk ikut bergabung malam ini, tidak apakan ?" Tanya Keren sambil menatap keempat kakaknya dengan puppy eyes.


"Yah tentu saja, asal kau senang kenapa tidak." Jawab Daniel seadanya.


"Okee, terima kasih." Senang Keren merasa lega tepatnya karena para kakak laki - laki tidak mengusir temannya.

__ADS_1


"Langsung aja kita berangkat, sekarang sudah pukul setenga enam." Ajak Keren kepada kakak - kakaknya.


"Sarah, kamu bawa mobil ?" Tanya Keren kepada temannya yang hanya diam saja.


"Iya, aku akan mengikuti mobil kalian saja." Jawab Sarah seadanya.


"Ehmm, kan kamu perempuan bagaimana kalau kak Aeron saja yang bantu menyetir." Usul Keren sambil menatap Sarah dan Aeron secara bergantian.


"Gak kenapa - kenapa, w bisa sendiri kok." Jawab Sarah gugup mendapat tatapan tajam dari Aeron yang tampak tidak setuju.


"Dengar bukan ia bisa sendiri." Timpal Aeron setuju.


"Yah sudah, aku aja yang nemenin Sarah kasian ia perempuan masa sendirian sedangkan kita berlima, gimana kalau aku yang ada di posisi kayak dia." Ucap Keren di tambah bumbu dramanya, membuat ketiga kakak lelakinya memusatkan tatapan tajam pada Aeron yang terlihat menghela nafas panjang.


"Baiklah." Kesal Aeron, ia menganggap Sarah sebagai penggangu ulung.


"Dasar merepotkan." Ucap Aeron pada Sarah membuat Sarah menjadi sedih dan tidak enak hati.


Mereka segera berangkat menuju ke restaurant yang sudah dipilih oleh Keren, bahkan Keren sudah memesan ruangan vvip dengan view paling indah untuk mereka makan malam bersama.


Selama perjalanan Sarah dan Aeron sama - sama diam, tidak ada yang membuka percakapan karena tidak ada yang harus di bahas.


"Ehmm, apa kabar Aeron sudah lama tidak bertemu ?" Tanya Sarah gugup, sudah lama ia memendam rasa sukanya pada Aeron tapi menyadari status mereka yang terpaut jauh membuat ia minder.


"Baik." Jawab Aeron datar, sebenarnya bukan ia tidak tahu jika Sarah menyukainya hanya saja ia terlalu malas dan berpikir tujuan utamanya sekarang hanya menjaga dan membahagiakan keluarganya serta fokus membesarkan kerajaan bisnis miliknya.


"Owhh." Jawab Keren ia bingung harus menjawab apa lagi karena Aeronpun tidak bertanya balik padanya.


"Hmm, Sarah jangan terlalu mengharapkan sesuatu yang sulit diharapkan, aku bukannya menolak rasa sukamu hanya saja aku belum berpikir kesana mungkin akan ada waktunya tapi tidak sekarang." Jelas Aeron ia merasa tak enak jika harus berpura - pura.


"Maaf, tidak seharusnya aku menyukaimu." Jawab Sarah lirih, ia merasa dirinya ditolak mentah - mentah sebelum mengucapkan perasaannya.


Aeron hanya menghela nafas membiarkan Sarah salah padam padanya, itu lebih baik dari pada Sarah mengharapkan sesuatu yang tidak pasti pikirnya.


"Kita sudah sampai, ayo turun jangan buat yang lain menunggu." Ucap Aeron sambil melepas sabuk pengaman.


"Baiklah, terima kasih." Ucap Sarah ikut turun.


"Ehem ehem." Tampak senyum geli Keren menatap teman dan kakaknya yang baru saja keluar, terlihat Sarah yang tersenyum kecut sementara Aeron tampak datar.


"Ayo masuk." Ajak Keren sambil mengandeng lengan Sarah dan disusul oleh yang lain.


Mereka langsung saja mengambil tempat duduk masing - masing, tapi tampak bingung juga kenapa meja dan kursi yang dipesan Keren tampak lebih 4 masing - masing.


"Masih ada yang akan datang ?" Tanya Felix kepada adiknya.


"Iya, mungkin tiba sebentar lagi, jadi kita pesan lebih dahulu saja." Jawab Keren sambil membuka menu.


Akhirnya mereka membuka buku menu dan memesan mulai dari makanan pembuka, makanan berat sampai dengan makanan penutup. Tidak lama setelahnya terdengar suara heli mendarat.


"Apa restaurant ini kedatangan orang penting juga, tidak heran ini salah satu restaurant terbaik di Bali." Ujar Daniel sambil menatap handphonenya.


Tidak lama ruangan mereka dibuka dan tampak mommy Keyren yang berjalan masuk terlebih dahulu sementara Derrel, Felix , Aeron dan Daniel tampak kaget melihat kehadiran mommynya yang disusul oleh daddy dan calon suami adiknya Kalvaro.


"Selamat malam semua." Sapa daddy mereka sambil tersenyum pasti putrinya belum memberi tahu kakak - kakaknya tentang kedatangan mereka.


"Malam daddy / om." Jawab mereka.


"Hai baby." Sapa Kalvaro pada pujaan hatinya membuat Keren tampak bersemu merah.


"Ish kamu dasar tidak tahu tempat." Cicit Keren merasa pipinya sudah semerah tomat sekarang.


"Hahaha kenapa malu, apa tidak merindukanku ?" Tanya Kalvaro tampak menaik turunkan alisnya.


"Tentu saja aku rindu." Ucap Keren sambil berhambur ke pelukan Kalvaro.


"Sudah - sudah kalian belum menikah jadi harus tahu batasan." Lerai Felix sambil menatap tajam pada calon adik iparnya itu.


"Ayo semua duduk dan kita akan memulai makan malam." Ujar Daddy Kenzo.



K.Adhitama_ my prettty girl ❤


🌏 Bali

__ADS_1


__ADS_2