Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Upload -5h


__ADS_3

Sudah satu pekan Felix mengambil ahli kedudukan adiknya sementara waktu, selama satu pekan ini banyak perubahan yang terjadi dalam perusahaan.


Setelah mengetahui banyak kecurangan yang terjadi dalam perusahaan, Felix mengambil langkah tegas terhadap orang - orang tersebut.


Jesen dan Selena menjadi begitu sungkan terhadap Felix, mereka berdua melihat sendiri bagaimana sepak terjang Felix di hari ke empat.


"Lumayan, setidaknya sampah - sampah harus dibersihkan sebelum aku meninggalkan tempat ini." Dialog Felix dalam hati, ia menatap berkas - berkas yang ada di atas meja.


Tit, tit, tit suara menekan tombol telepon.


"Hallo, Jesen tolong ke ruangan saya sekarang." Ujar Felix dengan nada yang datar.


Tok tok tok ...


"Masuk." Ucap Felix.


"Duduklah." Ujar Felix tanpa melihat ke arah Jesen.

__ADS_1


"Baik tuan." Jawab Jesen sopan.


"Ada yang perlu saya bicarakan, ini menyangkut masalah perusahaan." Ujar Felix terdengar serius.


"Baik tuan, apa ada yang dapat saya lakukan ?" Tanya Jesen sopan, ia juga tampak serius dan tegas dalam menanggapi masalah perusahaan.


"Tinggal 5 hari saya berada di perusahaan ini, setelahnya perusahaan akan di ambil ahli oleh adik saya kembali, saya ingin anda menjadi bayangan saya disini, cukup bekerja dengan baik dan melaporkan kepadaku jika ada masalah, tugasmu bertambah satu dengan menjamin keselamatan bosmu Aeron Nugraha." Ujar Felix panjang lebar.


"Jika kau setuju, maka tanda tanganin saja berkas itu, kau tenang saja aku akan menambahkan upahmu." Sambung Felix lagi.


"Baguslah, setelah aku kembali aku akan lebih tenang, jangan mengecewakanku tuan Jesen." Ucap Felix tanpa lega sekaligus serius memberikan ultimatum kepada bayangannya.


"Saya tidak berani tuan." Jawab Jesen sopan.


"Baguslah, dan lagi ada satu hal yang perlu saya bicarakan, ini menyangkut sekertaris Selena, menurutmu Selena bagaimana ?" Tanya Felix berganti topik.


"Ehm, untuk nona Selena, ia adalah rekan kerja yang baik, jujur dan juga cekatan, hanya saja ia sedikit ceroboh di waktu yang tidak tepat." Jelas Jesen seadanya.

__ADS_1


"Apa ada yang lain, bisa kau beritahu aku apa saja yang kau ketahui tentang gadis itu eh maksudku sekertaris Selena ?" Tanya Felix yang tampak belum puas akan jawaban yang ia terima dari Jesen.


"Nona Selena adalah gadis yang cantik, tulus dan care terhadap banyak orang, saya mendengar jika kedua orangtuanya sudah tidak ada, beberapa waktu lalu ia diselingkuhi oleh mantan tunangannya sehingga membuat nona Selena lebih tertutup." Tambah Jesen, ia cukup menjelaskan apa yang ia tahu mengenai Selena.


"Baiklah, terima kasih. Kau boleh keluar." Ucap Felix.


"Permisi tuan." Pamit Jesen, setelahnya terdengar suara pintu di tutup.



"Apa aku sudah benar - benar menyukai Selena, apa bisa secepat itu, sebentar lagi aku harus segera kembali ke Indonesia, astaga kenapa dunia ini begitu ribet." Ucap Felix sambil menatap foto Selena yang ia dapat dari instagram.


"Gadis ini cantik, sayang sekali nasibnya tidak baik dalam percintaan, tapi yang paling para bagaimana aku bisa menyukai gadis ini, apa ia jika aku jatuh cinta pada pandangan pertama, astaga." Batin Felix lagi.


Yah, sejak pertemuan pertama mereka di rumah sakit, Felix memiliki perasaan tidak jelas terhadap Selena, ia terpanah dengan kecantikan natural yang dimiliki Selena gadis polos dengan tampang berantakan berhasil mencuri hatinya.


Dan siapa yang akan menyangka jika gadis itu akan ia temui sebagai sekertaris pribadinya 2 minggu, apa ia jika dirinya dan Selena adalah jodoh, pikir Felix.

__ADS_1


__ADS_2