Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
3 bulan setelahnya


__ADS_3

Alexandria Catherine Putri Adhitama, putri pertama dari pasangan muda Kalvaro Adhitama dan Keren Nugraha, Alexa nona muda tertua keluarga kecil Adhitama Nugraha.


Aurora Claire Putri Adhitama, putri kedua dari pasangan muda Kalvaro Kalvaro Adhitama dan Keren Nugraha, Aurora nona muda kedua keluarga kecil Adhitama Nugraha.


Adelaide Charlotte Putri Adhitama, putri bungsu dari pasangan muda Kalvaro Adhitama dan Keren Nugraha, Adel nona muda ketiga keluarga kecil Adhitama Nugraha.


*I**tulah tiga nama putri cantik Kalvaro dan Keren, entah akan seperti apa mereka nanti hanya Claudia yang tahu hihihi, follow dan dukungan jangan sampe lupa*.


3 Bulan telah berlalu, Keren dengan kesibukan barunya, ia sibuk mengurus ketiga buah hati bersama suami yang semakin hari semakin semangat pulang begitu mengetahui ada tiga malaikat yang menunggunya beserta satu ratu penguasa hati.


"Hei, putri bunda udah makin besar yah sayang." Ujar Keren sambil menatap satu persatu anaknya yang baru saja terlelap.


"Selamat malam." Ujar Kalvaro dari balik pintu kamar si kembar.


"Selamat malam suami." Jawab Keren dengan lembut.


"Apa mereka sudah lama tidur ?" Tanya Kalvaro sambil menatap ketiga bayi munyil tersebut.


"Tidak, mereka baru terlelap setelah meminum asi tadi." Jawab Keren sambil tersenyum kecil.


"Sepertinya aku sudah bisa buka puasa ?" Tanya Kalvaro sambil mengerlingkan matanya.


"Ish." Malu keren.

__ADS_1


Flashback on.


Setelah sadar dan dipindahkan di ruang rawat vvip, Keren membutuhkan hampir 9 jam untuk memulihkan tenaganya, sedangkan untuk ketiga bayi diletakan di dekat sang ibu.


Setelah sadar dan menggendong satu persatu anaknya, akhirnya Keren mempersilakan yang lain untuk berkenalan dengan putri - putri cantiknya.


Tentu saja dengan senang hati mereka menerima putri - putri cantik tersebut, para nenek dan kakek tampak tidak terlalu kesulitan lain halnya dengan para paman.


"Hati - hati, kau jangan sampai menjatuhkannya." Tegur Derrel dengan dingin kepada adik laki - laki yang bungsu.


"Aku tidak akan menjatuhkan keponakanku." Jawab Daniel sedikit ketus, dia baru akan menggendong Adel tapi sudah di semprot oleh Derrel.


"Aku hanya mengingatkanmu." Ujar Daniel lagi.


jika mereka sedang sibuk dengan baby Adel maka lain dengan Aeron dan Sarah yang tampak fokus dengan wajah cantik Aurora, Sarah dan Aeron terus berbincang dengan bayi itu.


"Apapun aku akan menerimanya, kau tidak masalah bukan dengan jenis kelamin anak kita ?" Jawab Sarah sambil melirik sebentar.


"Tentu saja tidak, asal kamu bahagia dan sehat sama babynya." Jawab Aeron cepat.


"Baguslah, sekarang liat bayi ini bahkan tertidur terus apa ia akan menjadi putri tidur seperti namanya Aurora ?" Tanya Sarah dengan gemas pada suaminya sembari menunjuk bayi munyil yang ada di atas tangannya.


Baiklah kita tinggalkan mereka, saat ini baby Alexa tengah menangis dalam gendongan Felix tentu hal tersebut membuat sang tuan muda cukup kaget sekaligus kelimpungan.

__ADS_1


"Hei bayi, kenapa kau menangis ?" Tanya Felix bingung.


Oek oek oek, bukannya berhenti menangis ia malah semakin keres membuat Felix mulai kesal.


"Dasar bayi cengeng." Ejek Felix, seketika bayi tersebut mulai berhenti menangis dan babby Alexa berubah menjadi tajam menatap pamannya.


"Astaga bayi ini." Ujar Felix sambil membalas pelototan dari baby Alexa.


"Hei, kenapa kau bersikap seperti itu pada ponakanku." Protes Derrel.


"Dia cengeng." Ujar Felix sebal.


"Huft, berikan kepadaku, dia pasti maunya denganku kau jelek." Ujar Daniel lagi sambil merentangkan tangan meminta bayi.


"Kau sudah gila yah, bayi tidak bisa dipeluk seperti itu, kau mau bayi ini mengalami hal yang tidak enak." Kesal Felix, yang benar saja kakaknya ingin mengendong bayi baru lahir seperti mengendong bayi beras pikirnya.


"Mom, ambil bayi ini dan letakan padanya." Panggil Felix kepada mommy Keyren.


"Kenapa tidak kau sendiri ?" Tanya mommy Keyren sambil menaikan sebela alis.


"Tidak, aku takut dia jatuh." Ujar Felix sambil memalingkan muka.


Sebenarnya Felix sama halnya dengan yang lain begitu antusias menunggu kelahiran putri - putri adiknya, tapi begitu mendengar jika adiknya tidak sadarkan diri Felix menjadi sedikit ketus dan tak enak di pandang, sepertinya ia sedikit menyalahkan keponakannya itulah yang ada di pikiran author.

__ADS_1


Btw jangan lupa dukungannya Like, Komen, berikan hadiah dan tetap vote author sebanyak - banyaknya, jangan lupa ikutin profil author juga.


Flashback of.


__ADS_2