
Di tunggu yah Votenya, udah deket - deket nih hahaha tapi deket - deket apa yah, yuk simak terus sampai akhir cerita jangan diskip yah , jangan lupa hadiah buat author sama votenya makasi kesayangan author.
Akhirnya acara makan malam berlangsung dengan tenang, Keren dan Kalvaro duduk bersebelahan dan di hadapan mereka ada mommy Keyren dan daddy Kenzo yang duduk bersama, di samping Keren ada Derrel yang depannya Felix, disamping lagi ada Aeron depannya Daniel dan yang terakhir ada Sarah dan dihadapannya ada asisten daddy Kenzo yaitu Jerry atau om Jer.
"Bagaimana dengan persiapan pernikahan kalian berdua ?" Tanya daddy Kenzo sambil menatap putri dan calon menantunya secara bergantian.
"Semua persiapan berjalan dengan lancar sekarang sudah 80 %." Jelas Kalvaro sebagai calon mempelai laki - laki.
"Baguslah kalau begitu, sayang bagaimana dengan gaun pengantinnya bukankah kamu yang menjadi penanggung jawab untuk gaun pengantin dan jas pengantinnya ?" Tanya daddy Kenzo kepada istri tersayang.
"Hampir selesai, besok mereka akan fitting bajunya, ada beberapa gaun yang akan dipakai mulai untuk pemberkatan, acara garden party dan yang terakhir malam puncak di salah satu hotel milik tuan besar Adhitama." Jawab nyonya Keyren.
"Baguslah, semua harus hasil terbaik untuk putra - putriku." Ujar daddy Kenzo sambil tersenyum kecil menatap satu persatu anak - anaknya.
"Besok pagi kalian harus datang langsung ke butik, dan selanjutnya mommy akan menemani kalian pergi mencari cincin." Ujar mommy Keyren sambil menatap anak dan calon menantunya.
"Baik mom." Jawab keduanya sambil mengangguk setuju.
"Ah iya, aku sudah memesan cincin pada paman Holly, kita bisa langsung melihat besok jika calon nyonya tidak menyukainya maka kita akan melihat yang lain." Jelas Kalvaro yang teringat jika ia sudah sempat memesan cincin di salah satu toko perhiasan milik pamannya.
"Jadi tuan Holly Hong adalah paman mu ?" Tanya daddy Kenzo.
"Kebetulan iya dad." Jawab Kalvaro sambil tersenyum.
"Ohiya, nanti baliknya Keren, Kalvaro dan Derrel satu heli yah." Titah daddy Kenzo kepada putra , putri dan calon mantunya.
"Habis itu Felix, Daniel, Aeron dan teman Keren si Sarah." Lanjut tuan kenzo kepada putra - putranya.
"Malam ini mommy dan daddy akan stay sementara disini, untuk besok sepertinya mommy tidak jadi menemani Keren dan Kalvaro jadi akan di gantikan oleh paman Jhon seperti biasa." Lanjut tuan Kalvaro sambil menatap semua orang yang ada.
"Jerry, kau tetap disini." Titah tuan Kenzo kepada asistennya.
"Baik tuan." Jawab om Jerry tegas.
"Sebaiknya sekarang kalian segera kembali, ini sudah pukul 8 malam." Ujar daddy Kenzo sambil menatap jam tangan miliknya.
"Hmm, baiklah kita setuju." Jawab mereka semua dan bergegas kembali ke Villa, karena heli yang mereka tumpangi masih ada di villa milik keluarga Nugraha.
"Kita berpisah disini, hati - hati di jalan semua." Ucap mommy Keyren sambil cipika - cipiki dengan putra - putra dan putrinya.
"Hati - hati mom, daddy jaga mommy dengan benar yah." Tegas Derrel sambil menatap tajam pada daddnya yang tampak datar.
"Paman Jerry, tolong jaga mereka untukku." Ucap Keren kepada paman Jerry atau asisten tuan Kenzo.
"Tentu nona, sudah menjadi tanggung jawab saya." Jawab paman Jerry sambil tersenyum kecil melihat kehangatan keluarga majikan, ia selalu ikut berpartisipasi mendoakan keluarga tuannya agar terlindungi dan bahagia selalu.
Sarahh_ 🌏Bali
Sarah memposting salah satu fotonya di kapal pesiar yang ia naiki pagi hari, dan banyak menuai komentar pujian kritikan dan masih banyak lagi.
"Ternyata tidak jauh beda sama cantiknya dengan nona Keren, mereka memang sahabat yang cocok sama - sama berkelas tentunya." Netizen A.
"Bukankah nona Keren juga ada di Bali, apa mereka liburan bersama ?" Netizen B.
"Wah - wah, sepertinya Sarah akan ikut bergabung menjadi menantu di keluarga Nugraha mengingat jika ia pernah satu kampus dengan tuan muda Aeron." Netizen C.
Yah masih banyak spkulasi netizen yang buat Sarah geleng - geleng kepala tapi tidak terlalu memikirkannya.
.
.
Keesokan harinya pada pukul stengah 8 semua sudah berada di meja makan kecuali tuan , nyonya besar NW karena sepasang suami istri itu memilih untuk stay satu malam di Bali.
"Selamat makan." Ucap Derrel membuka acara sarapan mereka.
"Selamat makan." Dan tentu saja dijawab oleh adik - adiknya.
Di meja makan tersedia makanan berat dan makanan ringan, Keren tersenyum disaat ia akan menikah dan berpindah tempat suasana meja makan semakin hangat bahkan akhir - akhir ini semua kakaknya memilih untuk menghabiskan waktu, mungkin karena ia akan menjadi istri orang dan tidak bebas lagi pikirnya.
"Keren, hari ini jadi pergi ?" Tanya Daniel sambil menatap adiknya.
"Yah tentu saja, jika tidak jadi pergi maka mommy akan mengamuk nanti hahaha." Tawa Keren mengingat mommynya yang bawel itu.
"Kau ini, mau aku adukan pada mommy jika kau menertawakannya." Ancam Daniel pura - pura serius dan mendapat jitakan dikepalanya.
"Kau kenapa mengancam adikku." Kesal Aeron sambil menatap tajam pada Daniel.
__ADS_1
"Aku juga adikmu." Kesal Daniel balik.
"Aku lupa." Alasan Aeron sambil berpura - pura acuh.
"Dasar jahat." Umpat Daniel sambil mengelus - elus kepalanya.
"Aku masih bisa mendengar." Tajam Aeron saat dirinya dikatakan jahat.
"Sudahlah, ini masih pagi jadi sebaiknya kalian jangan memulai drama dulu." Lerai Felix tampak pusing selalu saja berdebat pikirnya.
"Ehmm, habiskan makanan kalian baru bisa melanjutkan ocehan tidak jelas." Tajam kakak pertama dengan senyum mengancam akhirnya mereka diam.
"Kak, aku pamit deluan ada urusan penting." Ucap Aeron sambil menatap kakaknya Derrel.
"Pergilah, hati - hati di jalan Aeron kalau ada apa - apa segera hubungi kita semua." Jawab Derrel.
"Baiklah, bye semua." Kata Aeron sambil beranjak meninggalkan meja makan, tapi sebelum itu ia menghampiri adik perempuan terlebih dahulu.
"Hati - hati nanti yah, kabarin kakak kalau udah sampai, cup." Ucap Aeron kepada Keren dengan lembut dan mengakhiri dengan kecupan singkat.
"Tentu, hati - hati juga yah." Jawab Keren sambil tersenyum dan Aeron segera meninggalkan meja makan sementara yang lain tetap melanjutkan sarapan mereka.
Setelah stengah jam berlalu akhirnya semua sudah selesai dengan sarapan mereka, Derrel dan Felix juga sudah berpamitan 10 menit yang lalu dan untuk Daniel dan Keren keduanya memilih untuk kembali pada kamar masing - masing.
Di kamar Keren.
"Ker, udah ?" Tanya Daniel setelah dibukakan pintu.
"Iya, kenapa kak ?" Tanya Keren yang sedang duduk manis di sofa miliknya.
"Gak, aku pamit yah ada urusan bentar, Kalvaro belum jemput ?" Tanya Daniel sambil menyandar pada pintu.
"Sebentar lagi, baiklah hati - hati yah kabarin kalau butuh sesuatu." Jawab Keren sambil tersenyum kecil.
"Baiklah, paman John sudah dibawah tadi aku tidak sengaja melihatnya." Jelas Daniel sebelum meninggalkan kamar Keren.
"Okay, terima kasih untuk informasinya." Ucap Keren yang ikut beranjak ia mengambil barangnya sebelum ikut turun.
Ketika Keren turun tampak paman John sudah duduk di ruang tamu, ia tampak sedang membaca majalah bisnis pekan ini.
"Paman." Panggil Keren.
"Tidak aku baru turun, kita tunggu Kalvaro sebentar yah." Jawab Keren sambil tersenyum.
"Baiklah." Ujar paman John.
Tidak lama setelahnya terdengar suara mobil memasuki halaman rumah, Keren dan paman John saling pandang dan mengangguk seolah tahu siapa tamu yang datang, Keren dengan semangat beranjak dari tempat duduk di ikuti oleh paman John di belakangnya.
"Selamat pagi sayang." Sapa Kalvaro sambil cipika cipiki dengan Keren.
"Morning." Jawab Keren sambil tersenyum.
"Selamat pagi paman." Sapa Kalvaro melihat seorang pria paru bayah di belakang Keren.
"Pagi." Singkat paman John.
"Kita berangkat sekarang ?" Tanya Kalvaro kepada tunangannya tersebut.
"Tentu, ayoo." Jawab Keren sambil menggandeng lengan Keren dan di ikuti oleh paman John dan satu pengawal mengantikan posisi supir.
"Kita ke butik dulu yah, orangnya mommy sudah menunggu." Ucap Keren kepada pengawalnya.
"Baik nona." Jawab pengawal tersebut dan melajukan mobil dengan kecepatan rata - rata, sedangkan John hanya fokus pada sekitar.
Perjalanan tidak terlalu macet mereka tiba setelah 15 menit perjalanan dan langsung di sambut oleh asisten mommy Keyren yaitu tante Merry.
"Selamat datang nona muda, senang bisa bertemu kembali, selamat datang tuan muda." Sambut tante Merry sambil tersenyum.
"Selamat pagi tante merry, tentu saja aku juga senang bisa bertemu denganmu lagi." Jawab Keren sambil tersenyum hangat.
"Mari masuk nona, semua sudah siap anda dan tuan muda tinggal mencobanya." Ujar tante Merry sambil mempersilakan mereka masuk terlebih dahulu.
"Baiklah, ayo." Jawab Keren berjalan berdampingan bersama Kalvaro di ikuti oleh yang lain.
.
.
Setelah satu jam berlalu akhirnya mereka selesai mencoba tiga gaun yang di rancang kusus oleh mommy Keyren, Keren dan Kalvaro tampak puas dengan hasilnya tinggal finishing saja.
__ADS_1
"Sebaiknya sekarang kita segera pergi ke mall, paman Holly sudah menunggu." Ucap Kalvaro sambil menatap kekasih hatinya.
"Baiklah, tunggu sebentar aku harus berpamitan pada tante Merry." Jawab Keren sambil berlalu pergi mencari keberadaan tante Merry
Tidak lama setelahnya Keren kembali bersama tante Merry yang akan ikut mengantar mereka sampai di depan, setelah berterima kasih rombongan calon pengantin segera meninggalkan butik menuju salah satu mall terbesar ibukota untuk bertemu dengan paman Holly.
Sesampainya mereka di lobhy mobil pandangan semua orang tertuju pada mobil yang mereka kendarai, Keren dan Kalvaro bergegas masuk di ikuti oleh John sebagai kepala pengawal.
Aura ketiganya dengan masing - masing ciri khas membuat mereka menjadi pusat perhatian, apa lagi pasangan muda yang berjalan sambil bergandeng tangan membuat sebagian pengunjung wanita menjadi syok tertahan sepertinya mereka iri dengan romantisnya hubungan sepasang anak manusia tersebut.
"Kita langsung saja ke restaurant X, paman Holly sudah ada disana." Jelas Kalvaro sambil menuntun Keren.
"Baiklah ayo, tidak baik membuat orang tua menunggu terlalu lama." Jawab Keren.
Mereka tiba di salah satu restaurant dengan pelayan terbaik, mereka memasuki ruangan vip yang sudah di pesan oleh paman Kalvaro yaitu tuan Holly Hong, ia merupakan seorang pengusaha berlian kalangan atas namanya patut di perhitungkan dalam dunia bisnis, harga perhiasan yang ia pasarkan tidak main - main.
"Astaga, ternyata kau benar - benar pandai dalam mencari pasangan hidup Kalvaro, gadis ini benar - benar menawan jadi siapa nama calon anggota baru keluarga kita ?" Tanya paman Holly pada Kalvaro yang tampak memutar bola mata malas, pamannya cerewet sekali jika bersama anggota keluarga beda halnya di luaran sana.
"Hallo paman, aku Keren senang bisa berjumpa langsung dengan paman." Sapa Keren sekaligus memperkenalkan siapa dia.
"Nama yang cantik seperti orangnya, kalau boleh tahu siapa nama orang tuamu nak ?" Tanya paman Holly kepada Keren.
"Nama daddyku Kenzo dan mommyku Keyren." Ujar Keren memberitahu nama kedua orangtuanya tanpa marga.
"Sepertinya tidak asing, ehmm wajahmu juga." Tanggap tuan Holly seperti mengingat - ingat sesuatu.
"Mungkin anda mengenal mereka sebagai tuan, nyonya Nugraha paman." Jelas Keren memberi pemahaman.
"Ah benarkah, pantas saja wajahmu tidak asing ternyata putri dari Keyren, kebetulan kami teman kuliah dulu." Ujar paman Holly tampak tersenyum geli.
"Dunia ternyata begitu sempit." Balas Keren sambil terkekeh.
"Baiklah paman, sepertinya sudah cukup sekarang dimana cincinnya." Potong Kalvaro tampak sudah tidak sabar.
"Ish, anak ini memang menyebalkan kau harus betah yah sama dia." Ujar paman Holly.
"Ini, cicinnya sederhana tapi ini salah satu dari 2 berlian langkah yang ada di benua Asia, satu pasang lagi sudah berada pada pasangan tua." Jelas paman Holly mengenai cincin yang ia perlihatkan.
"Harganya hanya murah 40 M, tapi untuk keponakan dan anak rekan paman jadi diskon cukup 30 M saja jika pengantin pria tidak mampu membelinya." Ejek paman Holly dengan sengaja.
"Hei hei apa itu tidak mampu, aku jelas - jelas mampu jangan meremehkan ku yah paman." Kesal Kalvaro pada pamannya itu.
"Baiklah, sekarang cepat bayar." Todong paman Holly dengan watadosnya alias wajah tanpa dosa.
"Tunggu dulu, aku harus menanyakan pada pasanganku apa ia menyukai ini.Bagaimana sayang ?" Tanya Kalvaro sambil menatap Keren.
"Ini indah aku menyukainya, tapi apa harganya tidak berlebihan ?" Tanya Keren tampak tidak enak.
"Tidak usah khawatir aku masih mampu membelinya." Ujar Kalvaro bangga.
"Baiklah kalau begitu yang ini saja." Enteng Keren.
"Okay deal, paman assistenkku nanti yang akan mengurus pembayarannya." Ujar Kalvaro sambil tersenyum senang.
"Wah benar - benar real sultan, kalau begitu kalian tidak usah membeli perhiasan lainnya karena paman sendiri yang akan memberi hadiah." Ujar paman Holly tampak wajah sumringahnya.
"Terima kasih paman." Ucap Keren dan Kalvaro.
"Tentu aku akan mengirimnya besok." Jawab tuan Holly sambil tersenyum.
"Baiklah paman, kami besok akan mulai menyebarkan undangan aku harap paman menyempatkan waktu untuk datang." Undang Keren sambil tersenyum.
"Tentu paman akan datang, kalian tidak usah khawatir." Jawah paman Holly sambil tersenyum.
"Ohiya, sekarang apa yang menjadi kesibukanmu Keren ?" Tanya paman Holly.
"Hanya butik dan beberapa usaha kecil paman." Jawab Keren.
"Kenapa repot - repot bekerja, paman rasa Kalvaro saja sudah cukup." Ujar paman Holly.
"Tidak apa mumpung sekarang aku masih muda." Jawab Keren lagi.
"Owh benar juga, sepertinya kalian berencana pensiun cepat hahaha." Sambil terkekeh paman menggoda calon pengantin itu.
"Begitulah paman." Jawab Kalvaro.
"Ohiya, paman sepertinya tidak bisa untuk berlama - lama lagi karena masih ada janji dengan orang lain hari ini, kita bertemu nanti lagi yah, dan ingat kalian harus menjaga kesehatan masing - masing." Ujar paman Holly berpamitan.
"Baiklah paman, hati - hati di jalan." Ujar Kalvaro saat pamannya beranjak dari tempat duduk.
__ADS_1
Mohon Like, Komen dan Vote.