Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Episode 26


__ADS_3

Budayakan membaca sampai akhir dan membantu meninggalkan jejek wajib yaitu Vote, Komen dan Like. Terima kasih.


Hari ini adalah hari yang di tunggu - tunggu oleh seorang tuan muda tampan, yah hari ini adalah hari kepulangan Kalvaro ke tanah air Indonesia, menetap di dubai selama satu bulan satu minggu karena pekerjaan membuat ia gegana atau bisa dikatakan gelisah galau merana memikirkan seorang gadis cantik yang sudah ia klaim menjadi wanitanya.


"Sepertinya aku perlu membelikan oleh - oleh, tapi apa yah ?" Tanya Kalvaro pada dirinya sendiri.


"Hmmm, sepertinya aku harus pergi sendiri untuk membelinya." Jawab Kalvaro pada dirinya sendiri.


Setelah bersiap - siap ia langsung saja menuju ke pusat perbelanjaan yang ada di dubai, destinasi pertamanya adalah Hermes ia membeli tas lucu dengan harga mendunia selanjutnya ia menuju ke salah satu butik ternama di dubai ia membeli satu sweater yang tampak menyita perhatiannya di bandrol kisaran 8,750 dirham (mata uang arab saudi 1 dirham \= 3861 rupiah), merasa masih kurang Kalvaro tampak berjalan untuk melihat - lihat lagi dan matanya tertuju pada kalung berlian berwarna merah.


"Permisi, bisa saya tahu harga kalung ini berapa ?" Tanya Kalvaro kepada pelayan yang ada.


"Kalung berlian L'incomparabel harganya $55 jt." Jawab pelayan dengan ramah menjelaskan nama dan harga kalung yang dimaksud Kalvaro.


"Saya menginginkannya." Ujar Kalvaro tanpa pikir panjang.


"Baik tuan, mari saya akan mengurus beberapa surat lainnya mohon dibantu." Jawab pelayan dengan senyum ramah.


Setelah satu jam memeriksa dan mengurus surat - surat akhirnya Kalvaro berhasil mengantongi kalung berlian tersebut, ia langsung saja melanjutkan ke beberapa tempat untuk membeli buat orang tua & adiknya tercinta tidak lupa untuk kedua orang tua Keren dan kakak - kakak Keren, sungguh membutuhkan modal yang tidak sedikit untuk menaklukan hati para tuan muda keluarga wanitanya.


Kalvaro bergegas kembali ke apartement yang ia tempati di Dubai, ia mengendarai mobil sport miliknya dan meminta orang kepercayaannya untuk menyimpan mobilnya di tempat biasa ketika ia tidak berada di Dubai.


8 Jam perjalanan akhirnya Kalvaro tiba di Indonesia dalam keadaan selamat sentosa, ia bergegas kembali ke rumah utama milik keluarganya.


Ketika ia sampai semua orang sudah terlelap hanya tinggal beberapa pelayan dan pengawal yang sedang berjaga sesuai sift masing - masing.


Begitu masuk kedalam kamar Kalvaro bergegas untuk mandi terlebih dahulu dan melanjutkan istirahatnya.


Waktu menunjukan pukul 08.00 pagi Jakarta, Kalvaro terbangun dari tidurnya ia segera bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka dan sikat gigi terlebih dahulu dan bergegas ikut sarapan.


"Good morning mom, daddy dan putri kecil kakak." Sapa Kalvaro pada anggota keluarga yang sudah menunggu di meja makan.


"Selamat pagi son, kau jam berapa sampai ?" Jawab mommynya sekaligus bertanya.


"Sekitar pukul stengah satu." Jawab Kalvaro sambil mendarat di kursi.


"Sebaiknya makan dulu, kita bisa berbincang - bincang setelahnya." Saran kepala keluarga.


Setelahnya Keluarga Adhitama sarapan dengan tenang, tidak ada yang berbicara dan semua terfokus pada makanan di hadapan mereka, sesudah sarapan bersama tampak mereka berkumpul di ruangan keluarga.


"Bagaimana dengan perusahaan di Dubai ?" Tanya tuan Elbert kepada putranya.


"Semua sudah kembali normal dad." Jawab Kalvaro tegas.

__ADS_1


"Baguslah, tapi kau masih terlalu lamban untuk menyelesaikan masalah kecil seperti itu." Ejek tuan Elbert pada putranya.


"Hmm." Tidak ingin menanggapi Kalvaro hanya berdhem sebagai jawaban.


"Bel bel kamu mau ikut kakak tidak ?" Tanya Kalvaro kepada adiknya.


"Kut itut." Jawab Bella sambil bertepuk tangan.


"Baiklah, ayoo siap - siap." Ucap Kalvaro sambil mengambil ahli adiknya.


"Ohiya, mom dadd ole - oleh untuk kalian sudah aku simpan dikamar kalian tadi jadi tinggal membukanya." Ujar Kalvaro sambil berlalu pergi.


Setelah satu jam berlalu Kalvaro kembali bersama dengan Bella yang berada di dalam gendongannya, adiknya seperti anak koala yang tampak menggemaskan.


"Kalian mau kemana ?" Tanya mommy Emely.


"Hanya berjalan - jalan sebentar." Jawab Kalvaro sambil tersenyum kecil.


"Baiklah, ingat jangan sampai terlambat makan." Ucap tuan Elbert.


"Kami pamit." Ucap Kalvaro sambil mencium pipi kanan dan kiri mommynya.


"Bella, nanti kau akan bertemu dengan kakak iparmu jadi jangan nakal yah nanti." Jelas Kalvaro kepada adiknya ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


"Yayaya." Seolah mengerti balita tersebut tampak berceloteh.



198,879 Like, 5,679 Komen, 1299 Bagikan. 40 menit lalu.


K.Adhitama_ imbackIndonesia


Selama 35 menit perjalanan tampak Kalvaro fokus pada jalanan sedangkan untuk balita kecil yang ikut tampak tertidur pulas.


"Hei hei, udah mau sampai baby." Tampak Kalvaro menoel - noel hidung munyil Bella.


"Tatata." Rengek Bella tampak terganggu.


"Sudah mau sampai sayang." Jelas Kalvaro sambil tersenyum lucu.


"Tata elen." Jelas balita tersebut tampak mengerti dan hanya di tanggapi senyum kecil oleh Kalvaro.


Tit tit Kalvaro membunyikan mobilnya di depan pintu gerbang rumah Keren, dan mendapat sambutan baik dari satpam yang memang sudah mengenalnya.

__ADS_1


"Selamat pagi tuan Adhitama, silakan masuk." Sambut satpam dengan ramah.


"Terima kasih pak." Jawab Kalvaro datar.


"Sudah tugas saya." Jelas Satpam tersebut.


Kalvaro datang membawa setumpuk paperbag sebagai ole - oleh untuk keluarga Nugraha, tampak Kalvaro sedikit gugup ketika berkunjung setelah sekian lama tidak memasuki rumah keluarga Nugraha.


"Bi, Kerennya ada ?" Tanya Kalvaro sopan.


"Ada tuan muda, sebentar bibi panggilkan dulu." Jawab pelayan tersebut sambil berlari kecil.


Bella berdiri tepat disamping Kalvaro sambil menatap kedalam matanya tampak mencari keberadaan seorang gadis cantik yang tidak lain adalah Keren.


Bukan Keren yang terlebih dahulu keluar melainkan tuan muda Felix Nugraha Wijaya, dengan tatapan dingin ia menyapa Kalvaro.


"Ternyata tuan muda Adhitama, ada keperluan apa datang kemari ?" Tanya Felix to the point, suaranya terdengar menyindir dan tatapan dingin membuat Kalvaro sedikit canggung dan Bella yang ada di samping Kalvaro hanya menunduk saja ia takut mendengar suara Felix yang menyeramkan.


"Selamat siang kakak ipar, senang bertemu denganmu." Jawab Kalvaro memberanikan diri, ia tahu siapa yang paling sulit di luluhkan hatinya.


"Cih, siapa kau hingga berani memanggil saya kakak ipar." Ketus Felix dengan tatapan tajamnya.


"Kakak." Terdengar suara dari belakang yang ternyata adalah Keren, menyadari jika ada adiknya Felix langsung melembutkan tatapannya dan aura dinginnya perlahan menghangat.


"Kesini sayang." Jawab Felix sambil melambaikan tangannya.


"Hai." Sapa Keren kepada Kalvaro.


"Apa kabar baby ?" Tanya Kalvaro dengan tatapan penuh kerinduan melihat itu Felix tampak mengepal tangan, lancang pikirnya.


"Cih, hei cantik kenapa diam aja ?" Tanya Keren berahli pada balita yang duduk di samping Kalvaro.


"Atut." Jawab Bella sambil berkaca - kaca.


"Takut ?" Tanya Keren memastikan.


Mata Keren langsung memicing menatap kakaknya, ia tahu persis siapa yang membuat balita cantik itu ketakutan.


"Aku tidak melakukan apapun padanya." Ketus Felix menatap tajam balita yang sudah berada dalam gendongan adiknya.


"Kakak." Tekan Keren kesal


"Apa." Ketus Felix saat adiknya lebih perduli pada balita tersebut.

__ADS_1


"Huft." Tampak Keren hanya menghela nafas dan mencium pipi kakaknya agar tidak tampak kesal tapi sepertinya tindakan tersebut membangkitkan rasa cemburu tuan muda Adhitama.


Selesai.


__ADS_2