
Jika saat ini di ruangan mereka sedang berenang dan juga fokus memperhatikan anak kecil yang baru pertama mereka temui beberapa waktu yang lalu maka berbeda di tempat yang lain ..
"Bagaimana ini, sudah hampir 10 menit anak kita tidak kembali." Teriak nyonya besar tersebut, sebenarnya kemana putri kecil mereka.
"Tenanglah mom." Ucap sang anak pertama ia juga pusing kala adik perempuannya tiba-tiba menghilang begitu saja tetapi mau bagaimana lagi semua sudah terjadi.
"Sekarang bagaimana mommy harus tenang, sedangkan anak mommy tidak kembali dan tak tau dimana keberadaanya." Jawab mommy tersebut dengan setengah berteriak pada anak pertamanya.
"Baiklah maafkan aku .. " Jawab sang anak, setelah mendapat tatapan tajam dari sang daddy ia memilih diam saja.
sungguh anak atau putri kecil yang mereka khawatirkan saat ini tengah tertidur dengan nyaman di ruangan sebelah, suara teriakan dan tangisan antara dua ruangan tersebut tidak mungkin saling terdengar karena ruangan tersebut memiliki kedap suara dan keamanan yang tinggi.
Saat ini tidak bergeser pada manajer restaurant yang telah kelimpungan mencari seorang anak kecil berjenis kelamin perempuan.
"Astaga sebenarnya kemana nona muda tersebut." Ucap menajer sambil menyeka keringatnya tersebut, ia panas dingin takut terjadi sesuatu pada anak pemilik restaurant tempat ia kerja.
"Huft, bagaimana kalian sudah menemukan nona muda ?" Tanya menajer tersebut dengan tatapan tajam, ia sudah mengerahkan keamanan restaurant untuk mencari satu anak kecil.
"Belum tuan, tapi saat ini tuan muda dari keluarga Nugraha Wijaya ingin bertemu dengan anda." Jawab sang pelayan bagian keamanan tersebut.
"Astaga sekarang apa lagi, nona muda dari keluarga Adhitama Kusuma saja belum ditemukan." Jawab sang menajer dengan panas dingin, sebenarnya ada apa dengan hari ini pikirnya.
"Mari tuan." Ucap pelayan tersebut pamit undur diri.
Sementara sang manajer segera bertolak belakang untuk menuju ke ruangan miliknya, tentu saja ia tidak berani untuk membuat tuan muda dari keluarga Nugraha Wijaya untuk menunggu terlalu lama bisa bahaya.
"Ah permisi tuan muda, apa ada yang bisa saya bantu." Ucap sang manajer sopan dan juga ramah.
__ADS_1
"Ehm, sebenarnya saya kemari diminta untuk memanggil anda agar supaya segera bertemu dengan orang tua saya." Jawab Daniel dengan sopan, meskipun beda kasta dan segala - galanya sopan santun terhadap orang yang lebih tua adalah hal yang penting.
Duk duk duk ketika jantung bapak manajer tersebut langsung berdetak dengan cepat apalagi yang akan terjadi setelah masalah yang menimpanya barusan belum selesai.
"Baik tuan muda, mari." Jawab menajer tersebut dengan senyum yang sangat dipaksakan, takut - takut ada apa lagi ini pikirnya.
Cara beranjak dari ruangan tersebut petunjuk ke ruangan VVIP yang sudah dipesan keluarga Nugraha Wijaya tersebut untuk bertemu dengan yang lainnya.
Tok tok tok , tentu saja sebelum masuk manajer tersebut mengetuk pintu dahulu dan setelah mendengar jawaban mengijinkan ruangan tersebut segera dibuka.
"Selamat malam tuan, nyona besar, tuan & nona muda." Sapa menajer tersebut dengan sopan sambil menunduk sebagai tanda penuh hormat.
"Ehm, anak siapa itu, kenapa restaurant bintang 5 biarkan anak dibawah umur berkeliaran tanpa pengawasan dari orang tua, sungguh merepotkan." Langsung saja ucapan tanpa perasaan tersebut keluar dari mulut Felix yang sejak tadi diam.
"Ahh astaga, akhirnya." Pekik manajer tersebut kaget, ia saat ini bingung harus senang dulu atau harus takut mengingat perkataan tuan muda Felix yang pedas dan tak di saring tersebut.
"Maafkan saya tuan, nyonya dan tuan serta nona muda, sebenarnya saya sejak tadi sedang mencari anak kecil berjenis kelamin perempuan tersebut, ia hilang dari pengawasan orangtua, saya mohon maaf sudah dengan lancang merepotkan." Jawab Menajer tersebut dengan sedikit gugup.
"Baik tuan muda, sekali lagi saya mohon maaf." Ucap Manajer tersebut sambil berjalan mendekati nyonya besar untuk mengambil ahli nona muda Adhitama yang hilang dari jangkauan pengawal.
"Kakak, tidak boleh seperti itu." Tegur Keren lembut.
"Ayolah anak kecil itu tidak merepotkan, aku suka bermain dengannya dia menggemaskan." Lagi - lagi Keren berusaha membujuk sang kakak agar melunak, tapi sepertinya pemilihan kata yang kurang tepat membuat Felix melotot.
"Ahh apa kamu tidak senang bermain dengan kakak, sekarang kamu lebi senang bermain dengan anak kecil yang baru kamu temui itu." Kesal Felix yang langsung mendapat teguran sang mommy.
"Felix." Tegur nyonya besar tersebut.
__ADS_1
"Huft." Setelahnya Felix memutuskan untuk diam saja, ia tak ingin berdebat dengan nyonya besar yang berada di hadapannya.
"Sudahlah Felix lagi pula anak kecil itu sudah tidak ada, kamu tidak usah khawatir lagi dia tidak akan membuat adikmu kerepotan." Lerai sang daddy, meski Felix sudah berusia 26 tahun tidak membuat sifat posesif Felix pada Keren berubah.
"Keren, apa kamu sudah memiliki kekasih ?" Tanya Derrel secara random membuat Felix yang masih kesal melotot.
Semuanya kaget dengan pertanyaan yang Derrel keluarkan, yah karena saat ini saja Felix masih kesal bagaimana bisa ia memancing agar supaya tampak kesal, sungguh Derrel menyebalkan.
"Ehmm belum punya." Jawab Keren dengan santai.
"Hei, pertanyaan apa itu, dia masih kecil belum waktunya untuk memikirkan kekasih." Langsung saja Felix naik darah, bener - bener pria yang sensitif pikir mereka.
Kenzo menghela nafas dengan berat Kenapa anak-anaknya selalu saja tidak pernah berdamai, selalu saja ada yang anak-anaknya perdebatkan baik itu penting ataupun tidak.
"Sudahlah, coba satu hari saja kalian semua akur dan memiliki pendapat yang sama maka semua akan menyenangkan." Ucap Kenzo sambil memijat pelipisnya yang pusing.
"Ayo kita pulang, untuk apa berlama - lama disini." Ucap mommy Keyren yang sama pusing dengan sang suami.
Keluarga Nugraha Wijaya segera beranjak dari tempat duduk mereka masing-masing, dan meninggalkan restoran tempat mereka makan malam bersama.
Lain halnya di ruangan sebelah ...
"Permisi tuan, nyonya besar dan tuan muda, saya mengantarkan nona muda." Ucap Menajer dengan sopan.
"Astaga nak, dari mana saja kamu." Mendengar anaknya sudah ditemukan Emely langsung saja beranjak dari tempat duduk dan mendekat pada manajer tersebut ia langsung mengambil ahli putrinya.
"Kau temukan dimana putriku ?" Tanya tuan besar Adhitama.
__ADS_1
"Saya menemukannya diruang sebelah, ia tampak sudah tertidur sepertinya ia sudah cukup lelah menangis, dan menurut isi cctv, anak bapak tersesat dan seseorang menemukannya di toilet lalu menolongnya." Ucap sang manejer.
"Baiklah, terima kasih." Ucap tuan besar dan nyonya besar, untuk tuan muda Adhitama memilih diam karena ia sudah cukup pusing.