
Hari ini Daniel berhasil mendapat informasi mengenai seorang gadis manis yang tidak sengaja menolongnya di Caffe.
"Hai, kau mengingatku tidak ?" Tanya Daniel yang tampak menghampiri seorang gadis manis di Caffw yang sama.
"Eh hai, maaf apa kita pernah bertemu sebelumnya, sepertinya aku tidak mengingat kamu." Jawab gadis tersebut, gadis manis itu tampak sedikit kebingungan serta mencoba untuk mengingat - ingat siapa orang yang berada di hadapannya.
"Ehmm, orang yang kau tolong waktu itu, beberapa hari lalu aku tidak bisa membayar makanan yang aku pesan di tempat ini, dan kau menolongku, apa sekarang kau bisa mengingatku ?" Jelas Daniel tampak antusias, sekaligus harap - harap cemas apa benar gadis ini tidak mengingatnya.
"Ohh, astaga maaf aku benar - benar tidak mengingatmu." Jawab gadis itu dengan tampang polosnya.
"Owhshit, benarkah ia tidak mengingatku, gadis ini benar - benar menarik." Batin Daniel.
"Hahaha tidak apa, ehmm aku belum mengetahui siapa namamu, jadi apa bisa kita berkenalan ?" Tanya Daniel lagi.
"Ehm tentu, namaku Naomi kau bisa memanggilku Nana." Jawab gadis cantik itu, yas namanya Naomi cantik seperti orang.
"Okay Nana, dan yah namaku Daniel, kau bisa memanggilku senyaman yang kau mau." Jelas Daniel sambil tersenyum, akhirnya ia mengetahui siapa nama gadis cantik tersebut.
"Baiklah Daniel, senang mengenalmu." Ucap Nana sambil membalas senyum manis Daniel.
"Tampan." Batin Nana yang merasa terpesona dengan ketampanan tuan muda Daniel.
"Kau sedang sibuk ?" Tanya Daniel sambil menatap laptop Nana sekilas.
"Tidak juga, ohiya silakan duduk." Ujar Nana tampak tak enak hati, ia lupa meminta kenalan barunya untuk duduk.
"Aku pikir akan tetap berdiri." Canda Daniel sambil tersenyum.
"Maaf, aku benar - benar lupa." Ucap Nana sambil menatap Daniel, merasa tidak enak hati tentunya.
__ADS_1
"Hahaha, tidak apa aku hanya bercanda." Jawab Daniel sambil tertawa, ia merasa gemas dengan tingkah Nana.
"Kau mau memesan sesuatu, atau tidak sama sekali." Tanya Nana tampak mengahlikan topik pembicaraan.
"Sepertinya tidak, aku sudah kenyang." Jawab Daniel.
"Lalu, bagaimana kau bisa ada disini jika tidak memesan sesuatu ?" Tanya Nana tampak bingung.
"Apa ada tulisan wajib pesan ?" Tanya Daniel balik.
"Tidak ada." Jawab Nana polos.
"Makanya aku tidak memesan." Jawab Daniel yang merasa gemas sendiri melihat gadis manis yang tampak begitu polos dihadapannya.
"Terserah kau saja." Jawab Nana seadanya.
"Berapa usiamu ?" Tanya Daniel sambil menatap Naomi.
"Kau tidak perlu menatapku seperti itu, usiaku sudah dewasa 21 tahun." Jawab Naomi sedikit ketus, ia merasa tidak nyaman jika harus di tatap oleh Daniel seperti itu.
"Sudah dewasa, kalau begitu sudah memiliki suami yah." Timpal Daniel seadanya.
"Tidak." Jawab Naomi singkat.
"Oh baguslah kalau begitu." Ucap Daniel lirih.
"Sekarang kau kuliah ?" Tanya Daniel lagi.
__ADS_1
"Yah, semester 7." Jawab Naomi seadanya.
"Ehmm, kapan kau berencana untuk menikah ?" Tanya Daniel lagi.
"Kenapa kau terus bertanya ?" Tanya balik Naomi, ia mulai malas menanggapi Daniel yang menurutnya terlalu cerewet.
"Tidak apa, aku hanya bertanya, memangnya tidak boleh." Sewot Daniel.
"Aku tidak mengatakan jika tidak boleh bertanya." Jawab Naomi tidak kalah sewot.
"Hmm, lalu kenapa tidak langsung menjawab saja." Lirih Daniel yang masih bisa didengar oleh Naomi.
"Sudahlah." Jawab Naomi sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Eh, kau mau kemana ?" Tanya Daniel.
"Pulang, aku harus segera kembali kerumah." Jawab Naomi.
"Ohh, mau ku antar pulang ?" Tawar Daniel, sekaligus mencari tahu dimana Naomi tinggal.
"Tidak perlu, aku datang menggunakan mobil." Ucap Naomi menolak secara halus.
"Baiklah, sekarang tinggalkan nomor ponselmu." Ujar Daniel dengan tegas, terkesan memaksa bukan meminta hmm.
"Ini kartu namaku, jangan menghubungiku jika tidak ada hal penting." Ucap Naomi sebelum benar - benar meninggalkan Daniel seorang diri.
"Yaps, berhasil." Ucap Daniel dalam hati.
Jangan bosen - bosen yah untuk dukung karya Author, Like, Komen dan berikan Hadiah sebanyak mungkin, dan jangan lupa untuk Vote sebagai pelengkap Vitamin A-Z.
__ADS_1