
Di jumat pagi Keren tampak sudah bangun dari tidur panjangnya, ia bersiap-siap untuk ikut sarapan pagi.
Ketika ia turun dan tiba di meja makan tampaknya para tuan muda sudah berkumpul terlebih dahulu menunggu sang tuan putri.
"Selamat pagi princess. " Sapa mereka semua sambil tersenyum menatap saudari mereka satu - satunya.
"Selamat pagi juga untuk para pangeranku yang tampan." Jawab Keren sambil terkekeh kecil, sedangkan para pangerannya hanya tersenyum kecil.
Setelah itu mereka bersiap-siap untuk makan, seperti biasanya tidak diperbolehkan untuk berbicara selama kegiatan sarapan berlangsung.
Setelah beberapa menit lamanya, akhirnya tempat pelayanan dan juga satu tuan putri sudah selesai menghabiskan sarapan milik mereka masing-masing.
"Keren, kamu mau kemana ?" Tanya Darrel melihat adiknya yang berpenampilan rapi.
"Aku hanya ingin pergi ke mall sebentar saja, apa bole ?" Tanya Keren meminta ijin sambil mengedip - edipkan matanya.
"Yah, tentu saja." Jawab Darrel sambil tersenyum kecil.
"Tapi harus membawah beberapa pengawal dan pelayan." Sambung Darrel tegas tidak ada penawaran.
Mendengar syarat dari Darrel, Keren langsung saja menatap pada kakaknya Felix dengan tatapan memohon bantuan, Felix yany mendapat tetapan tersebut hanya diam saja, begitu pula dengan Aeron dan Daniel karena mereka setuju dan tidak ingin adik mereka berpergian sendiri.
"Ishh, menyebalkan." Cemberut Keren karena tidak ada yang mau membantunya.
"Kalau misalnya punya tidak mau, kau bisa tinggal di rumah saja." Ujar Darrel mengandung ancaman.
" Siapa bilang tidak mau." Kesal Keren.
"Hahaha sudahlah kau memang masih kecil jadi harus dikawal." Ledek Daniel kepada adiknya.
"Kakak." Rengek Keren kepada Felix begitu mendengar ledekan dari Daniel.
"Daniel." Ucap Felix penuh penekanan.
"Dasar tukang aduh." Kesal Daniel pada adik perempuannya.
"Blee." Keren langsung menjulurkan lidahnya begitu mendapat pembelaan dari kakak Felix.
"Daniel, hari ini kau ada kegiatan apa ?" Tanya Darrel kepada adik laki - lakinya.
"Sepertinya tidak ada, emangnya kenapa?" Jawab Daniel setelah berpikir.
"Temanin adik perempuanmu, jaga dia dengan baik." Titah Darrel.
"Ishh, tidak mau." Jawab Keren dan Daniel secara bersamaan.
"Bagaimana jika kak Aeron saja yang pergi menemani aku." Tawar Keren sambil mengedip - edipkan mata.
"Tidak bisa." Jawab Aeron cepat dan membuat Keren cemberut.
"Daniel." Terdengar suara penuh penekanan dari Aeron.
"Baiklah." Jawab Daniel pasrah.
"Hari ini kita makan siang bersama, aku tunggu di kantorku." Ucap Darrel tegas.
"Ingat, dan jangan terlambat." Tegas Darrel sekali lagi.
"Kakak berangkat, jaga diri kalian masing - masing, hubungi aku jika ada kendala." Pesan Darrel setelah mengecup singkat kening sang adik perempuan.
"Aku juga harus berangkat." Ucap Felix sambil memeluk sang adik perempuan.
"Hmmm, sepertinya aku juga harus berangkat." Lanjut Aeron yang ingin langsung ke mobil.
"Kakak." Teriak Keren sambil berlari dan hampir kesandung untuk mendapatkan pelukan kakak Aeron tercinta.
Darrel dan Felix memelototkan mata melihat adik perempuan mereka hampir jatuh, sedangkan Daniel menahan nafas hampir saja pikirnya.
"Kau ini sudah besar, jangan lari - lari nanti bisa jatuh." Omel Aeron kepada Keren.
"Kau tidak memelukku." Omel Keren cemberut.
"Maaf." Ucap Aeron memilih untuk meminta maaf.
__ADS_1
"Sudah sana, hati - hati di jalan kakak - kakakku yang tampan, cari uang yang banyak yah." Ucap Keren sambil melambai - lambaikan tangannya.
Setelah ketiga pemuda meninggalkan halaman rumah, Daniel dan juga Keren segara beranjak untuk masuk ke dalam rumah.
"Hari ini kita akan kemana ?" Tanya Daniel kepada Keren.
"Mall." Jawab Keren singkat.
"Apa kau tidak bosan." Tanya Daniel.
"Ada yang harus aku beli untuk besok." Jawab Keren.
"Baiklah." Jawab Daniel.
"Sebentar, aku ingin mengambil tasku." Ucap Keren berlari menaiki tangga.
"Keren hati - hati." Teriak Daniel sambil melotot, jangan sampai adiknya jatuh pikirnya.
"Iya." Jawab Keren sambil berteriak.
10 menit berlalu, akhirnya Keren turun juga.
"Sudah, ayo." Ajak Keren kepada kakaknya Daniel.
"Baiklah, apa tidak ada yang ketinggalan? Tanya Daniel kepada adiknya.
"Tidak ada." Jawab Keren setelah memeriksa isi dompetnya.
Ketika mereka sampai di depan teras rumah, tampak sudah ada 12 pengawal dan juga 3 pelayan.
"Huft." Keren tampak menghela nafas melihat banyak sekali yang ikut dengan mereka.
"Jangan terlalu mencolok, tapi tetap waspada." Titah Daniel yang memahami jika Keren merasa tidak nyaman.
5 mobil pajero sport yang digunakan oleh para pengawal serta pelayan yang ikut, masing - masing mobil terisi 3 orang.
Sementara Daniel dan juga Keren menaiki mobil Alphard keluaran terbaru dengan satu supir serta satu pengawal di dalamnya.
"Kita kemana terlebih dahulu ?" Tanya Daniel kepada adiknya.
"Tempat beras, ambil 10 karungberas yang isinya 20kg / karung." Jawab Keren.
"Selanjutnya ?" Tanya Daniel setelah selesai dengan beras.
"1 karung terigu, ambil yang 50kg." Jawab Keren sambil bergeser.
"15 botol minyak, ambil yang 1 botolnya isi 5kg." Ucap Keren lagi.
"Kalian bisa menaruh 3 troli yang sudah penuh terlebih dahulu di dekat kasir, titipkan pada yang lainnya dan ambil troli kosong lainnya." Ucap Keren kepada ketiga pengikut.
"Baik nona." Jawab mereka.
Sambil menunggu mereka kembali, tempatnya Keren memeriksa apa saja yang harus dibeli melalui handphonenya.
Akhirnya mereka kembali, Keren langsung saja meminta untuk memasukan barang - barang yang ada di depan mereka.
"Kecap manis 20 botol, kecap asin 15 botol." Ucap Keren lagi.
"Sirup 15 botol masing - masing rasa." Ucap Keren karena disitu tampak ada 3 macam rasa.
"Susu kental manis 10 kaleng." Lanjut Keren.
"15 kaleng ikan tuna yang besar, dan 20 kaleng ikan tuna yang sedang." Lanjut Keren lagi.
"Cukup, kalian ganti keranjangnya sudah hampir penuh." Titah Keren.
Kalian taukan kerang yang di lotte grosir, jadi sebanyak itu 3 keranjang masih muat yah.
"Susu dancow masing - masing rasa 10 dus." Ucap Keren. karena di rak tersebut ada rasa vanila, cokelat dan juga strawberry..
"Susu milo 15 dus." Lanjut Keren.
"Susu bayi dan balita, masing - masing rasa 5 dus yah." Ucap Keren lagi.
__ADS_1
"Sekarang sereal untuk sarapan ambil 20 dus yah, apa masih muat ?" Tanya Keren.
"Masih nona." Jawab salah satu di antar mereka.
"Baiklah, ambil juga sereal untuk bayi 20 dus." Lanjut Keren.
"Mereknya nona ?" Tanya mereka.
"Terserah, yang penting enak dan berkualitas." Jawab Keren.
"Teh, dan macam - macam minuman, masing - masing ambil 1 lusin." Lanjut Keren.
"Bawalah dulu keranjangnya." Titah Keren.
"Astaga, pembalut untuk malam dan siang masing - masing 15 bungkus yah, jangan lupa pempers setiap ukuran ambil 5 bungkus." Lanjut Keren.
"Apa masih banyak ?" Tanya Daniel kepada adiknya.
"Sebentar lagi, tinggal jajanan ringan dan beberapa peralatan panti." Jawab Keren sambil tersenyum.
"Baiklah." Jawab Daniel.
" Chitato, lays masing - masing ambil 10 dus." Ucap Keren.
" Oreo, ovaltine masing - masing ambil 10 dus." Lanjut Keren.
"Permen sugus ambil 10 bungkus." Ujar Keren lagi.
"Silverqueen ambil 20 dus." Lanjur Keren lagi.
" Toblerone ambil 20 dus juga." Ucap Keren.
" Jangan lupa ambil beng - beng 10 dus." Lanjut Keren mengingatkan.
" Ambil makanan ringan lainnya, masing - masing 5 dus." Lanjut Keren mulai bingung memilih.
" John, minta yang lain untuk mengantri terlebih dahulu, jika kalian ada yang mau dibeli ambil saja, tapi jangan sampai tercampur dengan bahan - bahan milikku tadi." Ucap Keren kepada kepala pengawal yang mengikuti mereka.
"Terima kasih nona." Ujar John.
"Sama - sama, cepatlah masih ada beberapa yang harus kau lihat." Ucap Keren sambil berjalan terlebih dahulu.
"Barang apa lagi yang dibutuhkan ?" Tanya John.
"Freezer 3 nona untuk penyimpanan daging, dan 2 untuk penyimpanan eskrim" Jawab John dengan sopan.
"Baiklah, sekarang bacakan apa saja selain itu." Jawab Keren.
"2 ember cat berwarna putih, dan 2 berwarna abu - abu, setelah itu meja 50 meja belajar yang besar, dan 20 meja belajar ukuran kecil, 50 pack buku tulis dan peralatan tulis menulis, 100 kursi kuliahan." Jawab John.
"Minta mereka menyiapkannya, jika disini stoknya kurang cari di tempat lain untuk yang itu." Ujar Keren.
"Sebentar malam barangnya sudah harus ada, dan besok kita akan membawa ke panti." Ucap Keren.
"Baik nona." Jawab John.
Setelah itu mereka langsung saja bergegas ke kasir, ternyata masih banyak sekali barang yang belum di scan dan tampaknya membutuhkan waktu stengah sampai dengan satu jam.
"Telpon saja jika semua sudah hampir selesai." Ucap Keren sebelum meninggalkan yang lainnya.
Benar saja perkiraan Keren, setelah satu jam mereka kembali karena sudah mendapatkan panggilan dari John.
"Total 392.000.000" Ujar kasir tersebut, harga tersebut sudah di potong oleh diskon.
"Ini." Ucap Keren sambil menyerahkan Black card miliknya.
"Mba saya pesan satu kontainer untuk mengantar semuanya." Ucap Keren karena belanjaanya tidak muat di mobil.
"Baik nona, silakan ikuti teman saya untuk kelanjutannya." Ucap kasir tersebut sambil menyerahkan black card milik Keren.
"John." Panggil Keren kepada kepala pelayan.
"Setelah itu kalian bisa makan siang, dimanapun billnya kau kumpulkan dan aku akan mentransfer uang yang kalian keluarkan untuk makan siang sebagai gantinya" Lanjut Keren.
__ADS_1