
Saat ini Derrel, Alicia berada di pesawat yang sama dan berada di bussines class, Alicia dan Derrel sibuk dengan kegiatan mereka masing - masing.
Alicia tampak memanjakan lidahnya dengan berbagai sajian yang disediakan oleh pihak maskapai, ia memesan beberapan makanan khusus untuk dirinya dan Derrel.
"Kita berada dalam pesawat, sebaiknya lepaskan saja tabmu dan nikmati perjalanan ini." Ketus Alicia pada Derrel.
"Bisakah kau menikmati makananmu tanpa menggangguku." Jawab Derrel dengan lirikan mautnya.
"Tidak bisa, apa masalah padamu." Tidak ingin kalah, Alicia kembali menjawab.
"Sudahlah, aku tidak ingin berdebat denganmu." Putus Derrel.
Alicia tampak kesal dengan respon Derrel, ia mulai berdiri dengan makanan ditangannya dan berjalan menuju Derrel.
Degg.
Alicia menjatuhkan bokongnya diatas pangkuan Derrel, Derrel tampak memejamkan mata sebentar sementara Alicia tampak mengalungkan tangannya.
"Kau tidak bisa di ajak bicara baik - baik, jadi buka mulutmu dan aku akan menyuapimu." Titah Alicia dengan tatapan tajamnya.
Derrel entah apa yang membuat ia menurut, tangannya dilingkarkan di pinggang Alicia, matanya berubah menjadi tajam.
"Alicia, apa kau tidak sadar sedang berada dalam posisi mengancam keamananmu sendiri." Bisik Derrel dengan suara parau.
"Kau yang mengundangku Alicia, dan aku tidak akan melepaskanmu setelah ini." Lanjut Derrel tidak lupa ia sedikit mencium leher jenjang Alicia.
Deg.
Alicia gugup stengah mati menyadari posisi mereka yang begitu intim, ia menatap Derrel sebentar sebelum beranjak.
"Shit, aku lupa ia lelaki normal." Kesal Alicia stengah mati.
Alicia tampak salah tingkah setelah itu, sementara Derrel menyeringai sadis ia sudah menetapkan Alicia sebagai wanitanya.
__ADS_1
Mereka mendarat dengan selamat di Inggris.
Derrel ia tampak melingkarkan tangannya di pinggang Alicia, Alicia tidak dapat menolak melihat tatapan tajam Derrel.
"Sebentar lagi kau akan bertanggung jawab nona Alicia." Bisik Derrel didalam taksi.
"Cih." Decih Alicia.
Saat ini mereka dalam perjalanan menuju kediaman utama William Althur, Derrel sudah pernah bertemu dengan tuan Althur dalam pertemuan bisnis jadi ia tidak terlalu khawatir.
Begitu sampai di depan gerbang, Alicia menurunkan kacanya agar bisa segera masuk tanpa melewati banyaknya pemeriksaan.
"Selamat datang kembali nona muda." Sapa penjaga gerbang utama.
Alicia hanya menganggukan kepala, nona muda pembangkang telah kembali informasi beredar dengan begitu cepat.
Alicia dan Derrel turun setelah dibuka kan pintu, kehadiran Derrel sudah jelas membuat mereka kaget, siapa pemuda tampan yang datang bersama dengan nona muda Althur.
"Hmm." Jawab Alicia.
"Ayo." Lanjut Alicia pada Derrel.
Derrel mengikuti langkah kaki Alicia, tatapannya terlihat begitu tajam dan menusuk, beberapa orang tampang mencuri pandang dengan hadirnya seorang pemuda asing dalam kediamana tuan William Althur.
Begitu sampai diruang keluarga, Alicia tampak berhambur dalam pelukan mommynya.
"Ratuku, kenapa menatapku seperti itu,hmm." Ucap Alicia pada mommynya.
"Duduklah Alicia, kau membawa tamu kemari jadi bersikap baiklah." Tutur tuan William pada putrinya.
"Astaga aku melupakannya, duduklah Derrel." Jawab Alicia, tidak lupa ia menarik lembut lengan Derrel.
"Selamat siang tuan, nyonya Althur, senang bisa kembali bertemu kalian." Sapa Derrel dengan akrab, ia sedikit tersenyum sebagai sapaan.
__ADS_1
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya ?" Tanya Ny. Althur.
"Saya Derrel Nugraha, kita pernah sesekali bertemu dalam dunia bisnis nyonya. Apa anda bisa mengingat saya." Jelas Derrel.
"Ternyata kau, pantas saja sejak tadi wajahmu terasa familiar." Timpal tuan Althur dengan nada yang mulai terdengar santai.
"Pemuda tampan yang selalu datang sendiri dalam perjamuan bisnis bukan." Ledek ny. Althur pada Derrel.
"Saya tidak bisa membantahnya ny." Jawab Derrel dengan senyum tampannya.
"Astaga, aku baru menyadari. Bagaimana bisa kau datang bersama putri ku ?" Tanya ny. Althur dengan tatapan heran.
"Kalian bisa menjalaskan setelah makan siang nanti, sekarang sudah waktunya kita makan siang." Potong tuan Althur.
"Baik." Jawab Derrel.
Setelahnya mereka tampak makan siang bersama, Derrel sesekali membahas bisnis bersama tn. William. Begitu selesai tn. William langsung saja menggiring mereka keruangan santai.
"Jadi bisakah kau menjelaskan kenapa bisa bersama putriku ?" Tanya tn. William.
"Kami tidak sengaja bertemu di Belanda, sore itu aku bersama assistenku Maxx dalam perjalanan pulang menuju mension, di tengah perjalanan tiba - tiba mobil kami di tabrak oleh nona Keren, untuk memastikan apa yang terjadi kami segera berhenti dan melihat pengendara tersebut, tampa disangka seorang gadis mengendarai mobil dengan keadaan stengah sadar, karena aku memiliki satu adik perempuan aku tidak sampai hati meninggalkannya dan membawa ia pulang, setelah makan malam ia meninggalkan mensionku, tapi sebelum itu ia memberi penawaran apa bila membutuhkan bantuan aku bisa menghubunginya kapanpun, keesokan harinya aku meminta Maxx menghubunginya dan ingin meminta bantuan sesuai penawaran nona Alicia. Nona Alicia menolak dan mengatakan jika ia sudah diminta kembali ke Inggris hari itu juga maka aku memutuskan untuk mengikutinya dengan niat meminta ijin kepada tn. William." Jelas Derrel panjang lebar.
"Dan sekarang kami bersama disini." Lanjut Derrel mengakhiri.
"Alicia, kau dalam keadaan stengah sadar. Sejak kapan kau mengkonsumsi alkohol." Tanya tn. William pada putrinya.
"Aku, aku .. setelah tiba di belanda aku menemukan kekasihku sedang bersama seorang wanita di apartemennya, jadi memutuskan untuk meminum sedikit alkohol." Jelas Alicia dengan sedikit gemetaran.
"Tapi kau mabuk." Potong Derrel.
"Aku hanya meminum 3 gelas kecil, efek dari tidak pernah menyentuh alkohol aku jadi mabuk." Bela Alicia dengan ketus.
"Itu menjadi karma untuk dirimu Alicia, daddy sudah berulang kali mengatakan untuk menjadi putri penurut, tapi kau selalu membangkang." Sindir tn. William.
__ADS_1