Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Episode 37


__ADS_3

Jangan lupa memberikan Like, Komen, hadiah dan Vote sebagai bentuk dukungan kalian yah, share juga novel ini ke teman - teman kalian dan yang terakhir ratenya bintang 5 yah, terima kasih pembaca setiaku.


Sekarang adalah - 2 H pernikahan selama dua hari menjelang hari besar kedua calon mempelai baik pria maupun wanita memilih menghabiskan waktu bersama dengan keluarga masing - masing.


Di kediaman keluarga Kalvaro Adhitama.


Para kerabat dekat sudah mulai berkumpul suasana semakin ramai menjelang hari pernikahan sang tuan muda pewaris dari kerajaan bisnis tuan Adhitama.


Para kerabat tentu saja senang karena saudara mereka akan mendapat pendamping hidup yang bibit, bebet, bobotnya jelas, mereka sudah mengetahui dan mendukung keputusan Kalvaro untuk meminang putri satu - satunya keluarga Nugraha.


"Wah, paman benar - benar bangga padamu, sekalinya melabukan hati langsung sampai menikah." Ucap seorang paman dari keluarga mommynya..


"Yah benar, bibi juga sangat setuju karena calon istrimu memiliki latar belakang yang jelas dan lagi yang bibi dengar ia bukan hanya seorang nona muda yang bergantung pada nama besar keluarga melainkan seorang gadis karier, benar - benar menakjubkan." Puji bibinya lagi yang tidak lain adalah istri paman yang sebelumnya berbicara.


"Hahaha bibi, dan paman terlalu berlebihan." Sambil terkekeh Kalvaro menanggapi ocehan paman dan bibinya yang tampak berkoar - koar dengan kelebihan calon istrinya.


"Lihatlah tuan muda ini, ia bahkan tetap membiarkan calon istrinya berkerja padahalkan uangnya sudah banyak." Tiba - tiba saja terdengar suara yang Kalvaro kenal baik, itu adalah paman Holly Hong seorang pengusaha berlian tempat mereka memesan cincin pernikahan.


"Ayolah paman, apa yang membuatnya bahagia maka aku tidak akan melarang lagi pula setelah menikah semua pekerjaannya akan diserahkan ke orang kepercayaannya." Jawab Kalvaro sambil memutar bola mata malas sepertinya menanggapi paman Holly yang begitu cerewet.


"Hmm, dimana nenek dan kakek ?" Tanya tuan Holly kepada Kalvaro seakan sudah malas membahas mengenai pernikahan tuan muda tersebut.

__ADS_1


"Mereka di taman belakang sepertinya sedang mengawasi yang lain bermain." Jawab Kalvaro sambil mengarahkan pandangannya.


"Baiklah, ayo kita bergabung dengan mereka." Ajak paman Holly kepada sepasang suami istri yang sebelumnya mengobrol dengan Kalvaro.


Kalvaro hanya menghela nafas begitu ia ditinggalkan begitu saja, ia memantau cctv isi rumahnya terlihat jelas suasana rumahnya yang sudah mulai ramai bahkan keluarga besar daddynya belum semua datang hanya beberapa saja karena sebagaian ada yang menetap di canada dan swiss.


"Hai brother, apa kabar ?" Tanya seorang pemuda tampan ia menggunakan kacamata hitam dan ada soda kaleng di tangannya, tanpa meminta ijin ia langsung duduk di hadapan Kalvaro membuat si tuan rumah mendengus kesal.


"Sam, kapan kau sampai ?" Tanya balik Kalvaro tanpa menjawab pertanyaan dari Samuel Adhitama salah satu kerabat dari keluarga bokap.


"Tadi pagi, sepertinya ketika aku sampai kau masih belum bangun jadi aku memutuskan untuk ikut bergabung dengan yang lain untuk istirahat." Jawab Samuel sambil melepas kacamatanya.


"Hmm." Hanya itu tanggapan Kalvaro.


"Tidak ada yang sama cantiknya dengan istriku, jadi kau tidak akan menemukannya." Datar Kalvaro ia tampak kurang suka jika sepupunya yang terkenal casanova memuji calon istrinya.


"Ahhh ayolah, aku tidak mengingkan jawaban seperti itu." Sebal Sam kepada Kalvaro.


"Kalau begitu jangan bertanya kepadaku." Jawab Kalvaro acuh.


"Baiklah - baiklah." Jawab Samuel mengalah.

__ADS_1


Yah seperti itulah suasana kediaman keluarga Adhitama, hampir sama halnya dengan suasana di kediaman keluarga Nugraha.


"Kakak, sepertinya aku memiliki kandidat yang cocok untukmu." Ujar Keren sambil menatap ke arah salah satu kakaknya yang tampak memicitkan mata.


"Kandidat apa ?" Tanya Aeron datar.


"Hmm, ayolah bagaimana sehabis aku menikah kakak yang menikah saja ?" Bukan menjawab Keren mala mengusulkan sesuatu yang membuat Aeron puyeng.


"Bicaralah yang jelas." Tuntut Aeron kepada adiknya.


"Baiklah, Sarah adalah salah satu nona muda yang memiliki standart yang cukup tinggi, aku tahu jika selama ini Sarah menaruh hati lebih padamu kak, kakak juga bisa melihat itu sendiri ia berbeda dari yang lain ia tidak memandang kakak & aku karena setatus keluarga melainkan dengan hati yang bersih." Ucap Keren dan menjeda ucapannya.


"Jika boleh meminta sebagai kadoku, nanti aku ingin kakak meluai membuka hati." Ujar Keren sambil tersenyum dengan nada lembut.


"Hmmm, Keren." Jawab Aeron yang terhenti ia kehilangan kata - kata.


"Kakak akan memikirkannya okay." Lanjut Aeron sambil tersenyum kecil, ia tidak bisa menolak permintaan adiknya apa lagi adiknya meminta hal itu sebagai hadiah.


"Aku menyayangimu." Jelas Keren sambil memeluk Aeron dari samping, Aeron pun membalas pelukan penuh kasih dari adiknya.


Seperti itulah kira - kira kegiatan mereka menjelang hari besar.

__ADS_1


Jangan lupa memberikan Like, Komen, hadiah dan Vote sebagai bentuk dukungan kalian yah, share juga novel ini ke teman - teman kalian dan yang terakhir ratenya bintang 5 yah, terima kasih pembaca setiaku.


__ADS_2