Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Paris X keadaan mamud


__ADS_3

Jauh berbeda dengan Daniel yang berhasil mendapatkan nomor Naomi tanpa bersusah payah, saat ini Felix tengah dilanda kebingungan.


Sisa 5 hari ia mengurus kantor, tapi hari ini Selena ijin tidak masuk dengan alasan kurang jelas dan ia tidak bisa menerima begitu saja.


"Selena, sebenarnya kemana gadis itu." Batin Felix tampak berpikir keras, ia sudah meminta Jesen untuk mencari tahu di apartement Selena, hanya saja menurut Jesen selena sedang tidak berada di apartementnya.


"Jesen, apa kau sudah bisa melacak dimana Selena, kenapa dia tiba - tiba menghilang begini ?" Tanya Felix sambil memejamkan mata, berusaha agar tidak emosi.


"Maaf tuan, lokasi handphone nona Selena berada di apartementnya, sepertinya dia memang dengan sengaja pergi tanpa membawa handphone." Ujar Jesen dengan hati - hati, seharian ia sudah berusaha mencari Selena tapi tidak ada petunjuk dimana gadis bosnya berada.


"Huft, sepertinya hari ini aku harus bersabar, mungkin ia sedang ingin sendiri." Simpul Felix yang tidak ingin berpikir macam - macam.


Sementara itu disuatu tempat yang jauh dari kota, tampak seorang gadis cantik yang tengah duduk di tengah - tengah kota.


Gadis itu adalah Selena, Selena berada di sebuah desa yang mana cukup jauh dari kota, ia datang berkunjung melihat makam kedua orangtuanya yang sudah lama meninggalkan sekaligus mengenang masa kecilnya didesa itu.

__ADS_1


"Kenapa takdir begitu rumit." Batin Selena, ia menatap sekeliling tempat biasa ia bermain bersama kedua orangtuanya, tempat itu tampak tidak banyak berubah.


Indonesia.


Saat ini terlihat seorang wanita cantik sedang menyuapi putri - putrinya, yah itu adalah Keren ia menjadi ibu muda yang begitu baik dan terkesan hampir sempurna.


"Alexa, hati - hati sayang nanti jatuh." Ucap Keren dengan lembut tapi matanya mengisyaratka kekhawatiran yang begitu besar.


Bayi usia tiga bulan itu hanya diam saja dan tersenyum, ia sepertinya paham jika bundanya merasa khawatir terhadap dirinya.


"Tatata." Terdengar suara bayi, Keren mengahlikan tatapannya disamping kiri.


"Kenapa hmm ?" Tanya Keren pada putri bungsunya.


"Tatata." Yah hanya itu yang bisa dikatakan oleh bayi tiga bulan.

__ADS_1


"Anak bunda gemesin banget sih, sini sayang." Ucap Keren sambil mencium pipi putrinya.


Jika kalian bertanya dimana putri cantik yang satu, jawabannya adalah sedang tidur, Aurora bayi tiga bulan yang selalu terlelap dimanapun ia berada.


Aurora bahkan tidak akan merasa terganggu dengan suara adik dan kakaknya, bayi cantik itu begitu tenang terlelap.


Saat ini tanggung jawab Keren adalah menjadi seorang istri yang baik untuk sang suami, dan menjadi bunda yang baik untuk ketiga putrinya.


Keren memilih melepaskan kariernya dan mempercayakan semua pada paman Jhon & suaminya, semua masih menjadi miliknya bahkan asset - asset kekayaannya semakin bertambah dari suami dan penghasilannya.


Kalvaro pria tampan yang berstatus ayah muda itu, sekarang ia bekerja dari jam 8 sampai pukul 4 sore, selama beberapa tahun kedepan ia memutuskan untuk tidak terlalu banyak berkerja karena ingin menghabiskan waktu bersama istri dan melihat tumbuh kembang ketiga putri cantiknya.


Jika kalian bertanya, apa mereka akan menambah momongan, maka jawabannya adalah TIDAK, Kalvaro memutuskan untuk tidak menambah anak lagi bagaimanapun proses persalinan sang istri masih begitu membekas.


Sebentar lagi novel si kembar akan segera di publish yah, sekarang Author fokusin ini dulu (Nona Muda Incaran CEO) sekaligus melanjutkan novel Anak Yang Dibuang.

__ADS_1


Jangan lupa memberi dukungan kalian sekaligus menambahkan karya author ke favorite dan ikutin juga profil author, terima kasih.


__ADS_2