Nona Muda Incaran CEO

Nona Muda Incaran CEO
Derrel X Alicia.


__ADS_3

"Pesan makanan saja, kalau tidak pergi beli makanan, aku tidak akan makan dirumah malam ini." Ucap Derrel begitu mereka tiba dibawah.


"Baik tuan muda, apa ada makanan tertentu yang diinginkan ?" Jawab Maxx, tidak lupa menanyakan makanan yang diinginkan tuanmudanya.


"Tidak ada, terserah padamu saja beli untuk porsi tiga orang jangan sampai kurang." Ujar Derrel.


"Baiklah tuan, saya akan segera kembali dalam waktu 45 menit." Pamit Maxx pada tuan mudanya.


Sedangkan didalam kamar, seorang gadis yang tampak masih pusing ia mulai tersadar dan perlahan membuka mata, mendapati dirinya berada didalam kamar asing, ia langsung saja memeriksa keseluruhan tubuhnya.


"Huft, aman." Batin gadis tersebut, ia kemudian sekali lagi menatap sekeliling dan beranjak dari ranjang.


"Dimana aku, kenapa aku tidak bisa mengingat apapun." Batin gadis tersebut.


"Ini kamar siapa ?" Tanya - tanya sekali lagi.

__ADS_1


"Itu pintunya, ini sepertinya sebuah mension, sekarang sebaiknya aku segera mencari pemilik mension ini dan bertanya kenapa aku bisa berada disini." Batin gadis itu berdialog.


Begitu keluar ia merasa terpesona dengan design rumah asing ini, mension yang didalamnya terdapat beberapa ukiran kuno.


Berjalan beberapa langkah akhirnya ia tiba diruangan yang tidak besar dan tidak kecil, lebih tepatnya ruangan keluarga dan mendapati seorang pemuda tampan yang menatap tajam pada dirinya.


"Ehm, sorry apa kau pemilik mension ini ?" Tanya gadis itu berhati - hati.


"Menurutmu." Pemuda itu bukan langsung menjawab tapi memilih melempar pertanyaan kembali.


"Kau tidak mengingatnya ?" Tanya pemuda itu dengan alis yang terangkat.


"Aku tidak dapat mengingat apa - apa ketika bangun tadi, jadi bisa bantu aku mengetahui kenapa bisa berada di mensionmu ?" Jelas gadis itu dengan tampang kebingungan.


"Kau mengendarai mobil dalam keadaan tidak stabil, kau juga menabrak mobilku dari belakang, dan kau meminta tolong agar aku membantumu, jadi aku membawamu kemari dan mobilmu ada didepan." Jelas Derrel dengan wajah tanpa adanya ekspresi.

__ADS_1


"Apa benar seperti itu, terima kasih banyak untuk bantuannya tuan, saya tidak tahu bagaimana nasib saja jika bertemu dengan orang lain." Ucap gadis itu lagi.


"Siapa namamu ?" Tanya Derrel.


"Alicia, aku biasanya dipanggil Cia." Jawab gadis itu sopan.


"Baiklah, aku Derrel. Sebentar lagi ada yang akan datang membawa makan malam, tinggalan sebentar untuk makan malam dan kau bisa pergi." Ucap Derrel dengan sadar mengusir gadis asing itu, ia tidak ingin terlalu berlama - lama membiarkan seorang gadis asing bertahan dalam mension ini.


"Terima kasih tuan, dan yah untuk biaya kerusakan mobil anda akan saya gantikan, ini kartu nama saya mohon diterima." Ucap Alicia dengan tegas, tampaknya gadis ini tidak ingin berhutang budi.


"Aku bisa membeli mobil baru jika aku mau, jadi tidak butuh uangmu untuk masalah mobilku." Ketus Derrel, padahal niat Alicia tidak buruk.


"Maaf jika menyinggung anda tuan, saya hanya merasa perlu mempertanggung jawabkan kesalahan saya." Alicia memilih untuk merendah, ia masih punya rasa hormat untuk orang yang sudah menolongnya.


"Simpan saja uangmu, dan jangan merepotkan orang lain lagi diluar sana." Jawab Derrel dan berlalu meninggalkan Alicia seorang diri.

__ADS_1


"Pemuda yang tampan, badannya juga terlihat begitu gagah tapi sayang mulutnya begitu lemas." Batin Alicia dengan menggeleng - gelengkan kepala dan kembali memasukan kartu namanya kedalam kantong.


__ADS_2