
Saat ini di ruang makan begitu suasana terlihat begitu canggung Derrel, Maxx, Alicia sama - sama diam dan menikmati makanan mereka.
Alicia sama sekali tidak terpikat dengan pesona Derrel, sama seperti wanita lain diluar sana, sedangkan Derrel sesekali mencuri pandang pada gadis asing yang tidak sengaja dia tolong.
"Apa bos tertarik dengan gadis asing ini, tapi kalaupun ia mereka terlihat cocok yang satu tampan dan yang satu juga cantik." Batin Maxx dengan segala praduganya.
"Sudahlah, dari pada aku memikirkan hal yang bukan menjadi urusanku sebaiknya aku menikmati makanan ini." Batin Maxx lagi.
Hampir stengah jam akhir mereka selesai dengan masalah pulau tengah alias perut, Alicia menatap Derrel dan Maxx, Maxx adalah pemuda yang ia ketahui sebagai aspri Derrel.
"Tuan Derrel, terima kasih sudah bersedia menolong saja dan memberikan makanan, ini adalah kartu nama saya jika membutuhkan bantuan jangan sungkan." Ucap Alicia dengan ramah dan juga lembut.
"Dan tuan Maxx, makanan pilihanmu begitu lezat, ini terimalah kartu nama saya jika kesulitan anda bisa menghubungi saya." Lanjut Alicia pada Maxx.
__ADS_1
Maxx menoleh pada tuan mudanya, tampaknya tuan muda Derrel tidak berminat mengeluarkan satu dua kata hingga akhirnya Maxx membuka suara.
"Alicia, sudah menjadi tugas kami sebagai manusia untuk saling menolong satu sama lain, dan terima kasih untuk kartu namanya, kami akan menghubungi anda jika benar - benar butuh bantuan." Jelas Maxx dengan ramah tapi tetap tegas.
"Tentu, aku akan segera kembali ke penginapanku sekarang, sekali lagi aku berterima kasih atas kebaikan kalian." Ucap Alicia dengan senyum lembut sebagai tanda perpisahaan.
"Baiklah, silakan meninggalkan mension ini nona, Maxx akan mengantarmu sampai depan." Jawab Derrel tanpa memfilter ucapannya terlebih dahulu.
"Nona, tuan muda sebenarnya adalah orang yang baik, ia hanya tidak terbiasa dengan orang asing atau orang yang baru ia temui, mohon maklum dengan kata - katanya yang mungkin begitu menyinggung anda." Jelas Maxx ia merasa tidak enak dengan mulut pedas tuan mudanya.
"Hahaha, kau tidak perlu cemas Maxx, aku tidak mempermasalahkan hal itu." Ucap Alicia dengan candaannya.
"Ini kartu nama saya nona Alicia, jika kau kesulitan kau bisa menghubungiku." Ucap Maxx dengan menyerahkan satu kartu nama miliknya.
__ADS_1
Alicia tersenyum sebelum ia menerima kartu nama milik Maxx.
"Baiklah Maxx, aku akan menyimpan kartumu, sampai jumpa dilain waktu." Jawab Alicia dengan menaiki mobilnya.
Mobil milik Alicia mulai meninggalkan pekarangan mension milik keluarga Nugraha Wijaya tersebut, setelah memastikan Alicia sudah tidak terlihat Maxx segera berjalan masuk dan mendapati tuan mudanya sudah menunggu diruang tamu.
"Tuan muda, apa ada yang bisa saya bantu ?" Tanya Maxx.
"Aku ingin data tentang gadis itu sesegera mungkin Maxx, besok pagi aku akan menunggu di meja makan." Jawab Derrel, setelahnya ia langsung pergi meninggalkan Maxx begitu saja.
"Alicia, tuan muda menginginkan data gadis itu, sepertinya perkiraanku tidak akan melesat jika tuan muda merasa sedikit tertarik dengan gadis itu." Batin Maxx.
Sepeninggalan Derrel, Maxx bergegas masuk kedalam salah satu kamar yang ia tempati , ia akan mengumpulkan data Alicia malam ini dan menyerahkan pada Derrel besok hari.
__ADS_1