
Sudah sejak 3 minggu yang lalu kunjungan Keren ke panti sosial NW, sejak saat itu juga tidak ada pertemuan antara Keren dan Kalvaro.
Kavaro saat ini sedang sibuk di Dubai karena masalah anak perusahaannya, selama tiga minggu ini ia jarang sekali menggunakan handphonenya untuk berkomunikasi dengan orang rumah maupun dengan wanita incarannya.
"Huft, kenapa perkerjaanku tidak selesai - selesai." Batin Kalvaro menatap kesal tumpukan dokumen di atas mejanya.
Saat ini sudah menunjukan pukul 16.00 sore waktu setempat, ia bahkan melewatkan makan siangnya hanya karena ingin segera menyelesaikan pekerjaan dan kembali ke Indonesia.
"Kira - kira apa kabar dengan wanitaku." Tanya Kalvaro pada dirinya sendiri.
"Hmmm, awas saja jika ada yang berani untuk mendekati wanitaku." Batin Kalvaro semakin kesal.
Ia kembali larut dalam tumpukan dokumen yang ada di atas mejanya, itulah caranya menyingkirkan rasa bosan dan kesal.
"Sepertinya aku harus mencari sekertaris dan asisten tambahan, ini benar - benar merepotkan." Gerutu Kalvaro.
Jika saat ini Kalvaro sedang sibuk dengan tumpukan dokumen maka seorang gadis di Indonesia tengah berkumpul bersama dengan keluarganya.
"Daddy, aku baru saja membuka butik di pusat kota." Lapor Keren kepada sang daddy.
"Benarkah ?" Tanya sang daddy pura - pura kaget, suatu kebohongan jika Kenzo tidak mengetahui hal tersebut.
"Yah, dan untuk pembukaannya besok sore, ku harap daddy dan mommy memiliki waktu agar supaya besok bisa datang." Ucap Keren menatap penuh harap kepada kedua orangtuanya.
"Tentu saja daddy akan datang, kau tidak perlu khawatir karena daddy akan selalu memberikan waktu daddy untuk putri cantik daddy." Terang sang daddy sambil tersenyum.
"Mommy juga demikian." Sambung sang mommy begitu putri cantiknya menatap penuh harap.
"Kalian yang terbaik, aku menyayangi kalian." Jawab Keren sambil memberikan kecupan di pipi kedua orangtuanya.
"Ohiya, bagaimana hubunganmu dengan tuan muda dari keluarga Adhitama." Tanya sang daddy sambil menaik turunkan alisnya.
"Tidak ada hubungan apa - apa, hanya sebatas kenalan." Jawab Keren dengan cepat.
"Benarkah, daddy pikir kau memiliki hubungan khusus dengannya." Jawab sang daddy tampak kecewa.
"Tidak ada." Jawab Keren tegas.
__ADS_1
"Mommy masih belum percaya, kau hanya membawah satu laki - laki kedalam rumah ini dan itu adalah tuan muda Adhitama." Cecar sang mommy seakan belum puas dengan jawaban sebelumnya.
"Yah ampun." Jawab Keren sambil menepuk jidatnya.
"Btw, kemari ada yang datang menemui daddy untuk meminang anak perempuan satu - satunya dalam keluarga Nugraha Wijaya." Ucap daddy Kenzo tampak serius.
"Haa." Beo Keren kaget, siapa yang datang melamarnya ia saja tidak memiliki hubungan khusus dengan laki - laki diluar sana.
"Ada yang melamar putri daddy." Jelas daddy Kenzo sekali lagi.
"Tidak ada lamaran - lamaran, Keren masih terlalu muda di harus menikmati masa mudanya bukan menikah dengan orang yang tidak diketahui asal - usulnya." Ucap seseorang dari pintu masuk, Felix dengan aura dinginnya memasuki ruang keluarga.
"Kakak." Panggil Keren kepada Felix, ia mengkode untuk datang menghampiri dirinya.
"Selamat malam." Ucap Felix dan tak lupa mengecup singkat puncak kepala sang adik.
"Hmm." Jawab Keren dan kedua orang tua mereka tampak hanya diam saja melihat keduanya.
"Dimana yang lain, kenapa tidak tiba bersama ?" Tanya mommy Keyren mengahlikan perhatian anak keduanya.
" Kami disini." Terdengar jawaban dari Darrel, Aeron dan Felix dari balik depan.
"Jika ingin melamar adikku, laki - laki itu harus menampakan diri di hadapanku, aku perlu mengetesnya terlebih dahulu." Ucap Derrel dengan seringai jahatnya.
"Maaf mom, daddy jika laki - laki yang datang melamar adikku tidak jelas asal usulnya, maka bermimpi saja untuk mendapatkan adikku lebih baik." Lanjut Daniel dengan aura dingin, jarang sekali ia seperti ini, tampaknya Daniel benar - benar tidak suka mendengar adiknya dilamar oleh seorang laki - laki.
"Akupun sama, ia masih terlalu kecil." Jelas Aeron penuh penekanan.
Keren yang mendengar ucapan kakak - kakaknya merasa takut sendiri, ia berpikir jangan sampai menjadi perawan tua.
"Tidak ada salahnya untuk mencoba terlebih dahulu." Ucap daddy Kenzo dengan santainya tanpa memperdulikan aura permusuhan yang dipancarkan oleh anak-anak.
"Benar apa kata daddy kalian, lagi pula adik kalian sudah dewasa tidak ada salahnya bukan jika berkenalan dan memiliki hubungan baik dengan lawan jenis." Bela mommy Keyren.
"Sudahlah kenapa kalian semua mala memperdebatkan hal yang tidak penting." Lerai Keren mulai sakit kepala.
"Hmmm." Hanya dheman saja yang terdengar di telinga Keren sebagai jawaban jika mereka tetap kekeh pada pendirian masing - masing.
__ADS_1
"Baiklah - baiklah terserah kalian saja, tapi kak Derrel apa kau bisa membantuku ?" Tanya Keren penuh harap.
"Membantu, membantu apa ? kenapa tidak memintaku saja." Potong Felix dengan tidak sarapan, ia memang anak nomor dua tapi ia tidak akan terima jika di nomor duakan oleh sang adik kesayangan.
"Kau." Tunjuk Derrel kesal pada Felix yang memasang watados alias wajah tanpa dosa.
"Aku membutuhkan model laki - laki, nah bagaimana jika kalian berempat menjadi modelku ?" Tanya Keren antusias, pikirnya pasti akan banyak yang tertarik mampir ke butiknya mengingat foto katalog berisi cowok - cowok tampan.
Tidak ada sautan kelima laki - laki tersebut langsung bungkam paling anti juga harus diminta untuk tampil didepan umum, apa lagi di hadapan kamera.
"Yah sudah kalau tidak mau." Kesal Keren sambil menghentakan kaki dan melangkah pergi.
Setelahnya mereka langsung menyalahkan satu sama lain.
"Kenapa kau diam saja, bukankah kau ingin selalu menjadi nomor satu dimata Keren." Tuding Derrel kepada adiknya Felix.
"Cih, kau bahkan tidak terima tapi masih dengan berani menegurku." Jawab Felix kesal.
"Kau, kau seharusnya menjawab Keren, lihat adikku jadi ngambek." Tunjuk Aeron kepada Daniel dengan wajah kesalnya.
"Kenapa harus menunjukku, kau saja sendiri jika memang mau, dan ingat ia juga adikku." Jawab Daniel ketus.
"Huft, daddy liat anak - anakku sekarang jadi berantem dan putri kecil kita merajuk, kenapa kau tidak berinisiatif tadi." Kesal mommy Keyren kepada daddy Kenzo.
"Sayang kenapa jadi menyalahkanku, aku tidak bersalah harusnya me ..." Belum selesai Kenzo menjawab ia sudah lebih dulu ditinggal oleh istrinya.
"Kalian." Tunjuk daddy Kenzo kepada putranya.
"Aku tidak bersalah." Jawab mereka kompak.
Mendengar jawaban menyebalkan daddy Kenzo langsung saja menyusul istrinya dan para tuan muda langsung meninggalkan ruang keluarga.
Keyrennw "jangan lupa minum coffe." tulisnya di sosial media.
679.000 like, 12.893 komen, 6.783 bagikan.
__ADS_1
Keluarga yang harmonis adalah keluarga yang diinginkan oleh kebanyakan anak - anak diluar sana, cintai dan kasihi keluarga kalian semua.
Semangat untuk teman - teman yang lagi puasa semoga dimudahkan dan yang belum ketemu jodoh semoga cepat bertemu, salam hangat.