
Sedih banget yah, udah rajin upload tapi ga ada yang bantu vote, boro - boro Vote, Komen aja hanya satu dua orang, like ga sampe stengah dari pembaca, tolong bantu semangatin penulis yah kawan - kawan kan ini dibuat juga untuk menghibur kalian, ayuu bisa yuuu di vote pengen banget rangking 10 besar cita - cita kecil yang terkesan sepele, selamat menikmati :)
Seminggu setelah Grand Opening butik milik Keren, dan juga sudah 1 bulan setelah kunjungan panti bersama Kalvaro terakhir kali, selama satu minggu belakangan ini Kalvaro sangat sering menggangu waktu Keren, seperti contohnya menelpon setiap satu jam sekali.
Pagi hari tampak Keren sudah rapi karena ia ada kunjungan kerja bersama dengan kakaknya Felix, ia diminta untuk menemani kakaknya Felix untuk menghadiri pesta ulang tahun perusahaan rekan kerjanya.
Ketika keren sampai di ruang makan, tampak semua sudah berkumpul terlebih dahulu.
"Selamat pagi." Ucap Keren menyapa mereka semua.
"Morning." Jawab mereka kompak sambil tersenyum kecil.
"Sayang, mommy dengar kamu mau pergi bersama dengan kakak kamu ?" Tanya mommy Keyren kepada putrinya.
"Iyaa momm, rencananya aku akan ikut bersama dengan kakak untuk menghadiri pesta ulang tahun rekan kerjanya." Jawab Keren sambil tersenyum kecil di ikuti duduk di meja makan.
"Owhh, btw mommy sama daddy mau ke Bali 3 jam lagi, kalian baik - baik yah dirumah." Ucap mommynya memberi pengumuman.
"Haa, berapa lama mom ?" Tanya Daniel cemberut.
"Hanya tiga hari dua malam , hari rabu juga balik lagi." Jawab daddy Kenzo.
"Baiklah hati - hati yah mom, dad." Ucap Derrel sebagai kakak tertua.
"Iya, kalian juga baik - baik dirumah tolong dijagain adenya." Jawaban mommy Keyren membuat mereka mengangguk kompak.
Satu jam berlalu Keren turun dengan balutan semi formal, ia akan hadir menemani kakaknya terkasih jadi penting untuk menjaga penampilan.
"Cantik sekali." Ucap Derrel sambil mengecup singkat dahi adiknya.
"Hahaha kakak bisa saja." Jawab Keren sambil terkekeh kecil.
"Sepertinya adik kecil kakak yang satu ini banyak berubah, kakak perhatiin belakangan ini loh." Goda Derrel yang mana lebih tertuju pada adiknya Felix.
"Ishh orang aku ga berubah kakaknya aja yang lebay." Malas Keren.
Yah semejak Kalvaro mengupload fotonya dengan caption mesra maka kakaknya Derrel sering sekali menggoda ia lebih tepatnya memanas - manasin Felix.
"Sebentar lagi posisi aku akan menjadi yang nomor empat, biasanya Felix pertama baru daddy dan aku tapi sebentar lagi akan berubah menjadi tuan muda Adhitama, Felix, daddy and i." Jawab Derrel tampak serius melihat adiknya Felix sudah semakin dekat.
"Berhenti bicara omong kosong." Dingin Felix tepat berada di belakang Keren.
Baiklah sekarang Keren paham kenapa tiba - tiba kakaknya Derrel menggoda ia, ia hanya menghela nafas pasrah saat tangan Felix melingkar di pinggangnya.
__ADS_1
"Ayolah kak." Ucap Keren cemberut, menghilangkan sifat pencemburu Felix bukanlah hal yang muda.
"Sebaiknya kita berangkat sekarang, kakak masih harus meeting terlebih dahulu dan menandatangani berkas - berkas penting di kantor." Ucap Felix sambil menatap pergelangan tangannya.
"Baiklah, ayooo." Jawab Keren setuju dan paham.
"Kak, kita berangkat dulu." Ucap Keren berpamitan sambil mencium pipi kanan kiri Derrel.
"Baiklah, hati hati jika ada kendala segera hubungin kakak." Ucap Derrel memberi pesan.
399,876 Like, 8.713 Komen, 865 Bagikan. 35 menit lalu.
kerennw_ aku tau aku cantik 🙄😚
30 menit perjalanan akhirnya mereka tiba, Keren langsung saja di arahkan menuju ruangan CEO atau ruangan milik kakaknya, sedangkan untuk Felix ia langsung menuju ruang rapat karena tinggal kehadirannya yang di tunggu oleh orang - orang.
Saat sedang menunggu tiba - tiba saja ada panggilan masuk dari Kalvaro. Adhitama.
"Hai." Sapa Keren setelah panggilan terhubung.
"Hallo." Jawab Kalvaro.
"Gak ada apa - apa baby, kamu lagi ngapain ?" Tanya Kalvaro dari balik telepon.
"Lagi nungguin kak Felix rapat, kenapa ?" Tanya Keren lagi.
"Owh, aku pikir kamu lagi dirumah baby." Ucap Kalvaro dari seberang.
"Tidak." Jawab Keren singkat.
"Yah sudah, jangan lupa makan siang yah." Ucap Kalvaro sebagai penutup.
Setelahnya panggilan telepon segera terputus, Keren hanya geleng - geleng kepala dengan ke absurd an Kalvaro.
"Dasar aneh." Ucap Keren sambil mengedikan bahunya.
Waktu terus berjalan hingga tiba waktu untuk berangkat ke acara, Felix sudah selesai dengan meetingnya dan beberapa tumpukan dokumen yang harus ia periksa terlebih dahulu sebelum di tanda tangani.
Pemilik acara merupakan salah satu perusahaan terkenal yang bergerak di bidang Entertainment, banyak menghasilkan film - film layar lebar dan beberapa acara hiburan.
"Sebaiknya sekarang kita segera menyapa tuan rumah." Ucap Keren kepada kakaknya.
"Baiklah, ayo." Ucap Felix.
__ADS_1
"Hmm." Jawab Keren.
Tidak ketinggalan Felix dan juga adiknya datang membawa hadiah 3 Mug bermerek, harganya cukup fantasi tentunya.
"Selamat siang tuan & nyonya Lie." Sapa Felix dengan tampang datarnya.
"Selamat siang tuan & nona muda Nugraha, terima kasih sudah berkesempatan hadir." Sambut kepala keluarga Lie.
"Terima kasih kembali atas undangannya tuan Lie." Jawaban Felix meski terdengar datar dan dingin tapi tidak menyinggung sama sekali.
"Kenalkan tuan, nona ini anak saya Sarah Lie." Ucap tuan Lie memperkenalkan putrinya.
"Teman dekatnya Aeron bukan ?" Tanya Felix memastikan.
"Hanya sebatas teman kuliah saja tuan." Jawab Sarah tampak malu, sebanarnya ia menyukai Aeron tapi Aeron yang selalu dingin dan tak tersentuh membuat ia memilih untuk memendam perasaan.
"Santai saja, Sarah ini adik saya mungkin kau sudah sering mendengar tentangnya." Ucap Felix memperkenalkan adiknya.
"Tentu saja di kalangan kami nona Keren dikenal baik, apalagi sekarang beliau memiliki hubungan asmara dengan tuan muda dari keluarga Adhitama membuat banyak wanita jadi iri, tapi tenang saja saya tidak termasuk di dalamnya." Jelas Sarah panjang lembar, penjelasan Sarah cukup menyinggung perasaan tuan muda Felix yang mana notabenenya adalah pencemburu akut.
"Ehmm, Sarah sebaiknya kamu ajak nona Keren untuk berkeliling mencari makanan, mungkin tuan Felix harus menemui rekan bisnis lainnya ayah rasa akan tidak nyaman bagi nona Keren." Jelas tuan Lie mencairkan suasana yang sempat dingin.
"Baiklah, kalau nona Keren & tuan muda Felix tidak keberatan maka aku akan membawa nona Keren melihat - lihat sekitar." Jawab Sarah tampak sedikit merasa canggung.
"Silakan." Jawab Felix memberi ijin.
Sarah dan Keren tampak menuju ke salah satu meja yang menyediakan makanan ringan, Keren tinggal malu - malu untuk mengambil dalam ukuran cukup banyak karena ia akan berbagi dengan kakaknya juga.
"Nona Sarah, jadi anda teman kak Aeron ?" Tanya Keren sekedar basa - basi.
"Iya, kebetulan kami berdua berkuliah di kampus yang sama hanya beda jurusan." Jawab nona Sarah sambil tersenyum kecil.
"Lalu bagaimana bisa kenal dengan kak Aeron ?" Tanya Keren lagi tampak sedikit bingung.
"Kebetulan kami sama - sama aktif dalam organisasi jadi bisa mengenal satu sama lain." Jawab nona Sarah memberi penjelasan.
"Owh, ku kira ia tidak bersosial dengan kaum wanita, kakakku terlalu dingin untuk itu hehehe." Sambil terkekeh Keren menjawab pernyataan nona Sarah.
"Bagaimana kalau kita mencari tempat untuk duduk ? aku rasa akan lebih nyaman jika mengobrol." Ujar Sarah sambil menatap sekeliling.
"Setuju, mari." Jawab Keren sambil mengajak duduk di tempat yang terlihat kosong.
Setelah mendapat tempat duduk, tampak Keren dan Sarah membicarakan banyak hal mulai dari tukar cerita tentang perkuliahan, persahabatan, karier dan yang terakhir adalah masalah asmara. Meski berbeda beberapa tahun tapi tampak Keren leluasa ketika mengobrol.
Hingga acara berakhir Felix mengajak Keren untuk kembali, tapi sebelummya Keren dan Sarah tampak bertukar contact.
__ADS_1