Om CEO suami ku

Om CEO suami ku
Kenapa kaki tidak bisa digerakkan


__ADS_3

Ilham memutuskan untuk mengerjakan pekerjaan kantor, sambil menemani Putri selama koma ditemani sama Arini yang membantu membersihkan badannya Putri.


" Apartemen sudah dibersihkan pak, dan barang barangnya Putri sudah di apartemen." Ucap Arini, Arini dengan hati hati membersihkan tangannya Putri


" Bagus Arini, saya enggak sanggup melihat kehidupan Putri selama amnesia, Selama di apartemen akan ada supir yang menemani kalian berdua. supir juga tinggal di apartemen, untungnya ada tiga kamar, disana saya sudah pasang cctv untuk tahu apa saja yang di lakukan Putri selama di apartemen." Ucap Ilham


" Oh begitu pak, terus soal saku Putri bagaimana? apa saja yang harus saya jawab kalo Putri bahas soal orang tuanya?" Tanya Arini bingung


" Kasih banyak alasan saja Rin, sesekali temen temennya nginep di apartemen juga, ah supir dan bodyguard sewa unit saja supaya kalian merasa lebih nyaman dan aman tanpa laki laki bagaimana? supaya temen temennya Putri bisa gantian nginep selama amnesia, dan enggak merasa sendirian?' Tanya Ilham yang ragu supir dan bodyguard tinggal satu unit apartemen sama Putri


" Nah itu jauh lebih baik pak, berarti anda minta ijin sama orang tuanya Dela, Amanda, Vivi, dan Margaretha. supaya anak anaknya diijinkan gantian nginep di apartemen selama Putri sakit?' Tanya Arini yang sadar harus minta ijin sama orang tua temen temennya Putri


" David saja, saya yang disini jagain Putri, lagian kan Putri harus rawat inap beberapa hari disini kan." Lanjut Ilham yang tidak mau terlalu ribet, dan tidak mau jauh jauh dari Putri lagi.


Dilain sisi, David, Amanda, Vivi, Dela, dan Margaretha. merapihkan barang bawaan mereka, dan menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda.


" Om, berarti pekerjaan kelompok ini saya kerjakan sendiri dong?" Tanya Vivi yang baru ingat proyek yang dikasih sama Ilham


" Iyah, sepertinya Putri tidak bisa ikut jadi model deh. tapi tergantung bagaimana Ilham nanti secara Putri sudah tandatangan kontrak juga sih." Ucap David baru ingat tentang pekerjaan untuk Putri dan temen temennya.


" Walaupun tidak seru kehilangan satu personil dalam bekerja, tapi kita enggak bisa memaksakan Putri tetep bekerja selama sakit, lagian enggak tega om kalo maksa Putri tetep bekerja dengan kondisi lemah seperti sekarang." Ucap Amanda yang enggak mau membebani Putri


" Berarti kita pemotretan dan bikin Vidio cuman berempat yah, enggak masalah deh demi Putri bisa sembuh total dan sehat baru bisa bekerja kembali." Ucap Dela berusaha ikhlas menerima keadaannya Putri


Dilain sisi, Putri perlahan lahan membuka mata dan berusaha untuk menggerakkan kedua kakinya.


" Kenapa kaki tidak bisa digerakkan yah?" Tanya Putri sambil pukul pukul kedua kakinya dengan panik

__ADS_1


" Eh Putri sudah sadar, Putri mau kemana?" Tanya Ilham yang melihat Putri berusaha duduk sambil pukul kedua kakinya


" Eh pak Ilham, saya mau ke kamar mandi pak, tapi kenapa kaki saya tidak bisa digerakkan yah?" Tanya Putri bingung


" Pak Ilham maaf, emak sama bapak dimana yah? Kok saya ada di rumah sakit?" Tanya Putri yang melihat sekelilingnya dan ada infusan


" Oh Putri mau ke kamar mandi, sebentar yah, dibantu sama Arini ke kamar mandi, saya bangun kan Arini dulu."Lanjut Ilham sengaja tidak menjawab pertanyaan Putri


Ilham langsung menuju kamar khusus, yang menemani pasien, Ilham langsung membangunkan Arini dan bilang Arini untuk mengalihkan pertanyaan Putri apapun selama dokter belum datang


" Baik pak, saya mengerti pak, permisi saya mau temani Putri ke kamar mandi." Ucap Arini langsung merapihkan bajunya dan langsung jalan ke arah Putri yang lagi melamun.


" Putri mau ke kamar mandi?" Tanya Arini yang pegang infusan nya Putri


" Ah Iyah, saya kebelet sekali." Ucap Putri yang berusaha untuk berdiri


Setengah jam kemudian dokter datang, langsung memeriksa kondisinya Putri dan ambil darah Putri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


" Pak Ilham, maaf belum menjawab pertanyaan saya, emak dan bapak dimana yah, kenapa pak Ilham yang temani saya di rumah sakit?" Tanya Putri setelah diperiksa dokter


" Kamu tahu orang ini siapa?" Tanya dokter dengan hati hati


" Jelas tahu dokter, pak Ilham majikan kedua orang tua saya dokter, emak saya ART di rumahnya dan bapak saya tukang kebun dirumahnya, kadang saya dan adik saya main ke rumahnya pak Ilham buat bantuin emak dan bapak bekerja kalo kita lagi libur sekolah." Lanjut Putri, yang ternyata ingat dimana kedua orang tuanya dulu bekerja.


" Ya Tuhan, Putri ingat masa lalu dan bener bener melupakan dia sekarang anak angkat saya." Batin Ilham sedih, tapi berusaha untuk tetep tegar didepan Putri


" Orang tua Putri lagi saya tugas kan ke Bali, jadi sementara waktu Putri dijagain sama ka Arini yah." Ucap Ilham bohong, sejujurnya perasaan Ilham bener bener sakit sekali.

__ADS_1


" Oh seperti itu pak, pantas pak Ilham disini, terus Putri sakit apa? kenapa kaki Putri tidak bisa digerakkan sama sekali yah?" Tanya Putri bingung karena kedua kaki nya bener bener tidak bisa digerakkan dan kepalanya bener bener terasa sakit sekali.


" Putri mengalami kecelakaan waktu main kuda, kedua kaki Putri lumpuh, Putri mengalami amnesia." Lanjut Dokter dengan hati hati


" Apa amnesia? tapi Putri ingat keluarga Putri dokter? terus apa yang Putri lupakan? lumpuh? sampai kapan dokter?" Tanya Putri sambil pegang kepalanya terasa sakit sekali


" Ini minum obat dulu Putri, sudah jangan bicara lagi. istirahat yah. Arini tolong temani Putri yah, saya mau antar dokter kedepan." Lanjut Ilham langsung kasih obat ke Putri dan langsung keluar kamar rawatnya Putri diikuti sama dokter.


Dilain sisi, Margaretha dan Vivi melanjutkan rapihin kamarnya Putri, sebelum Margaretha dan yang lain kembali ke Jakarta.


" Kita pasang wallpaper ini, sesuai keinginan Putri, dan pernak pernik meja belajar juga, pas Putri suda ingat semuanya kita ajak kesini dan kamar ini sudah bagus." Ucap Margaretha lirih


" Iyah Retha, kita selesaikan sekarang, soalnya kan besok Kemabli ke Jakarta." Ucap Vivi yang ikut sedih sama kondisinya Putri


Vivi dan Margaretha mulai memasang wallpaper dan pernak pernik meja belajar yang sudah dibeli Putri waktu itu.


Dilain sisi, Putri yang lupa akan kehidupannya sekarang, selalu menanyakan keberadaan orang tuanya, Arini dengan santai menjawab pertanyaan Putri sedangkan Ilham sengaja menghindari Putri supaya Putri tidak curiga sama sekali.


" Ka Arini, Kaka sejak kapan kerja di tempatnya pak Ilham? perasaan kemarin saya dari rumah beliau tidak ada Kaka sama sekali?" Tanya Putri penasaran, karena seingat Putri karyawannya Ilham di rumah cuman keluarganya Putri saja


" Baru dua hari kok Putri, yah sudah kita nonton Drakor yuk, ka Putri bawa laptop nih buat kita nonton." Ucap Arini, untungnya isi laptopnya Putri suda disembunyikan sama Ilham, supaya Putri tidak bingung sama sekali.


" Saya tidak terbiasa kak, mana pernah Putri nonton Drakor kak, lebih sering main dan belajar ka. mana berani pinjam laptopnya pak Ilham buat nonton." Lanjut Putri apa adanya, Putri memang tidak pernah minta dibelikan handphone, laptop dan tidak pernah minjem barang barangnya Ilham walaupun Ilham jarang pulang ke rumah


promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun


__ADS_1



__ADS_2