
Ilham ngajak Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. jalan jalan pagi di sekitar rumahnya dan sengaja tidak ngajak Putri supaya bisa menenangkan diri dulu.
" Om, Putri masih didalam kamar om, apa kita bangun kan dulu?" Tanya Amanda yang ingat cuman Putri yang belum ada di teras rumah
" Yah sudah bangun kan saja sama kamu, om tunggu disini." Ucap Ilham berusaha santai
Amanda langsung masuk kedalam rumah dan jalan ke kamarnya Putri, Amanda melihat Putri sibuk sama handphone nya langsung berdiri disampingnya Putri.
" Kok kamu dikamar Putri, tidak mau ikut jalan jalan?" Tanya Amanda merasa heran melihat Putri
" Lagi tidak enak badan Manda, kalian saja yah yang jalan jalan temani sama Daddy dan ka Arini." Ucap Putri bohong, rasanya masih belum siap ketemu sama Ilham
" Astaga, kenapa tidak bilang sakit dari tadi, apa kita tidak usah pergi masa kamu di rumah sama ka Arini saja sih." Lanjut Amanda merasa tidak tega kalo Putri tidak ikut sama sekali.
" Tidak masalah kok, kalian pergi saja sana, have fun ya." Lanjut Putri senyum manis, berharap Amanda percaya kalo dirinya lagi sakit.
__ADS_1
" Nanti saya bilang sama om Ilham, masa anaknya ditinggal sendirian sih." Lanjut Amanda yang tidak tega meninggalkan Putri sendirian.
Amanda meninggal kan Putri sendirian didalam kamar, Amanda langsung jalan ke halaman depan rumah.
" Bagaimana apa Putri ikut?" Tanya Ilham harap harap cemas.
" Tidak om, katanya tidak enak badan. apa kita batalkan saja jalan jalannya?" Tanya Amanda merasa tidak enak
" Yah sudah kalo memang tidak jadi, hayo kalian temani Putri di kamarnya saja yah, besok kita kembali ke Indonesia yah." Lanjut Ilham yang masih membiarkan Putri menyendiri.
" Pekerjaan susah melambai lambai nih, minta diselesaikan secepatnya om." Ucap Vivi dengan terkekeh
" Yah sudah sekalian kalian rapih kan barang bawaan kalian, supaya besok tidak terlalu ribet." Lanjut Ilham
" Iyah om" Ucap Margaretha yang merasa lega karena barang bawaannya sudah rapih, tinggal dicek kembali.
__ADS_1
Dilain sisi, Arini merasa kasihan melihat Putri pusing memikirkan perasaan Ilham ke Putri, Arini mencoba memberikan masukan ke Putri, menerima cinta Ilham karena cinta, menerima cinta Ilham karena balas Budi, atau menolak karena menghargai sebagai orang tua.
" Semua pilihan ada di tangan Putri, berfikir lah dengan bijaksana dan berfikir dewasa. mana yang terbaik untuk hidup kamu kedepannya Putri." Ucap Arini, yang tidak mau Putri larut dalam kebingungan dan kesedihan.
" Bener ka, Putri tidak bisa seperti ini terus, apa lagi kalo ketemu sama Daddy, harus sudah bersikap biasa biasa saja. Daddy memang baik, perhatian, cara mendidik Putri lumayan bagus, memanjakan Putri. dan membuat Putri nyaman dideket Daddy. tapi Putri bingung rasa nyaman ini sebagai rasa nyaman anak ke orang tua angkat atau justru rasa nyaman karena orang terdekat sama Putri." Lanjut Putri yang bingung mengartikan kata nyaman yang dirasakan ke Ilham selama ini.
" Apa Putri mulai menyukai pak Ilham? memang aneh tapi kalian masih bisa bersatu, usia kalian cuman beda lima belas tahun saja?" Tanya Arini langsung nebak perasaan nya Putri
" Entah lah ka, masih bingung membedakan rasa nyaman ini." Lanjut Putri semakin bingung sama perasaannya sendiri, Putri memang mulai nyaman dan bahagia didekat Ilham selama ini.
promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun.
__ADS_1