Om CEO suami ku

Om CEO suami ku
Sudah sudah, jangan berantem


__ADS_3

Putri merasa bahagia sekali, karena kondisi badannya sudah membaik dan bisa kembali kerja dan kuliah, semenjak dirinya sakit Ilham lebih banyak menyediakan obat obatan di rumah.


" Daddy, banyak sekali stok obat obatannya?" Tanya Putri heran melihat kardus kecil yang dibawa Ilham


" supaya kalo ada yang sakit lagi, langsung dikasih obat tidak nungguin terlalu lama beli obat. yah sudah sarapan sana bareng temen temen Putri, setelah itu kita ke kantor bareng yah." Ucap Ilham nyusun kotak obat diruang keluarga, sengaajaa Ilham Simpan di ruang keluarga supaya para karyawan yang butuh obat bisa langsung ambil


" Siap Daddy." Lanjut Putri langsung jalan ke ruang makan.


Putri disambut sama Amanda dan temen temennya saat masuk kedalam dapur, Amanda pegang jidatnya Putri masih sedih panas saat dipegang.


" Kamu sudah sembuh Putri? kalo masih sakit jangan memaksakan diri untuk ke kantor?" Tanya Amanda, merasa tidak tega melihat wajahnya Putri yang masih terlihat pucat.


" Alhamdulillah sudah enakan kok, oh yah nanti jadi kan kita nginep di Solo, saya mau menikmati rumah baru buatan saya bareng temen temen." Ucap Putri menutupi kondisinya, Tidak ingin berlama lama tidak masuk kerja dan kuliah, diam diam tadi subuh Putri membuat jahe panas membuat badannya sedikit enakan.


" Jadi dong Putri, kita juga tidak sabar mau lihat rumah bikinan kamu. dan melihat apa saja fasilitas yang kamu buat di rumah kamu." Ucap Dela tidak sabar


" Alhamdulillah deh temen temen, yah sudah hayo makan habis kita kita ke kantor bareng." Lanjut Putri sambil menikmati masakannya Arini


" Kalian om kasih waktu istirahat lebih lama, dari jam sebelas sampai jam dua siang, kalian bisa pergunakan waktu dua jam untuk tidur atau pun mengerjakan pekerjaan kuliah, supaya malam tidak harus bergadang." Ucap Ilham tiba tiba saat masuk kedalam dapur, Ilham sengaja memberikan kebijaksanaan baru, semenjak Putri sakit membuat Ilham merasa tidak tega melihat anak angkatnya kurang istirahat.


" Tiga jam Daddy? apa tidak salah memberikan kelonggaran waktu istirahat, lama sekali Daddy itu artinya jam kerja kita tidak sampai delapan jam dong, jam satu kan biasanya sudah mulai kerja setelah istirahat juga biasanya sejam?" Tanya Putri tidak setuju sama kebijsanaan yang diberikan Ilham

__ADS_1


" Tidak salah sayang, sudah tidak usah protes kalian bekerja cuman sebentar juga tidak masalah, hayo cepat habis kan sarapannya dan langsung berangkat bareng." Tegas Ilham tidak mau dibantah, Ilham tidak peduli ucapan para karyawan yang dibilang pilih kasih dan tidak profesional, bagk Ilham kesehatan Putri nomor satu. apa lagi Putri selalu bareng Amanda dan yang lain, yang akan membuat Putri merasa tidak tega istirahat lama sedangkan temen temen deketnya tidak istimewa seperti dirinya.


" Mantap dapat waktu istirahat selama tiga jam, terimakasih om, tahunan saja kalo kita selalu ngantuk setiap siang." Ucap Amanda cuek, dan merasa bahagia


" Padahal waktu istirahat selama jam solat sudah lebih dari cukup om, saya tidak mau jadi pembicaraan tidak enak dari temen temen kantor lainnya om, apa tidak usah selama itu waktu istirahatnya?" Tanya Vivi kwartir jadi bahan Bullyan temen temen di kantor, terutama karyawan lama pasti merasa iri.


" Iyah Daddy, Putri juga tidak setuju waktu istirahat selama itu. dua jam saja sudah lama Daddy tidak usah sampai tiga jam yah, dua jam saja bagaimana Daddy?" Tanya Putri tidak mau dianggap manja atau memanfaatkan Ilham


" Yah susah terserah kalian saja, dua jam istirahat, jangan ada kata kagok sama sekali yah, sudah jam sebelas sudah stop bekerja, lanjut jam satu siang oke." Lanjut Ilham pasrah.


" Oke om bos" Ucap Margaretha, Margaretha ingin sekali waktu istirahat lama tapi benar kata Vivi dan Putri, tidak enak sama karyawan kantor lainnya. disaat yang lain sudah sibuk bekerja justru Putri dan temen temennya baru masuk ruang kerja.


Dilain sisi, David membayar perawatan makam keluarganha Putri, Ilham minta David untuk rutin membayar perawatan tiga makam tiga bulan sekali.


" Sibuk kerja dan kuliah pak, Alhamdulillah setelah kepergian keluarganya Putri bener bener tegar dan bisa menerima kepergian kedua orang tua dan adiknya. pak Ilham bener bener tegas mendidik Putri supaya tidak meratapi kepergian keluarganya terus menerus. ada bagusnya Putri jarang kesini menghindari supaya tidak nangis karena merasa hidup sendirian pak, saat momentum tertentu saja kesininya pak." Penjelasan David, David setuju dengan Ilham tidak terlalu sering ziarah kubur, menghindari Putri jadi lemah dan larut dalam kesedihannya.


" Oh seperti itu pak, memang tidak mudah diusia Putri yang seharusnya bermanja manjaan, tapi kenyataannya sudah tidak punya orang tua, beruntungnya pak Ilham dengan cepat ngurus hak adopsi anak ke Putri, supaya tidak merasa hidup sendirian." Lanjut pengurus makam


David ngangguk setuju, memang benar kata pengurus makam, Ilham memang cepat ngurus hak asuh anak ke Putri, selain supaya Putri tidak merasa sendirian, Ilham punya hak memberikan perhatian ke Putri walaupun dengan status orang tua pengganti.


Dilain sisi, Putri ngecek tugas kuliah, Putri maksa Dela dan yang lain mengijinkannya mengerjakan tugas kuliah.

__ADS_1


" Sakit sakit otak kamu masih on juga, keren Putri." Ucap Amanda bangga sama Putri


" Iyah Alhamdulillah Amanda, saya tidak mau sakit jadi alasan malas belajar, selama masih kuat saya berusaha untuk belajar." Ucap Putri yang tidak mau merugikan Ilham, yang susah payahnya memberikan biaya pendidikan yang cukup mahal.


" Saya sakit rasanya malas ngapa ngapain Putri, apa lagi belajar yang harus banyak mikir dan konsentrasi, bikin semakin sakit kepala saya." Protes Amanda yang tidak mau memaksa kondisinya untuk tetep belajar.


" Makannya otak kamu dibawah yah Amanda, sakit saja malas belajar huh." Ledek Vivi sambil nahan ketawa


" Halah, seperti kamu iya saja sih Vi, dulu waktu SMU saat orang tua kamu bilang sakit, sudah ijin tidak masuk sekolah dan boro boro belajar sampai sampai tidak mengerjakan tugas sekolah." Ledek Amanda balik, sambil senyum sinis melihat Vivi


" Yah kan itu beda, masih bocil tahu" Protes Vivi kesel


" Sudah sudah, jangan berantem, sekarang hayo ke mobil soalnya Daddy sebentar lagi selesai siap siap ke kantor katanya." Lanjut Putri merapihkan buku buku kuliahnya dan dimasukin kedalam tas.


" Hayo lah, malas ngobrol sama orang munafik." Ledek Amanda senyum sinis melihat Vivi


" Biasa dong, saya colok juga mata kamu." Lanjut Vivi kesel, melihat Amanda menatap dirinya begitu sinis.


promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun


__ADS_1




__ADS_2