
Amanda turun dari mobilnya Putri dan diikuti Putri yang ikutan turun dari mobil, Amanda jalan dengan angkuh sat jalan menuju kelasnya. temen satu sekolah yang melihat gaya Amanda banyak yang ledek dan ada juga yang mengabaikannya, Putri yang melihat Amanda berubah berusaha untuk santai. walaupun sedikit heran melihat tingkahnya Amanda.
" Eh ada OKB, Sepertinya habis belanja banyak nih pakai uang majikannya." Ledek Temennya Amanda dan Putri
" Kenapa? Iri yah, orang tua kamu enggak punya majikan sebaik om Ilham kan. kasihan cuman bisa iri saja hahaha" Ledek Amanda penuh amarah
" Iri? Enggak sama sekali, seharusnya kasihan sama kamu Put, kamu masih untung setelah orang tua kamu meninggal dunia, hidup kamu ditampung, seharusnya kamu enggak seenaknya memakai uang majikan sendiri. sadar diri seharusnya yah." Ledek Temennya Putri lagi dengan ketawa meremehkan
" Halah iri, bilang saja pakai menghina Putri segala lagi cih. minggir mau lewat." Bentak Amanda kesel
Putri enggak mau ikut campur walaupun perasaannya sangat kesel, masih pagi sudah berantem tapi Putri enggak mau bikin masalah baru. Putri cuman menyayangkan sikap dan ucapan angkuhnya Amanda barusan
Amanda ngajak Putri duduk di bangkunya, dan memeriksa pelajaran hari ini, Amanda berhasil membalas ucapan temennya Putri yang kemarin menghinanya.
Dela yang melihat tingkah Amanda, jadi yakin kalo Putri cuman dimanfaatkan sama Amanda karena Dela tahu Putri orangnya sederhana, pendiam, dan enggak bertingkah seperti Amanda. Dela mendengarkan pembicaraan Putri dan Amanda membuatnya langsung ke mejanya Putri lagi
__ADS_1
" Ada apa?" Tanya Putri ramah
" Mau liburan ke Jepang? Put orang tua kamu saja belum empat puluh hari loh meninggal dunia, sudah mau jalan jalan. enggak merasa sedih karena kehilangan sama sekali heran deh." Ledek Dela, yang sejujurnya ucapannya Dela ada benarnya juga.
" Orang iri dilarang kesini, hus hus sana pergi." Bentak Amanda enggak suka kehadiran Dela
" Saya cuman jadi kasihan sama Putri sekarang, yang katanya sahabat memanfaatkan keadaan Putri yang dipungut sama majikannya. justru dimanfaatkan dengan berlebihan. Amanda jadi orang susah jangan merepotkan orang lain terus menerus, enggak kasihan sama temen sendiri." Ucap Dela terus terang
" Siapa juga sih yang memanfaatkan Putri, jangan sembarangan kalo bicara kamu, sudah sana jangan ganggu kita. mau bahas liburan nih." Bentak Amanda kesel, bagaimana enggak kesel temen sekelas tahu niatnya ke Putri
" Terlalu polos kamu Putri" Bentak Dela kesel, Dela kembali ke kursinya lagi
Bel masuk sekolah telah berbunyi, Amanda yang kesel sama ucapan Dela yang terlalu jujur. berbeda sama Putri yang berusaha fokus sama pelajaran yang dijelaskan sama gurunya.
Dilain sisi, Ilham meneliti hasil desain yang semalam Putri bikin, Ilham senyum bangga melihatnya tanpa sadar Putri punya skill untuk membuat bangunan dan rumah rumah.
__ADS_1
" Hasilnya sedikit lagi bagus nih Putri, mending dikasih hadiah saja deh supaya Putri bisa lebih menghargai uang yang didapatnya." Ucap Ilham, Ilham menghubungi David untuk ke ruangannya.
" Ada apa bos?" Tanya David yang baru masuk kedalam ruangannya.
" Lihat lah hasil ini, bagaimana menurut kamu?" Tanya Ilham, Ilham memberikan kertas hasil gambarnya Putri
" Bagus gambarnya, detailnya juga bagus, tinggal sedikit lagi dilengkapi jadi bangunan yang keren di tengah tengah taman kota." Ucap David yang sudah selesai mrlihat hasil gambarnya Putri
" Saya rencana nya akan memberikan bonus untuk Putri, kalo desain ini diterima, supaya Putri bisa merasakan hasil kerja kerasnya sendiri." ucap Ilham bangga
" Setuju, apa lagi Putri punya temen matre, wajib punya uang tambahan anak itu. kasihan sih tapi mau bagaimana lagi kan." Lanjut David prihatin.
" Nah itu maksud saya, saya akan ajarin Putri untuk mendapatkan penghasilan sendiri, kasihan kalo dia sedih dan merasa enggak enakan terus sama saya." Lanjut Ilham
Ilham dan David kembali bekerja, David langsung keluar dari ruangannya Ilham untuk kembali ke ruangannya.
__ADS_1