
Bagas yang merasa dipermalukan didalam kelas merasa sangat marah sama Putri, berani beraninya cerita sama Dela, Amanda, Vivi, Dan Margaretha. Bagas memikirkan untuk balas dendam ke Putri
" Kamu yakin bro, Putri saja pulang sekolah dijemput sama supirnya, enggak dibiarkan naik motor sama ayah angkatnya." Ucap temennya Bagas
" Disekolah Putri enggak pernah jauh jauh sama temen temennya, yang hobi bully." Ucap Bagas frustasi
" Nah makannya itu, susah sekali saya buat jemput Putri dan balas dendam ke Putri, jangan cari masalah deh sama anak yatim piatu. lagian salah sendiri memanfaatkan temen sendiri, dan Wajar kalo Putri jawab pertanyaan temennya. saran saya jangan berani beraninya sakiti temen sendiri." Lanjut temennya Bagas yang enggak mau kena masalah
" Huh payah" Protes Bagas kesal
__ADS_1
Dilain sisi, Putri, Dela, Amanda, Vivi, dan Margaretha. merasa bahagia akhirnya proyek pembangunan rumah berhasil dibuat dengan sempurna.
Oke besok, kita akan bagi dua kelompok yah, Putri dan Dela ikut saya melihat hasil rumah bikinan kalian, sedangkan Vivi, Amanda, dan Margaretha. ikut David melihat hasil pembangunan rumah yang kalian buat waktu itu." Perintah Ilham, Ilham enggak sabar ingin melihat hasil rumah bikinan Putri
" Siap om bos" Ucap Dela, Vivi, Amanda, dan Margaretha. barengan dan enggak sabar mau melihat perdana rumah yang dibuatnya waktu itu
" Untuk kalian bertiga, kita melihat rumah bikinan kalian dari pagi yah, karena tempat nya jauh jauh soalnya." Ucap David senyum kecut, bisa bisanya Ilham memilih melihat hasil proyeknya cuman dua orang.
" Yakin cuman segini?" Tanya Ilham, melihat belanjaan Putri yang enggak terlalu banyak.
__ADS_1
" Segini saja sudah banyak Daddy, Daddy sendiri enggak belanja makanan disini." Ucap Ilham yang niatnya temani Putri belanja cemilan
Dilain sisi, Amanda dan Margaretha menatap laki laki paruh baya yang sudah beberapa hari ini mengganggu ketenangan Amanda dan bunda nya, Amanda langsung ajak Margaretha masuk kedalam rumah mengabaikan laki laki paruh baya didepan rumah.
" Man, sejahat apapun orang tua dimasa lalu, tetep dia orang tua kamu Man. maafkan saja ayah kamu." Ucap Margaretha yang enggak menyangka Amanda masih ada orang tua
" Bicara memang mudah Margaretha, tapi menjalankan kehidupan sepuluh tahun tanpa sosok ayah itu sulit loh Margaretha. sulit mendapatkan kebutuhan hidup, sulit saat sakit dan sulit menahan emosi disaat temen temen menghina saya hidup tanpa orang tua itu sakit sekali, sekarang dia sakit dan sudah hidup susah dengan seenaknya datang kesini dan minta maaf berharap diterima begitu saja." Ucap Amanda lirih, Amanda muak diganggu terus menerus.
" Memang sulit Man, tapi saat kamu menikah kamu butuh restu bapak kamu dan jadi wali nikah kamu. nanti dipersulit loh, dan jangan menyesal enggak memberikan maaf disaat ayah kamu meninggal dunia. maaf saya bicara seperti ini" Lanjut Margaretha kwatir Amanda tersinggung
__ADS_1
" Coba bapak kamu pergi seenaknya sama perempuan lain, selama sepuluh tahun, kehidupan kamu berubah drastis apa kamu bisa dengan lantang bicara seperti ini. saya mau kerja kamu, kamu ikut atau mau pulang?" Tegas Amanda kesal sama ucapan Margaretha.
" Ikut kerja, maafkan saya, saya enggak bisa membayangkan kehidupan saya seperti kamu Man." Lanjut Margaretha enggak bisa membayangkan betapa susahnya kehidupan Amanda tanpa ayah nya selama ini