
Dela, Amanda, Vivi, dan Margaretha. naik motor sendiri ke rumahnya Putri, setelah seharian belajar motor bahkan sebelum berangkat ke rumahnya Putri , untuk memantapkan mengendarai motor barunya.
" Wah motor barunya" Puji Putri melihat temen temen nya berdiri disamping motor
" Alhamdulillah Putri, akhirnya bisa bawa motor sendiri biar lebih hemat dan santai, bilangin om Ilham terimakasih motornya yah." Ucap Dela melepaskan helmnya.
" Apa lagi bisa bawa motor bisa kemana pun saya ingin kan, enggak harus memikirkan ongkos kan sekarang." Ucap Amanda yang selalu debat sama bunda nya setiap minta uang ongkos
" Kamu sendiri minta bonus apa dari om Ilham?" Tanya Vivi penasaran
" Mobil, soalnya motor peninggalan orang tua saya masih ada, dan masih layak pakai soalnya kalo saya beli yang baru motor yang lamanya kan bagaimana nantinya." Lanjut Putri yang memang bingung mau minta apa
__ADS_1
" Kerennya mobil, apa sudah bisa bawa mobil?. ah bagaimana kalo kita liburan ke villa yuk konfoy kita, jalannya naik motor pelan pelan bagaimana?" Tanya Amanda, Amanda ingin merasakan liburan ke villa.
" Nanti saya tanya Daddy ya apa boleh kita kesana, yuk masuk keruang kerja. kata Daddy ada kerjaan untuk kita soalnya." Lanjut Putri, Putri merasa enggak enak kalo langsung ke Villa tanpa ijin sama Ilham
" Oke, nanti kita bahas sama om Ilham langsung" Ucap Vivi enggak sabar mau liburan ke villa
Putri ngajak Amanda, Vivi, Margaretha, dan Dela. masuk kedalam ruang kerja. Putri sudah mengisi kulkas dan cemilan diruang kerjanya.
Dilain sisi, Ilham merasa kesal sama temen temen sekaligus rekan kerja, bisa bisanya lagi meeting laporan keuangan dan evaluasi kinerja karyawan, pada bahas kapan Ilham nikah.
" Maaf pak Ilham, kalo kita semua kepo, apa lagi anda semakin sukses pak. apa masih betah sendirian saja, saya punya sepupuh yang cocok sama anda." Ucap bendahara dengan lancarnya
__ADS_1
" Maaf jangan buka biro jodoh disini, disini buka lowongan karyawan baru, untuk yang mau bekerja dengan baik dan profesional pak." Sindir Ilham semakin kesel, Ilham harus nunggu dua tahun setengah lagi untuk melamar perempuan incarannya.
" Maaf pak Ilham, saya masih betah kerja disini pak." Lanjut Bendahara dengan takut
' Yah sudah kita lanjutkan rapatnya, sekali lagi ada yang kepo sama masalah pribadi saya, saya tunggu surat pengunduran diri tanpa pesangon sama sekali mengerti" Bentak dan tegas Ilham, Ilham enggak suka urusan pribadinya di kepoin sama orang lain.
" Mengerti pak Ilham" Ucap peserta rapat dengan rasa takut.
Ilham menatap satu persatu peserta rapat dan menghembuskan nafas kesalnya, Ilham melanjutkan rapatnya berusaha fokus dan melupakan pembicaraan enggak penting tadi
Dilain sisi, Putri dan temen temennya di minta, membuatkan mall untuk beberapa kota yang minta dibuatkan desain mall baru
__ADS_1
" Wah keren mall, kapan lagi bikin desain sesuai keinginan kita, hayo temen temen kita bikin" Ucap Amanda semangat untuk bikin proyek kali ini
" Hayo, kata om Ilham semakin bagus desainnya semakin mahal, jadi fokus dan bikin yang bagus supaya nilai jualnya juga mahal temen temen" Ucap Putri semangat, Putri punya rencana ingin sekali memiliki rumah sendiri, walaupun rumahnya Ilham besar tapi Putri ingin hidup mandiri saat kuliah nanti.