
Arini menyiapkan sarapan untuk Putri, Amanda, dan Dela. menu sarapan yang dibuat Arini seafood dan nasi goreng, menu sarapan request nya Amanda tentunya disetujui sama Putri, Putri melihat isi meja makan cuman bisa menahan emosinya dan berusaha memahami keinginannnya Amanda.
" Yah ampun Manda, keterlaluan sekali sih kamu Man, kamu memangnya siapa yang seenaknya minta di masakin seperti ini hah" Bentak Dela, Dela bener bener kesel sama tingkahnya Amanda yang semakin menjadi jadi
" Sahabatnya Putri memangnya kenapa hah, namanya sahabat kan wajar saling berbagi kan." Bentak Amanda kesal
__ADS_1
" Hahahaha, sahabat apaan sih Man, kamu selalu memanfaatkan Putri terus menerus. saya tanya apa yang pernah kamu kasih ke Putri selama menjadi sahabatnya hah. saya ingat betul sebelum orang tuanya Putri meninggal dunia. kamu enggak pernah sekali pun ngajak Putri kekantin untuk jajan, engga pernah membelikan apapun untuk Putri, dan kamu selalu lihat tugas sekolah sama Putri. sedangkan sekarang rajin sekali ngajak Putri ke kantin beli jajanan mahal itu pun Putri yang bayar. sahabat macam apa kamu Amanda buat Putri hah. sahabat itu enggak memanfaatkan sahabatnya sendiri. munafik kamu Manda." Bentak Dela kesal
" Itu karena Putri yang mau kok, selalu nolak saya ajak. sedangkan bunda saja gajinya sedikit mana bisa berbagi makanan sih. sudah jangan cari alasan terus." Bentak Amanda kesel
" Astaga kalian ini, selalu saja ribut dimana pun selalu ribut. kalo begini terus kalian enggak usah lanjut nginep pusing saya maaf. Dela kalo mau melanjutkan bikin proyek desain kita bisa bikin di sekolah saja habis pulang sekolah, saya bahagia ada kalian disini, saya enggak merasa kesepian tapi kalo ribut terus saya capek dengernya dan pusing juga mengerti enggak sih kalian. kalo masih mau disini berdamai kalian kita bisa berteman baik tanpa berantem sama sekali." Bentak Putri, Putri bener bener pusing hadapi Amanda dan Dela.
__ADS_1
" Kamu harus sadar diri Put, uang yang kamu pakai punya om Ilham enggak sewajarnya membelikan orang lain dengan nominal besar terus menerus kan. kamu tinggalkan Amanda Putri, enggak kasihan sama om Ilham harus nanggung kebutuhan yang bukan siapa siapnya om Ilham. maaf kalo saya bicara seperti ini Put, om Ilham punya kebutuhan dan enggak selamanya harus memberikan ijin kamu teraktir sahabat yang enggak tahu diri seperti Amanda ini." Sambung Dela terus terang, Dela muak sama gaya Amanda yang berlebihan
" Bicara sembarangan terus kamu Dela, siapa sih yang memanfaatkan Putri berlebihan, Putri yang mau kok." Lanjut Amanda, sejujurnya Amanda malu sama ucapan Dela karena semuanya benar
" Maaf, Putri, Dela, dan Amanda. kalian mau berangkat sekolah sudah berantemnya cepat sarapan dan berangkat sekolah, setelah pulang baru dibahas lagi." Ucap Arini, Arini enggak tega melihat Putri yang kelihatan pusing menghapi sahabat dan temennya.
__ADS_1
Putri enggak menjawab ucapan Arini tapi Putri langsung makan, diikuti sama Dela dan Amanda yang sama sama diam karena emosi satu sama lain.