
Jet pribadinya Ilham mendarat dengan sempurna di kota Bali, Ilham dan rombongan turun satu persatu dari jet pribadi. Amanda, dan Dela baru pertama kali naik pesawat langsung muntah muntah baru pertama kalinya naik pesawat merasa pusing.
" Huh, dasar pada norak baru sekali sudah muntah bagaimana terbiasa naik pesawat apa lagi umum." Ledek Vivi menatap Dela dan Amanda gantian
" Habisnya pusing sekali mau bagaimana lagi dong Vi" Ucap Dela lemes
" Sudah temen temen, jangan berantem, kalian berdua bisa jalan?" Tanya Putri kwartir melihat kondisinya Dela dan Amanda
" Bisa kok Putri, yah sudah kita ke rumahnya om Ilham saja." Ucap Amanda lirih
" Selamat datang di kota Bali anak anak, loh kalian masih muntah?' Tanya David baru turun dari jet pribadinya Ilham
__ADS_1
" Mungkin baru pertama kali naik pesawat kali yah om, kalo sudah terbiasa enggak akan muntah lagi." Ucap Dela lemes karena terus menerus muntah
" Hayo Vid, kita bawa anak anak istirahat di rumah." Lanjut Ilham panik, baru pertama kalinya nguruus anak sekolahan pergi jauh jauh seperti ini
" Oke bos" Lanjut David pasrah, David makannya enggak mau ikut kunjungan kerja sekarang, kwartir akan repot seperti ini.
Rombongan Ilham jalan keluar bandara dan masuk kedalam mobil milik Ilham, Ilham memiliki rumah mewah dan satu mobil di Bali untuk di sewakan selama Ilham enggak ada liburan ataupun kunjungan kerja.
" Kalian istirahat dulu, nanti malam kita akan makan malam dan jalan jalan yah sebelum besok peresmiannya siang setelah jam makan kita baru datang." Ucap Ilham sengaja mengundur waktu peresmian Mall untuk Putri dan temen temennya briefing sebelum ke Mall.
" Siap Daddy, kalo begitu kita istirahat dulu yah ke kamar masing masing." Ucap Putri merasa ngantuk setelah perjalanan tiga jam perjalanan dari Jakarta ke Bali dan sampai rumahnya Ilham
__ADS_1
Putri, Amanda, Vivi, Dela, dan Margaretha. langsung milih kamar masing masing, kamar di rumahnya Ilham pun dilengkapi fasilitas sofa, meja, televisi, kulkas, dan kamar mandi. masing masing kamar, membuat lebih betah lama lama didalam kamar sendirian.
" Wah mewahnya kamar ini, sama seperti kamarnya Putri keren sekali beruntungnya Putri diangkat anak sama om Ilham.' Ucap Amanda merasa iri sama Putri, Amanda masuk kedalam kamar yang dipilihnya dan simpan barang bawaannya diatas sofa
Dilain sisi, Putri dan Arini susun bajunya di lemari, Arini sengaja satu kamar sama Putri supaya bisa membantu menyiapkan keperluan Putri
" Ka, Daddy punya berapa rumah yah di setiap kota? kalo Daddy lagi perjalanan dinas seperti ini?" Tanya Putri penasaran, karena rumah disini sangat bagus dan sama persis seperti di Jakarta.
" Entahlah Putri, saya kan baru kerja sama pak Ilham Putri, Tapi kata bibik di rumah, pak Ilham punya banyak rumah setiap mendapatkan proyek pembangunan sih, dari satu kota pak Ilham punya banyak proyek pembangunan rumah dan gedung yang sudah jadi.ada juga beberapa apartemen termasuk di Jakarta pak Ilham dan pak David punya Apartemen Put, walaupun pak Ilham masih jomblo tapi kaya raya beliau." Ucap Arini merasa bangga punya bos yang tajir
" Saya baru tahu, Daddy punya banyak rumah, keren ih masih muda tapi sudah sukses seperti ini yah ka.' Lanjut Putri bangga, dan bersyukur diangkat anak sama orang yang punya kelebihan harta yang mampu merubah kehidupan Putri jauh lebih baik lagi
__ADS_1