Om CEO suami ku

Om CEO suami ku
Jangan Minder kamu layak menerimanya


__ADS_3

Putri memikirkan ucapan temennya tadi yang tiba tiba membully nya, Putri seakan merasa enggak sadar diri dulu kehidupannya yang serba susah. Amanda yang melihat Putri cuman diam saja menjadi kwartir, karena Putri baru pertama kali mendapatkan pembullyan karena menikmati kartu pemberian Ilham.


" Hayo dong ceria, kita kan mau jalan jalan." Bujuk Amanda memberikan semangat


" Iyah Man" ucap Putri lirih


" Non Putri kenapa?" Tanya Supir saat melihat Putri masuk kedalam mobil dengan mata yang sembab


" Ada yang iri pak sama Putri" Ucap Amanda terus terang


" Jangan didengerin non, orang iri itu kurangnya kebahagian dan kurang bersyukur non, dengan non seperti ini mereka puas menyakitkan non dan akan terus seperti itu non, apa lagi non masih satu sekolah sampai dua tahun kedepannya non." Saran Supir, supir Ilham melihat Putri sekilas dan langsung menjalankan mobilnya.


" Tuh bener Put, yang dibilang supir kamu sudah jangan difikirkan, apapun orang bicara toh kamu sendiri yang tahu seberapa banyak uang om Ilham yang kamu pakai kan, jadi nikmati saja dan jangan terlalu diambil pikiran dan hati." Bujuk Amanda melihat sahabatnya sudah selesai nangis


" Maaf non, kalian mau pulang atau jalan jalan?" Tanya supir


" Jalan jalan saja pak, kita mau ke mall." sambung Amanda melihat supir


" Beres non" Lanjut supir


" Terimakasih yah sarannya, baik saya akan coba lebih santai dan ikhlas menerima apapun ucapan orang walaupun saya dibilang OKB dan manfaatin ka Ilham." Ucap Putri, sejujurnya Putri merasa malu mendapatkan julukan seperti itu, tapi memang faktanya sekarang Putri memang OKB setelah orang tuanya meninggal dunia dan hidupnya ditanggung sepenuhnya sama Ilham


Dilain sisi, Ilham melihat tempat kurus online, Ilham ingin sekali Putri mengikuti kursus supaya enggak terlalu jenuh dirumah terus.


" Kursus yang bagus, semoga Putri mau supaya jadi penunjang materi anak itu." Ucap Ilham mengecek handphone nya

__ADS_1


" Sorry lama nunggu dilobi" Ucap David merasa enggak enak


" Dasar asisten lakcnut bos disuruh lama seperti ini" Bentak Ilham kesal


" Sooryy bos, berkasnya ketinggalan." Lanjut David garuk kepalanya


Ilham langsung jalan mengabaikan David, David ikutin Ilham jalan ke mobilnya. David melihat Ilham sibuk sama handphone nya jadi kepo karena enggak biasanya Ilham seperti ini.


" Serius amat lihat handphone sampai masuk mobil?" Tanya David kepo


" Lagi lihat lihat kursus buat Putri nih, biar dia enggak bosan dirumah saja. supaya ada kegiatan setelah pulang sekolah" Ucap Ilham melihat handphonenya


" Yakin, apa enggak sebaiknya seperti ini saja, kalo Putri banyak kegiatan kurang waktu kebersamaannya loh." Goda David dengan melihat Ilham


" Ada benernya juga, tapi ah jadi bingung kan jadinya. apa dibatalin saja yah." Lanjut Ilham bingung


" Yah sudah batal saja, takutnya tertekan yah anaknya. yah sudah deh Vid. oh yah katanya Putri dibully sama temennya di bilang OKB" Lanjut Ilham, supirnya Putri diam diam memberikan laporan ke Ilham


" Yah wajar Ham, temennya iri sama Putri, kehidupan Putri berubah drastis kan wajar saja tergantung Putri menjalankannya kita lihatin saja, kalo sampai main fisik baru kita yang bertindak." Lanjut David, enggak menyangka pembullyan anak sekolah masih ada di jaman ini, ucapan kepala sekolah enggak sesuai fakta. David ingat betul saat David menemani Putri pertama kali ke sekolah bareng Ilham setelah orang tuanya Putri meninggal dunia


Dilain sisi, Amanda mengajak Putri kesalon, Awalnya Putri menolak karena Amanda terus memaksanya akhirnya Putri nurut menjalankan serangkaian perawatan kulit dan wajah.


" Put, kamu masih memikirkan kejadian tadi?" Tanya Amanda penasaran


" Masih Man" Ucap Putri lirih, Putri membayar perawatannya memakai kartu hitam pemberian Ilham

__ADS_1


" Astaga, pengalaman pertama yang menyebalkan buat kamu, tapi kalo kamu minder atau kamu menyerah orang orang itu semakin senang membully kamu Put. om Ilham kalo tahu kamu seperti ini pasti marah Putri." Lanjut Amanda


" Huff, entahlah Man." Lanjut Putri lirih


" Yah sudah sekarang makan yuk, sudah wangi dan cantik seperti ini kan." Lanjut Amanda


Putri ikutin kemanapun Amanda mengajak nya jalan jalan, Putri berusaha melupakan pembullyan tadi tapi begitu sulit dirasakan nya.


Dilain sisi, Ilham dan David rapat sama clientnya, setelah rapat David dan Ilham menikmati makan siangnya, Ilham melihat Putri langsung memanggilnya membuat Putri langsung bergabung sama Ilham dan David.


" Selamat siang om Ilham dan om David" Ucap Amanda ramah


" Siang juga Amanda, kalian disini beli apa?" Tanya Ilham basa basi


" Habis dari salon dan mau makan ka." Ucap Putri berusaha santai


" Vid, tolong temani Amanda pesen makanan yah, Putri menunya sama seperti saya." Perintah Ilham melihat David


" Oke bos" Ucap David santai


David dan Amanda langsung pergi ke meja kasir, ngantri untuk beli makanan yang diinginkan Amanda dan Ilham. Ilham menatap Putri dengan lekat matanya sembab Ilham merasa enggak tega melihat Putri seperti ini.


" Saya tahu apa yang kamu alami hari ini, jangan minder kamu layak menerima apapun yang saya kasih. jangan dengerin apapun ucapan orang lain, saya enggak mau melihat kamu sedih, pusing,dan stres karena ucapan orang lain, jangan sombong tetep jadi orang baik dan jangan pemarah sesakit apapun ucapan orang lain ke kamu yah." Tegas Ilham, Ilham kesal sekali sama temennya Putri seenak membully Putri


" Iyah ka Ilham, saya akan mencoba untuk sabar dan berusaha santai. terimakasih sarannya, dan terimakasih atas kebaikan ka Ilham yah." Ucap Putri sedikit lega.

__ADS_1


" Sama sama, sudah lanjutin kegiatan belanjanya yah. nikmatin saja oke." Lanjut Ilham santai


Putri ngangguk tanda setuju dan langsung senyum mendengar ucapan yang dibilang sama Ilham barusan, Putri enggak akan menunjukan rasa sedihnya supaya Ilham enggak ikutan kesel


__ADS_2