Om CEO suami ku

Om CEO suami ku
Itu namanya bukan sahabat


__ADS_3

Putri masuk kedalam rumah, Putri melihat Ilham dan David duduk santai diruang tamu. Putri sudah menormalkan perasaan kesalnya tadi sebelum masuk kedalam rumah, supaya Ilham enggak tahu apa yang dialaminya


" Selamat sore om David" Ledek Putri melihat David


" Sial, jangan om dong Put, panggil ka David saja supaya terdengar awet muda saya nya." Ucap David dengan terkekeh


" Dasar om om" Ledek Ilham melihat David


" Ngaca sana, umur tuaan siapa coba diantara kita berdua. wajar dong dipanggil Kaka." Ledek David enggak mau kalah


" Astaga kok kalian jadi berantem sih" Protes Putri bingung


" Tuh om Ilham duluan Put, Enggak terima kalo saya mau dipanggil Kaka juga." Rajuk David sengaja


" Idih ngadu sama anak kecil hahahaha" Ledek Ilham ketawa puas

__ADS_1


" Yah sudah deh kalian lanjutin ledek ledekan, saya masuk duluan mau kekamar." Lanjut Putri sedikit kesel


" Jangan marah dong Put, sini ngobrol sama kita. sengaja loh kita duduk disini mau ngobrol sama kamu." Bujuk Ilham, Ilham mau melihat sejauh mana Putri bisa jujur sama apa yang dihadapi nya.


" Iyah ka Ilham" Lanjut Putri, Putri duduk disampingnya Ilham


" Anak gadis, beli apaan tuh." Goda David pura pura


" Beli sepatu, jam tangan, dan baju ka." Lanjut Putri sedikit takut, takut Ilham marah


" Maafkan saya ka Ilham, memakai uang ka Ilham berlebihan hari ini." Lanjut Putri takut


" Saya tahu Put, saya hargai kejujuran kamu." Lanjut Ilham dengan santai


" Kok tahu ka? tahu dari mana?" Tanya Putri kaget, kaget karena Ilham tahu apa yang dihadapi Putri

__ADS_1


" Apa kamu lupa, didalam mobil saya pasang Cctv kan. jadi apapun yang kamu alami saya tahu, bagus kamu mau jujur dan terbuka sama saya Putri." Lanjut Ilham senyum ramah melihat Putri


" Saya jadi malu ka, sahabat sendiri bisa Setega itu seenaknya memakai uang ka Ilham padahal saya sudah bilang saya enggak enak memakai berlebihan dan Manda selalu maksa saya maafkan saya menyalahgunakan uang ka Ilham" Lanjut Putri jujur


" Itu bukan sahabat namanya Put, sahabat enggak akan aji mumpung beli barang mahal yang berlebihan, saya bukannya mau ajarin kamu pelit. tapi sahabat akan menasehati sahabatnya untuk beli yang murah tapi bagus. bukannya sebelaiknya, saya kaget tadi pas lihat tarikan uang yang cukup besar." Lanjut Ilham, sejujurnya Ilham ingin marah tapi enggak tega melihat Putri yang dengan berani mengakui kesalahannya.


" Terus saya harus bagaimana sekarang?" Tanya Putri bingung


" Kamu tetep pakai kartu itu, sikap kamu ke Amanda tetep seperti biasa akrab dan santai tapi kalo Amanda ngajak belanja diusahakan kamu tolak dengan baik baik, orang seperti Amanda kalo keinginannya ditolak akan berbuat jahat Put. jadi harus tenang dan hati hati, mulutnya akan lebih pedas Put." Nasehat David, David jadi enggak tega melihat Putri dimanfaatin sama sahabatnya sendiri.


" Ya ka David, saya akan mencoba bersikap biasa ke Amanda ka, dan saya enggak mau punya musuh karena uang ka. karena uang itu memang bukan milik saya juga." Lanjut Putri


" Bagus kalo kamu berfikir seperti itu, yah sudah istirahat sebentar setelah itu belajar yah Put." Perintah Ilham


" Iyah ka, yah sudah saya ke kamar dulu yah. permisi" Lanjut Putri, Putri langsung berdiri dan jalan kearah kamarnya sedangkan Ilham dan David melanjutkan ngobrol santainya.

__ADS_1


__ADS_2