
Ilham teriak sangat frustasi bisa bisanya, bicara sembarangan di rumah padahal ada Putri dan temen temennya bisa kapan saja mendengar obrolan Ilham sama karyawan karyawannya. Arini yang tidak sengaja mendengar teriakannya Ilham memberanikan diri mendekati Ilham.
" Perasaan anda serba salah pak Ilham, saya harap hubungan anda dan Putri tetep baik baik saja, mau bagaimana pun Putri membutuhkan anda sebagai pengganti orang tuanya. saya tidak tahu apa Putri mau menerima perasaan anda atau tidak." Ucap Arini pelan, Arini yang ngecek pintu dan jendela tidak sengaja melihat Ilham berdiri didepan pintu.
" Saya bingung Arini, Arini berusaha untuk ikhlas Putri Deket sama cowok lain, apa lagi yang seumuran sama Putri, tapi perasaan saya tidak bisa dibohongi Arini, saya cemburu sekali, bahkan saat David memperkenal wanita untuk saya supaya bisa move on, justru saya semakin memikirkan Putri terus menerus." Ucap Ilham lirih, dan bingung kenapa dirinya bisa jatuh cinta sama Putri sejauh ini.
" Hemm, tapi anda harus coba pak, melupakan perasaan anda sama Putri, mungkin bodyguard dan pak David sudah memberikan saran untuk anda. ikutin saja pak, lupakan dan kasih kebebasan untuk Putri memilih sendiri jodohnya, sebagai orang tua kasih tahu tipe tipe menantu idaman, jangan memaksa kehendak anda pak." Lanjut Arini yang merasa tidak tega, melihat Ilham tersiksa sama perasaan nya sendiri.
" Saya semakin berusaha untuk melupakan perasaan yang salah ini, apa lagi sekarang Putri sudah tahu kalo saya mencintai nya. pasti akan jadi canggung saat kita ketemu." Lanjut Ilham menatap langit langit
" Itu sudah pasti pak Ilham, mau sebenci apapun atau sekesel apapun, Putri masih bisa bersikap ramah dan sopan sama anda sebagai orang tua. jangan bikin Putri memilih tinggal sendiri karena risih, lebih baik anda bicara kan ke Putri. supaya Putri tidak memilih tinggal sendiri demi jahui anda pak Ilham" Lanjut Arini berharap hubungan anak dan orang tua tidak jadi renggang.
Ilham ngangguk pasrah, merasa salah dengan perasaan yang ada. Ilham belum berani ketemu sama Putri malam ini, rencana nya besok Ilham baru bahas perasaannya sama Putri.
Dilain sisi, Putri berusaha keras menutupi perasaan sedihnya, saat temen temennya ngebahas toko barunya Ilham, yang buka toko.
" Akhirnya selembaran pencarian karyawan selesai juga, tidak sabar mau lihat karyawan barunya om Ilham, dan hasil gambar kita bagaimana kalo sudah nempel di tembok." Ucap Vivi sambil merapihkan alat alat gambarnya.
__ADS_1
" Sama saya juga, mau lihat setiap stand dibuat sebagus apa sama Daddy nanti." Ucap Putri penasaran, karena baru pertama kali ngurus butik
" Apa kita ambil kriteria karyawan cowok yang ganteng ganteng yah sama masih jomblo?, lumayan kan sekalian cari jodoh sama karyawan sendiri?" Tanya Amanda yang sudah ngebet ingin sekali mendapatkan pacar
" Jangan lah, masa seperti itu sih, lagian ini kan toko khusus perempuan tidak enak lah ada karyawan cowok segala, apa lagi pas konsumen coba baju pasti risih lah." Protes Dela tidak setuju ide modusnya Amanda
" Iyah sih bener, lagian bahaya juga kan, apa lagi kalo otak jorok kan. bisa bahaya segalanya tahu, saya juga tidak setuju sama idenya Amanda." Protes Margaretha kesal sama idenya Amanda
" Jadi perempuan semua? Yah sudah deh saya pasrah saja deh?" Tanya Amanda pasrah karena tidak bisa modusin karyawan Ilham nantinya
" Dasar Amanda ada ada saja, sudah jangan sedih lagi, kan masih ada temen temen di kampus, kantor, dan kalo rapat kan ada saja asisten yang masih muda, sekretaris, dan CEO nya lagi. oh lupa kontraktor kan ada saja yang masih muda tapi tidak tahu statusnya juga." Ucap Putri sambil merangkul Amanda.
Dilain sisi, Ilham nungguin Putri didepan kamarnya Putri sambil mainin handphone nya, Ilham melihat Putri jalan ke kamarnya langsung senyum melihat Putri membuat Putri membuang muka sebentar dan senyum terpaksa melihat Ilham
" Ada yang mau Daddy omongin sama Putri" Ucap Ilham pelan, takut temen temennya Putri tahu
" Maaf Daddy, tapi Putri belum mau bahas sekarang, kasih Putri waktu yah maaf." Ucap Putri pelan sambil nunduk, karena perasaan sedih, kesel, bingung, sekaligus kecewa. fikiran negatif selalu saja muncul di kepalanya.
__ADS_1
" Baik lah, kalo sudah siap bicarakan hal itu, bilang langsung saja yah, Daddy tidak akan memaksa Putri untuk ngebahasnya maaf bikin Putri jadi tidak nyaman seperti ini." Lanjut Ilham menyesal tidak bisa menjaga rahasia, seenaknya bicara perasaan nya disaat Putri ada di rumah.
" Iyah Daddy, permisi." Lanjut Putri langsung jalan masuk kedalam kamarnya, ninggalin Ilham yang cuman bisa diam membiarkan Putri masuk kedalam kamarnya
" Bodohnya Ilham, anak yang harusnya di lindungi, di didik, dan kasih perhatian sebagai orang tua. sekarang jadi seperti ini, saya yakin sekali Putri jadi serba salah nantinya sikap dan ucapannya ke saya. astaga, astaga, maafkan Daddy sayang." Batin Ilham bener bener menyesal sama kecerobohannya.
Ilham langsung meninggalkan kamarnya Putri, membiarkan Putri untuk istirahat dan menenangkan hati dan pikirannya.
Dilain sisi, Putri nahan Isak tangisnya, ingat pengakuan Ilham tadi, Putri bingung harus bagaimana sama Ilham sekarang, Putri sama sekali tidak punya siapa pun di dunia ini selain Ilham sebagai pengganti orang tuanya.
" Bingung mau nolak atau menerima cinta Daddy ya tuhan, kenapa harus dicintai sama orang tua angkat sendiri sih, orang yang dianggap orang tua yang baik dan bijaksana ternyata menyimpan perasaan bertahun tahun, ya tuhan apa status orang tua yang Daddy ingin kan cuman modus atau tulus sih, bingung harus bagaimana sekarang" Batin Putri, Putri langsung berdiri dan jalan ke kamar mandi, membersihkan diri sebelum istirahat.
promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun.
__ADS_1