Om CEO suami ku

Om CEO suami ku
Putri satu kamar sama Dela dan Amanda


__ADS_3

Bus yang membawa rombongan Putri dan temen temen akhirnya sampai dengan selamat di villa nya Ilham, Wali kelas turun duluan dari dalam bus dan menunggu temen temennya Putri turun duluan dan berbaris dengan rapih.


" Oke anak anak, didalam Villa kalian sekamar enggak sendiri yah tapi satu kamar bertiga." Ucap Wali kelas


" Huh, mana seru Bu, memangnya siapa saja." Protes Amanda kesel


" Oke yang pertama, Putri, Dela, dan Amanda sekamar. yang ke dua Vivi, Margaretha, dan Lili." Ucap Wali kelas


" Bu, berdua saja sih Bu, masih sekali sama Dela si kuman." Ledek Amanda menatap sinis Dela


" Ngaca sana siapa yang kuman plus parasit." Bentak Dela kesel


" Jelas Amanda yang kuman dan parasit hahahaha" Ledek Vivi dan Margaretha bersamaan sambil ketawa puas


" Sudah jangan saling ledek, yang lain Nanti ibu kasih tahu kamar kalian hayo bawa masuk barang bawaan kalian" Lanjut Wali kelas


Putri dan temen temennya bawa barang bawaan dan masuk kedalam villa, Amanda kesel sekali lagi lagi enggak ada kesempatan menghasut Putri seperti dulu lagi. gerakannya seakan di kunci sama Dela dan kedua sahabatnya.


Dilain sisi, Ilham dan David masuk kedalam rumahnya David, ART di rumahnya David menyiapkan sarapan untuk David dan Ilham. David menyalakan Cctv yang ada ada di handphone nya memantau kegiatan Putri selama liburan, Bodyguard disiagakan di villa untuk melepaskan Cctv kalo Putri dan rombongan pulang ke Jakarta.


" Kegiatan rutin yah Ham, memantau dimana pun Putri berada. orang tua yang baik." Ledek David melihat Ilham


" Enak saja orang tua, calon suami yah saya. setelah Putri lulus sekolah saya langsung melamar Putri, usia kita cuman beda sepuluh tahun masih wajar lah jadi suami Putri." Ucap Ilham penuh percaya diri


" Dasar om om gila, bukannya jadi wali yang baik dan benar ini sudah menargetkan pendamping hidup lagi huh." Ledek David semakin semangat ledekin Ilham


" Masih mending nikah sama saya, dari pada orang lain kan belum tentu sepenuhnya bisa membahagiakan Putri, dan menjamin kesejahteraan hidupnya. dia boleh kuliah dan bebas bermain, setelah kuliah baru fokus jadi ibu rumah tangga yang baik." Lanjut Ilham, Ilham enggak ingin merusak kebahagiaan Putri terlalu memaksakan Putri


" Dasar om gila, saya enggak sabar denger itu dari bibir kecilnya Putri. hahahaha" Lanjut David ketawa puas

__ADS_1


Ilham melemparkan buah jeruk ke David saking keselnya, Ilham sudah merencanakan hal ini sudah lama dalam hayalannya ternyata keadaan yang membuat Ilham dengan mudah mewujudkan impiannya menjadikan Putri istri kecilnya.


Dilain sisi, Amanda cemberut satu kamar sama Dela, kamar yang dikasih Ilham kamar utama Villa lebih besar dan lebih nyaman.


" Put, setelah desain selesai apa lagi yang harus kita bikin?" Tanya dela penasaran


" Menentukan harga barang barang buat bangunan Del, cari yang lebih murah. kata ka Ilham itu salah satu daya tarik ke clinet" Ucap Putri, Putri merasa bahagia karena desainnya pun sudah tujuh puluh persen selesai.


" Pembahasan kalian bisa enggak, membahas desain terus menerus bosan saya dengernya." Protes Amanda kesel


" Itu kerjaan kita, ngapain enggak di bahas iri yah, setelah dapat bonus saya pamerin ke kamu, desain yang selama ini kamu ledek" Lanjut Dela dengan sinis menatap Amanda.


" Dasar norak" Protes Amanda kesel, Amanda merapihkan baju bajunya.


" Beres Put, nanti saya cari di internet deh, bikinan saya masih jauh sih tapi semangat lah, buat jadi orang sukses di usia muda." Lanjut Dela antusias


" Amin Del" Lanjut Putri


Dilain sisi, Vivi dan Margaretha menggunakan waktu istirahatnya melanjutkan membuat desain rumah, yang sudah berjalan. Vivi fokus membuat atap teras rumah, sesekali Vivi mencari ide dari gambar orang lain.


" Enggak mudah ternyata mau bikin rumah impian yah" Protes Vivi, yang dari tadi enggak jadi jadi bikin teras depan rumah


" Sabar lah Vi, memang sulit tapi hasilnya bakal dipuji terus loh sama pemilik rumah dan orang orang sekitarnya. memang desainer seperti ini." Ucap Margaretha memberikan semangat


" Iyah bener, rumah yang dibeli bisa menjadi pujian dan sendirian sih, yah sudah deh semangat buatnya." Lanjut Vivi kembali optimis


Vivi mencoba lagi membuat halaman depan rumah, Vivi selalu membayangkan ke sekolah naik motor, enggak terjebak macet dan enggak desak desakan naik angkutan umum.


Dilain sisi, Wali kelas menerima telefon dari Ilham meminta seluruh murid muridnya, belajar berternak yang sudah disiapkan dan berkebun strawberry milik Ilham.

__ADS_1


" Terimakasih pak Ilham, sudah mengijinkan anak murid saya liburan gratis di tempat anda." Ucap wali kelas bahagia


" Sama sama Bu, saya ingin memberikan pengalaman untuk Putri dan temen temennya untuk berlibur sekaligus edukasi mereka. oh yah saya ada tiga kuda kalo anak anak mau berkuda boleh sekali Bu" Ucap Ilham di sebrang telefon


" Baik pak Ilham, nanti saya ajak murid murid untuk berkuda, oh yah soal Putri, anak itu hebat sekali yah pak bisa tegar menghadapi hidupnya yang enggak mudah." Lanjut Wali murid


" Saya mengajarkan Putri memang seperti itu Bu, saya enggak ingin Putri lemah karena keadaan Bu, walaupun dia masih SMU tapi harus belajar tegar menghadapi hidup dari sekarang Bu. enggak bergantung sama orang lain terus menerus dan meratapi ke sedihan terus menerus." Lanjut Ilham terus terang


" Memang dorongan semangat dari orang terdekat memang lebih dibutuhkan, anda wali yang sangat peduli sama Putri, berdinding Putri diasuh sama orang sebaik dan seperhatian anda." Puji wali kelas


" Anda berlebihan Bu, saya juga lagi belajar ngurus anak orang Bu, kalo saya enggak tegas kasihan Putri jadi anak lemah dengan keadaan dia hidup sebatang kara." Lanjut Ilham lirih


" Setuju pak, enggak semua anak bisa seperti Putri, terimakasih untuk membimbing Putri dan terimakasih untuk liburan saat ini juga." Lanjut Wali kelas


Ilham ngangguk tanda setuju, Ilham pamit untuk mematikan teleponnya. wali kelas berencana mengumpulkan anak muridnya duduk santai di teras villa.


Dilain sisi, Amanda merasa bahagia karena mendapatkan kamar di Villa yang enak, kamar luas, kasur luas, dan ada kamar mandi didalam ditambah ada AC.


" Kalian mau nonton Drakor enggak?" Tanya Amanda dengan malas


" Boleh Man, tumben ngajak saya?" Tanya Dela penasaran


" Ngajak di tanya, cuek di resein. heran saya. Lanjut Amanda kesel


" Mau Man, oh yah ke depan yuk. katanya Bu guru ngumpulin kita duduk didepan villa, sekalian saja bawa laptop buat nonton Drakor ramean." Ucap Putri


" Ide yang bagus, semakin banyak yang nonton semakin seru kan." Lanjut Dela semangat


' Dasar, ya sudah hayo." Protes Amanda sedikit kesel. dan langsung ambil laptopnya Putri.

__ADS_1


Putri, Amanda, dan Dela. jalan ke depan dan gabung sama temen temen yang duluan duduk di depan villa.


__ADS_2