Om CEO suami ku

Om CEO suami ku
Belajar di ruang kerja ka Ilham


__ADS_3

Amanda memamerkan barang barang yang baru dibelinya di media sosialnya, Amanda sudah merencanakan ngajak Putri beli tas yang mahal. tas impiannya Amanda selama ini, Amanda mengirimkan pesan ke Putri untuk ngajak jalan jalan besok.


" Harus bisa maksa Putri nih besok belanja, tasnya mumpung masih ada dan bunda mana sanggup membelinya." Ucap Amanda penuh harap dan enggak sabar besok ketemu sama Putri di sekolah


Amanda mulai mengerjakan tugas sekolahnya, Merasa bingung akhirnya menyerah dan memilih main games online dan tugas sekolah seperti biasa salin tugasnya Putri yang pastinya jawabannya bener semua.


Dilain sisi, Arini membantu Putri merapihkan buku buku buat sekolah besok, Airini melihat belanjaan Putri cukup banyak dan belum dikeluarkan sama sekali.


" Put, ini kenapa enggak dirapihkan?" Tanya Arini penasaran


" Males ka, saya malu sama ka Ilham ka soalnya hari ini pakai uang ka Ilham berlebihan sekali. jadi malu saya" Ucap Putri nunduk sedih dan malu terlalu boros


" Boros dari mana Put? segini cuman sedikit kok belanjaan kami? kenapa harus malu?" Tanya Arini penasaran

__ADS_1


" Tadi temen saya minta belanja barang barang ini ka, dan saya disuruh beli yang sama apa lagi besok diminta pakai sepatu dan jam tangan barunya ke sekolah. harganya mahal sekali ka." Lanjut Putri menyesal


" Teman seperti itu dijauhi saja Put, kalo terlalu memanfaatkan enggak baik juga kan, apa lagi itu pemberian dari tuan Ilham wajar kalo merasa seperti itu. temen enggak tahu diri jauhi saja Put." Lanjut Arini provokasi


" Kata ka Ilham jangan dijauhi, tapi cukup ditolak saja permintaanya dengan baik baik, jangan ada musuh Selema sekolah." Lanjut Putri bingung


" Yah sudah kalo tuan Ilham mintanya seperti itu, yah sudah mau belajar dimana?" Tanya Arini mengalihkan pembicaraan


"Diruang kerjanya ka Ilham kalo boleh sih, biar ka Ilham lihat saya belajar ka." Lanjut Putri terkekeh


" Insya Allah enggak akan ka, saya sudah menganggap ka Ilham seperti om sendiri satu satunya yang saya punya di kota ini." Lanjut Putri malu, sejujurnya Putri mulai nyaman didekat Ilham yang sikap dan ucapannya berubah semenjak orang tuanya enggak ada.


Dilain sisi, Ilham melanjutkan pekerjaannya di ruang kerjanya, Ilham membawa cemilan, minuman segar, dan kopi. menemaninya kerja, karena proyek yang dikerjakannya besok harus dikirim pagi pagi ke email client. saat sibuk kerja Ilham mendengar suara ketukan pintu.

__ADS_1


" Masuk" Teriak Ilham dari dalam ruangan kerjanya.


" Ada apa Put?" Tanya Ilham saat Putri masuk kedalam ruangannya.


" Saya boleh belajar disini ka, sekalian sedikit dikit minta ajarin bikin bangunan ka boleh?" Tanya Putri harap harap cemas


" Kenapa mau bisa? kamu enggak berfikir punya uang sendiri kan?" Tebak Ilham melihat Putri


" Supaya mahir saja ka, saat kuliah sudah terbiasa bahkan kuliah sambil kerja ka." Lanjut Putri senyum kuda, karena keinginannya langsung ditebak sama Ilham


" Yah boleh, tapi setelah belajar yah, saya enggak mau belajar kamu keganggu karena bikin desain bangunan mengerti kan." Tegas Ilham melihat Putri


" Siap ka Ilham, yang penting diijinkan sudah bahagia saya ka." Lanjut Putri, Putri langsung jalan mendekati meja kebesarannya Ilham.

__ADS_1


Putri dan Ilham langsung duduk di sofa, Ilham membiarkan Putri belajar sesuai pelajaran besok sedangkan Ilham melanjutkan pekerjaannya yang hampir selesai.


__ADS_2