
David mengumpulkan orang tuanya Dela, Amanda, Vivi, dan Margaretha. disebuah cafe yang cukup nyaman untuk bersantai. David menyampaikan maksud mengumpulkan orang tua temen temennya Putri.
" Anak anak ibu dan bapak berhasil masuk rengking lima besar, pak Ilham yang merupakan bos saya dan bos anak anak ibu dan bapak, sudah janji memberikan mereka bonus prestasi untuk mereka, sebenarnya uangnya dari proyek yang Dela, Amanda, Vivi, dan Margaretha. kerjakan sendiri. sisa bonus mereka masih disimpan aman sama pak Ilham, supaya anak anak ibu dan bapak enggak besar kepala atau sombong, pak Ilham memberikan hasil kinerja mereka lebih dari biasanya hadiah prestasi mereka. apa kalian setuju anak anak bapak dan ibu diberikan motor kita bayar tunai, semua biaya perawatan motor ditanggung dari hasil bonus hasil kerja anak anak juga?" Penjelasan David panjang kali lebar
" Yah belikan saja pak, terimakasih sudah peduli sama anak kami. kami yakin anda dan bos Anda punya tujuan baik untuk anak kita yang manja dan sudah diatur" Ucap bunda nya Amanda, bunda merasa lega selama Amanda bekerja Amanda enggak lagi memaksa bunda untuk membelikan apapun yang Amanda ingin kan.
" Benar sekali, anak saya boros sekali banyak jajan, suka pusing turutin keinginannya, sedangkan gaji orang tuanya enggak seberapa kita merasa kebantu anak anak sudah diijinkan bekerja dari kelas satu SMU ini.' Ucap mamah nya Vivi merasa lega anaknya berubah jadi mandiri, enggak pernah minta uang jajan sama sekali. Vivi perlahan menjadi anak mandiri
" Sama saja jeng, Margaretha kalo enggak dikasih enggak ngamuk sih cuman diem saja didalam kamar. sebagai orang tua kan sedih dan bingung, tapi berkat kepo sama Putri membuat Margaretha mau cari uang sendiri. walaupun masih memikirkan untuk diri sendiri masih lebih baik yang penting anaknya bahagia." Ucap ibu nya Margaretha merasa bahagia
__ADS_1
" Yah silahkan saja dibelikan mereka motor, biar mereka semakin semangat belajar dan bekerjanya. dan semakin memotivasi mereka semangat untuk sekolahnya semakin bener dan semakin profesional dalam bekerja." Ucap bunda nya Dela, bunda nya Dela enggak cerita kalo anaknya dikasih job diawal sama Ilham untuk Amanda enggak terlalu memanfaatkan Putri.
" Jadi intinya ibu ibu dan bapak bapak setuju sama rencana bos saya?" Tanya David memastikan ucapan orang tuanya Dela, Amanda, Vivi, dan Margaretha.
" Iyah kita setuju, terimakasih selain membelikan dan mau menanggung biaya perawatan motor anak kita terutama bensin dan oli. terimakasih bonus yang diberikan untuk anak kita sungguh besar sekali." Ucap ayah nya Dela bangga dan terharu
" Sama sama pak, terimakasih kalo setuju sama ide ini, baik saya dan bos saya akan ke deller motor untuk melihat motor yang cocok untuk anak anak, saya dan bos saya akan semaksimal mungkin menjaga prestasi anak kalian enggak menurun dan membuat anak kalian semakin profesional dalam bekerja sesuai usia mereka. sekali lagi terimakasih atas kepercayaannya untuk bos saya." Lanjut David merasa lega, karena rapat dadakan ini berjalan dengan lancar dan orang tua begitu percaya sama Ilham.
" Bonus kalian, ada di rumah kalian, saat kalian pulang akan tahu, jadi sekarang nikmati hidangan yang ada." Ucapan Ilham santai, Ilham enggak mau ribet motor dibawa ke rumah dan repot bawa ke rumahnya Dela, Amanda, Vivi, dan Margaretha.
__ADS_1
" Kok di rumah om? bonusnya dalam bentuk barang?" Tanya Amanda penasaran maksud Ilham barusan
" Tepat sekali, Hayo habiskan yah,.oh yah kalian pas pulang bawa bingkisan itu yah sudah ada nama kalian. kalian bisa makan kembali sama orang tua kalian" Lanjut Ilham bahagia
" Ok om" Lanjut Dela, Amanda, Vivi, dan marhatha bersamaan.
" Bonus Putri apa Daddy?' Tanya Putri penasaran
" Kalo kamu, nanti saja gampang kita bahasnya yah nak." Lanjut Ilham, sejujurnya Ilham bingung mau kasih apa buat Putri, karena Putri sudah punya semuanya yang enggak dimiliki temen temennya
__ADS_1
' Oke Daddy, nanti kita bahas." Lanjut Putri pasrah, Putri merasa yakin ayah angkatnya bingung mau kasih apa karena Putri sudah memiliki semua barang barang yang Putri ingin kan.