
Putri senyum bahagia menyambut kedatangan Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. dan membiarkan keempat temen deketnya menghampiri Putri.
" Kalian kok tahu saya ada disini?" Tanya Putri senyum ramah ke temen temennya
" Iyah Putri, tadi telefon om Ilham katanya kamu ada disini, kamu sudah ingat kita?" Tanya Dela yang berharap Putri ingat kalo Dela, Vivi dan Margaretha. sekarang jadi temen deketnya Putri
" Ingat Dela, Alhamdulillah akhirnya sembuh juga Dela, maaf yah selama amnesia kalo saya melupakan kalian namanya penyakit tidak disengaja lupa. yang terpenting sekarang saya sudah sembuh total." Lanjut Putri bahagia karena ingatan nya kembali normal, tidak melupakan temen temennya.
" Alhamdulillah Putri, kita ikut senang kamu sudah mengingat kita lagi." Ucap Vivi terharu, tidak lagi dianggap asing
" Kamu kapan pulangnya? kita sudah kangen belajar, main, dan kerja bareng kamu Putri?" Tanya Margaretha langsung mendapatkan pelototan dari Amanda, Dela, dan Vivi
" Belum tahu nih, Daddy masih sama dokter semoga saja secepatnya pulang sudah bosan di rumah sakit terus" Lanjut Putri cemberut saking bosan nya kelamaan di rumah sakit.
Dilain sisi, Ilham bernafas lega, dari hasil ronsen Putri bener bener sembuh total sebuah keajaiban yang diberikan Allah.
" Berarti Putri tinggal kaki nya saja yang dioperasi ya dokter?" Tanya Ilham penasaran
" Iyah pak Ilham, ini sebuah keajaiban sekali pak, Putri sembuh secepat ini pak. kalo kondisi kakinya kita bisa terapi pelan pelan saja pak Ilham, tanpa harus operasi pak, tapi lihat enam bulan ke depan yah pak." Ucap Dokter yang langsung cabut hasil CT scan nya Putri dari layar monitor
" Alhamdulillah, baik dokter, saya akan coba terapi rutin untuk Putri supaya cepat sembuh.' Lanjut Ilham bener bener bersyukur masalah kesehatannya Putri tinggal masalah kaki saja.
Dilain sisi, Putri melihat hasil proyeknya Vivi yang satu tim sama Putri, Putri senyum bangga melihat Mega proyeknya Vivi hasil desainnya bener bener sempurnanya.
" Ah Putri, bisa saja mujinya Putri, saya tidak ingin mengecewakan om Ilham, kan atasan saya di pekerjaan ini, makannya berusaha keras memberikan hasil maksimal Putri." Ucap Vivi malu di puji sama Putri
__ADS_1
" Tapi beneran bagus Vi, oh yah bonusnya untuk kamu saja semuanya, kamu kan yang mengerjakan nya sampai selesai kan. jangan fikirkan saya yah." Lanjut Putri senyum melihat Vivi
" Yah sudah kalo Putri nolak, kita pakai jalan jalan saja bagaimana? bonus Vivi untuk teraktif Putri ke salon atau belanja yang lain?' Tanya Dela kasih solusi terbaik dan menurut Dela cukup adil
' Yah sudah terserah kalian saja, oh yah bagaimana pemotretannya temen temen?" Tanya Putri ingat betul Putri, Dela, Vivi, Amanda, dan Margaretha. dijadikan modal iklan untuk perusahaannya Ilham
" Alhamdulillah berjalan dengan lancar, masih ada beberapa kali lagi pemotretannya dan sepuluh kali bikin Vidio Putri, semangat untuk sembuh yah supaya kita bisa lengkap kembali bekerja. tidak enak juga bekerja tapi kekurangan personil Put" Ucap Margaretha terus terang
" Maaf yah temen temen, karena saya sakit pasti pekerjaan kalian jadi tidak maksimal karena saya tidak ada." Lanjut Putri sedih
" Namanya juga musibah siapa sih yang mau, yang penting kan sekarang kamu sudah ingat semuanya, kamu sudah boleh pulang kita bisa kembali bekerja lagi kan." Lanjut Dela meluk Putri, diikuti sama Amanda, Vivi, dan Margaretha.
Dilain sisi, Arini, Ilham, dan David. sengaja tidak masuk kedalam kamar perawatannya Putri, membiarkan Putri temu kangen sama temen temennya setelah beberapa hari Putri hilang ingatan.
" Bener Arini, makannya saya sengaja menghindar dari pertanyaan Putri selama sakit, dari pada Putri sakit kepala terus menerus kan. lebih baik David yang hadapi Putri, kalo salah bicara kan bisa disalahkan hahaha." Ucap Ilham ketawa puas, karena Ilham tidak ingin disalahkan karena salah bicara
" Huh, curang yah bro, tapi untungnya Putri baik baik saja selama sakit tidak kambuh sama sekali, dan tidak paksa saya lagi. jadi sakit juga tidak merepotkan saya sama sekali sih." Ucap David terus terang
" Pak Ilham, apa sudah kasih tahu, guru dan kepala sekolah nya Putri kalo Putri sudah sembuh total, dan siap kembali ke sekolah?' Tanya Arini memastikan Putri bisa kembali ke sekolah atau tidak
" Mereka sudah tahu kok, dan kepala sekolah mempersilahkan Putri ke sekolah walaupun pakai kursi roda, yang penting tidak mengganggu kondisi kesehatan yang lain." Lanjut Ilham merasa beruntung setelah dari ruangan dokter langsung Vidio call sama guru dan kepala sekolah nya Putri.
" Gerak cepat yah bro, yah sudah yuk kita gabung sama mereka, ngerumpi ala anak sekolah sudah selesai yah sudah waktunya gabung sama kita." Ledek David langsung berdiri
" Berasa sudah tua saja kamu Vid, oh yah Arini tolong temani David untuk beli makan malam untuk kita semua yah." Lanjut Ilham sengaja mendekati David dan Arini, supaya David menghilangkan kebiasaan buruknya.
__ADS_1
Dilain sisi, Putri mendengarkan penjelasan Dela tentang pelajaran hari ini, Putri langsung mempraktekkan soal soal matematika yang dijelaskan Dela barusan.
" Dasarnya pinter, walaupun hilang ingatan tetep saja kemampuannya tidak menurut sama sekali." Ucap Dela santai, sambil melihat Putri mengerjakan soal soal yang sudah diberikan Dela
" Terlalu memuji kamu Dela, saya juga samaa kok masih belajar, masih mau mengerjakan soal soal yang ada dengan sebaik mungkin kok." Protes Putri yang tidak suka di bilang pinter, nyatanya Putri masih mau belajar
" Yah deh Putri, oh yah kemarin Bagas tanya kondisi kamu loh Putri, cie ada yang cariin Putri." Goda Amanda
" Cariin saya? untuk apa yah, perasaan saya dan Bagas tidak terlalu dekat kok?" Tanya Putri bingung dan penasaran
" Katanya mau belajar begitu Put, cie cie dicariin cowok ganteng dan perfek seperti Bagas" Goda Vivi yang sudah bisa tebak Bagas menyimpan perasaan ke Putri
" Kalian berlebihan sekali, orang mau belajar bareng saja kok di cie cie sih" Protes Putri senyum senyum sendiri
Tanpa Putri sadari Ilham mendengarkan obrolan Putri dan temen temennya, Ilham merasa cemburu ada yang tanyakan Putri ada dimana
" Sabar bro, wajar kalo sesama teman nya, ada yang cariin ke beredaan Putri, seperti itu jadi tidak usah terlalu cemburuan." Ucap David yang melihat Ilham
" Tapi Vid saya tidak suka ada yang cariin Putri apa lagi alasan belajar sudah basi sekali" Protes Ilham Yang langsung merapihkan berkas berkasnya diatas meja.
promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun
__ADS_1