
Dela dan Putri menikmati kuliner ditaman kota, Amanda yang melihatnya jadi heran sama Putri kehidupan sudah jadi orang kaya tapi masih saja doyan makan dipinggir jalan seperti ini dengan lahapnya. Dela yang melihat Amanda sama sekali enggak jajan, berusaha menggoda Amanda.
" Duh enaknya jajan banyak hari ini" Ucap Dela sengaja
" Alhamdulillah Del, kalo kamu menikmati kuliner hari ini" Ucap Putri seneng, merasa enggak sia sia ngajak temen nya jajan.
" Putri, kamu kan sudah jadi orang kaya, kenapa masih doyan makan dipinggir jalan seperti ini sih, restoran makanan enak kan juga enggak kalah banyak dari pada disini." Protes Amanda enggak suka
" Heh, yang kaya kan om Ilham, memangnya orang kaya enggak boleh jajan dipinggir jalan, jangan berlaga deh Amanda jadi orang, ngaca kamu orang sederhana ngapain bicara seperti itu hah." Bentak Dela kesel, kesel sama kesombongannya Amanda.
" Memang kenyataannya kan, Putri enggak mensyukuri takdir barunya ngapain tinggal dirumah bagus tapi enggak bisa foya foya dan menikmati makanan enak." pancing Amanda sengaja
" Miskin belagu ciih, sudah yuk Putri kita lanjut keliling lagi." Lanjut Dela, Dela senyum sinis melihat Amanda
" selalu saja ada bahan ribut kalian, heran bisa enggak sih akur begitu, lebih enak dilihat tahu." Protes Putri kesel, kesel melihat kedua temennya selalu saja berantem
" Akur sama bocah matre ini? Dih ogah sekali Put, Bisa semakin miskin saya berteman sama dia, kamu yang masih bodoh betah berteman sama bocah matre itu, dan kamu bakal pusing mikirin keinginan dia. saya tanya apa pernah kamu dibeliin apapun sama Amanda?" Tanya Dela dengan serius
" Heh, pertanyaan macam apa itu hah, sudah jangan bicara seenaknya." Bentak Amanda kesel
" Putri, saya tanya apa bocah itu pernah teratir kamu, minimal es saja?" Tegas Dela, Dela tahu betul dulu Amanda sama sekali enggak pernah ajak Putri ke kantin sekolah.
" berteman enggak harus saling neraktir kan, itu namanya Pamrih dong" Lanjut Putri bingung
" Jawab jujur Putri, kamu mau sampai kapan bertahan punya temen sematre dan sepelit Amanda, bukan soal pamrih tapi manusiawi lah Put. saling bergai berapa pun nominalnya " Desak Dela dengan sengaja, Dela senyum kemenangan lihat Amanda nahan amarahnya
" Sudah Put, hayo lanjut ke salon saja, panas semakin panas disini." Lanjut Amanda kesel
__ADS_1
Amanda langsung narik tangannya Putri, Amanda semakin kesel sama ucapan nya Dela yang selalu mancing amarahnya. Dela semakin semangat menjauhkan Putri dari Amanda karena kasihan juga Putri selalu dianggap mesin ATM nya Amanda.
Dilain sisi, Ilham melihat lihat proyek yang sedang dikerjakannya, Ilham membayangkan memantau proyek buatannya Putri dan menikmati saat saat bersama selama kunjungan kerja.
" Saya semakin enggak sabar mau lihat hasil desainnya Puri." Ucap Ilham melihat pemandangan sekitar proyek
" Sepertinya enggak akan selesai cepat sih, ada Amanda si pengganggu konsentrasi Putri tapi kalo ada Dela masih mending cepat selesai." Ucap David terus terang
" Anak itu bener bener benalu untuk hidupnya Putri , tapi perjuangan Dela saja belum ada kabar baiknya kan. lagian mereka masih kelas satu santai saja kali yah." Lanjut David jadi pusing memikirkan hal sepele tapi jadi rumit
" Apa sebaiknya Bunda nya Amanda kita kasih kerjaan saja, supaya bunda nya kasih Naset ke anaknya." Lanjut Ilham, Ilham males marah marah sama anak orang.
" Ide yang bagus, nanti kita fikirkan pekerjaan yang pantas apa." Lanjut David lega, lega Ilham mendapatkan ide buat masalah Putri
Dilain sisi, Dela senyum sinis melihat Amanda, rencana ke mall enggak jadi akhirnya langsung pulang dan Dela sama Putri siap siap berenang di kolam renang. sedangkan Amanda cuman bisa melihat dipinggir kolam renang.
" Beda yah Put, air kolam renang pribadi sama tempat umum, tempat umum pasti kotor dan jarang dibersihkan. tapi tempat sendiri jernih sekali." Ucap Dela, Dela menikmati berenangnya.
" Enggak Put, saya takut kecemplung lagi." Lanjut Amanda sedih, Amanda enggak berani mencoba dari pada nekat justru kelelep lagi
" Huh payah, hayo Putri kita berenang. kolamnya dalam dan luas sekali." Lanjut Dela dengan sengaja
Putri melihat Amanda dengan sedih, dan akhirnya ikut Dela berenang mengelilingi kolam renang. Amanda melihat Putri dan Dela cuman bisa nahan sedih dan trauma takut kecemplung lagi.
Dilain sisi, Ilham senyum sinis mendapatkan email dari anak buahnya, Ilham berhasil mencari tahu soal keluarganya Amanda, sejujurnya Amanda kasihan sekali hidup sederhana dan kedua orang tuanya bercerai. membuat Amanda kekurangan kasih sayang kedua orang tuanya, dan kekurangan materi. membuat Amanda rela memanfaatkan temannya demi bisa memiliki apa yang dia mau
" Terus sekarang bagaimana?" Tanya David penasarannya
__ADS_1
" Ibu nya seorang ART dengan gaji kecil toh, bapaknya lepas tangan untuk membiayai kehidupan Amanda. enaknya dikasih pekerjaan apa yah, ibu nya lulusan SD sih yah hemmm." Ucap Ilham bingung
" ART di rumah tah? tapi sudah ada ART dan Arini lagi kan." Lanjut David bingung
" Bisa saja sih, yah sudah pas kita pulang saja urus semuanya, supaya Amanda bisa dikendalikan langsung sama orang tuanya, sama orang lain kan sulit." Lanjut Ilham
" Yah sudah saya setuju, kita masih lama tinggal disini yah." Lanjut David
Dilain sisi, Amanda membuka kulkas saat melihat isi kulkas, Amanda langsung ambil brownis dan minuman segar. Amanda bawa ke pinggir kolam
" Put, sini makan kue dulu." Ajak Amanda, Amanda kasih lihat brownis yang dibawanya.
" Iyah Manda" Ucap Putri, Putri langsung naik keatas dengan hati hati dan jalan ke arah Amanda yang lagi menikmati brownis
" Kok cuman satu sih, saya enggak diambilkan." Ucap Dela, Dela berdiri disampingnya Putri dan keringkan badannya yang masih basah
" Ogah,ambil saja sendiri, memangnya kamu sahabat saya hah." Bentak Amanda dengan sombongnya.
" Sahabat yah, tapi pertanyaan saya kamu abaikan tadi hahaha. jangan ngaku sahabat kalo cuman bisa memanfaatkan temen sendiri cih." Ledek Dela, Dela menatap sinis kearah Amanda
" Sial" Protes Amanda kesel
" Hahahaha" Ketawa Dela puas, Dela langsung masuk kedalam rumah, mengabaikan wajah marahnya Amanda
" Put, usir dia sih dari sini, nginep tiga Minggu kita enggak seru sama sekali tahu Put. ada pengganggu." Lanjut Amanda memprofekatorkan Putri
" Maaf Man, yang ngajak Dela kesini kan ka Ilham, jadi saya enggak enak ngusir Dela begitu saja." Lanjut Putri merasa enggak enak
__ADS_1
" Huh, kita enggak bebas mau ngapain juga kan, ada saja ucapan Dela selalu jadi masalah, tapi saya bener bener enggak suka ada Dela disini." Tegas Amanda, Amanda enggak akan menyerah mendesak Putri untuk ngusir Dela