Om CEO suami ku

Om CEO suami ku
Masih bocah sudah matre


__ADS_3

Ilham melihat cctv di dalam kelasnya Putri, Ilham kesal sekali sama niatnya Bagas diketahui sama Ilham. Ilham berencana yang jemput Putri dan temani Putri jalan bareng Putri dan Bagas.


" Parah bro, masih bocah sudah matre, untungnya cctv masih kita pasang yah. bahaya laki laki seperti itu bro, selain matre bisa main fisik kalo enggak dituruti." Protes David yang ikut nonton kegiatan Putri dan temen temennya didalam kelas


" Iyah bro, saya juga enggak akan membiarkan Putri dimanfaatin sama bocah bocah terus, cukup Amanda dulu jangan ada yang lain lagi." Protes Ilham kesal, karena temen sekelas Putri ada saja yang jahat sama Putri


" Kamu yakin mau temani mereka jalan? bagaimana kalo Putri enggak nyaman?" Tanya David yang enggak tega sama Putri


" Kita suruh supir diem diem ikutin mereka, pas mereka lagi makan kita enggak sengaja ketemu mereka supaya niat jahat Bagas enggak bisa kesampaian, saya enggak mau Putri enggak nyaman sekolah disitu kan."Lanjut Ilham yang mendapatkan ide melindungi Putri


" Yah berdua Ilham? tadinya saya mau main sama perempuan yang biasa padahal, tapi enggak lama kan?" Tanya David yang enggak mau waktu santainya diganggu


" Tergantung sih Vid, hayo lah main sama perempuan kan setelah selesai lindungi Putri, nanti saya kasih bonus deh Vid bagaimana mau kan?" Tanya Ilham sedikit maksa

__ADS_1


" Oke Ham, kalo ada bonus saya mau hahaha, saya mau lima puluh lembar uang merah yah." Lanjut David yang aji mumpung


" Enggak, kamu pakai apatermen saya saja, saya kasih dua puluh lembar oke." Tegas Ilham, Ilham tahu keinginan David menteraktir wanitanya


" Huh, baiklah terus kapan mereka jalan?" Tanya David pasrah


" Jam dua siang, mereka naik mobilnya Putri, kita harus sampai mall duluan sebelum mereka. beruntung didalam mobil Putri saya pasang cctv jadi tahu apa saja yang mereka bahas." Lanjut Ilham, Ilham semaksimal mungkin melindungi Putri dan mengawasi kegiatan Putri selama di sekolah dan selama didalam mobil.


" Orang seperti Putri yang lugu wajib dimanfaatkan, enggak sabar nanti siang" Batin Bagas, Bagas enggak sabar untuk belanja banyak.


Tanpa disadari Dela memperhatikan Bagas yang senyum licik ke arah Putri, Dela yang melihatnya jadi was was saat tahu Putri akan jalan bareng Bagas.


" Yakin mau jalan sama Bagas?" Tanya Dela yang curiga

__ADS_1


" Yakin memangnya kenapa? ada yang salah?" Tanya Putri yang penasaran


" Enggak kenapa kenapa sih Put, yah sudah have fun saja yah jalan sama Bagas." Lanjut Dela, Dela sesekali melihat Bagas yang masih senyum senyum sendiri, setelah senyum licik tadi.


Dela berharap apa yang dilihatnya salah, Dela berusaha untuk fokus melanjutkan belajar bareng Amanda, Vivi, dan Margaretha. sedangkan Putri mengisi waktu luang untuk bikin desain Villa.


Dilain sisi, Ilham memerintahkan Supir untuk membawa baju ganti untuk Putri dan sengaja baju yang dibawakan lengan panjang dan celana panjang, Ilham enggak ingin Bagas semakin licik sama Putri selama jalan.


" Kamu ikutin Putri tapi jangan sampai ketahuan yah, kalo mereka lagi makan langsung telefon saya yah, saya enggak bisa melepas Putri jalan bareng temen sekolah begitu saja." Ucap Ilham was was, Ilham baru pertama kali mempunyai tanggung jawab menjaga anak orang dengan baik dan hati hati enggak membiarkan Putri kenapa kenapa.


" Baik tuan, saya juga enggak tenang kalo non Putri jalan sama temen cowok begitu saja, apa lagi baru pertama kali jalan." Ucap Supir terus terang


" Iyah bener, harus waspada, soalnya kan baru pertama kalinya kita tahu Putri jalan. biarlah dibilang orang tua asuh yang overprotektif dari pada anak orang kenapa kenapa kan." Lanjut Ilham yang enggak peduli sama penilaian orang lain yang penting Putri dijaga semaksimal mungkin.

__ADS_1


__ADS_2