Om CEO suami ku

Om CEO suami ku
Mauan baayarin makanan sebanyak ini


__ADS_3

Dela yang mendapatkan tugas bikin Amanda malu sama niatnya, langsung cari Amanda dan Putri di kantin mahal yang ada di sekolahnya. Dela pura pura lewat dimeja Putri dan mendengar ucapan Amanda langsung nimbrung dengan hinaan yang biasa diucapkan.


" Temen parasit, aji mumpung terus manfaatin temen yang sekarang tajir parah parah. enggak tahu malu sekali sih kamu Man" Ledek Dela dengan semangat


" Astaga, jangan bicara sembarangan Dela, saya enggak seburuk itu sama Putri." Ucap Amanda bohong


" Mauan bayarin makanan sebanyak ini Put, sadar enggak sih Put, kalo kamu lagi dimanfaatin sama yang ngaku temen Deket kamu ini. saya cuman kasihan saja sama kamu, biaya hidup kamu kan di tanggung yah jangan berlebihan juga kali. saya kalo jadi kamu lebih baik saya jauhi temen kere dan nyusahin seperti Amanda. cuman bisa nunjuk makanan enak sepuasnya tanpa berfikir nominalnya." Ledek Dela semakin gencar


" Jangan begitu Dela, hayo makan bareng, ini banyak sekali, kita bisa makan bareng." Ajak Putri santai


" Put, ngapain sih ajak dia, sudah sana pergi. kamu saja enggak mampu beli kan dasar iri saja bisanya.kasihan sekali hidupnya." Ledek Amanda enggak mau kalah


" Ingat Put, jangan bikin om Ilham kecewa sama kamu karena terlalu boros, apa lagi demi orang seperti Amanda, ingat Put kamu akan terus menerus dimanfaatkan sama Amanda demi kepentingan dia Put. jangan mengecewakan orang yang baik tulus sama hidup kamu, pengganti orang tua kamu Put." Lanjut Dela dengan tegas, Dela menatap sinis melihat Amanda dan langsung pergi. Dela ingin sekali ledekin Putri karena terlalu bodoh dengan mudahnya dimanfaatkan, tapi Dela sudah janji enggak akan sakiti Putri


" Jangan dengerin dia Put, ingat kan kata kata ka Ilham, nikmati masa remaja harus bahagia terus. kalo saya ajak kamu karena ingin membuat kamu selalu bahagia Put." Ucap Amanda bohong, Amanda sama sekali enggak peduli sama apa yang dirasakan Putri, yang penting mendapatkan apapun yang diinginkan nya.


" Iyah Man saya percaya, yah sudah hayo lanjut makan lagi." Ucap Putri sejujurnya bingung, bingung bagaimana harus bersikap sama Amanda. sedangkan cuman Amanda temen yang mau menerima kesederhanaan Putri selama ini.


Amanda tersenyum puas melihat Putri galau, Amanda enggak akan membiarkan Putri berteman sama siapapun selain sama Amanda sendiri. Amanda minum penambah nafsu makan, Amanda mampu makan semua menu yang ada di meja.


Dilain sisi, Dela ngobrol santai sama temen temennya, Dela enggak berani bilang mendapatkan tambahan uang jajan setiap hari dari Ilham.

__ADS_1


" Gila yah si Amanda, semenjak orang tuanya Putri enggak ada dia gencar memanfaatkan Putri makan di stand yang mahal mahal lagi, enggak tahu diri sekali." Ucap temennya Dela


" Bukan itu saja sih, lihat dong jam tangan dan sepatu mahal yang dipakai Amanda. enggak memikirkan yang punya uang, saya yakin majikan Putri pasti marah besar. yang sekarang tanggung jawabnya dia yang jalani. orang tua sendiri kalo tahu anaknya dimanfaatkan pasti marah apa lagi ini orang lain." Ucap temennya Dela yang lain


" Putri antara polos dan bodoh, segitu dimanfaatkan masih saja baik dan diem, padahal jelas jelas dimanfaatkan heran jadinya." Ucap Dela ikut ikutan kesel


" Nah itu dia, lebih tepatnya bodoh karena Sudah tahu dimanfaatkan masih saja bertahan, temen kere seperti itu di pertahankan." Lanjut temennya Dela.


Dela yang mendapatkan tugas pun, semakin semangat menghina Amanda dan membuat Amanda malu.


Dilain sisi, Amanda minum obat diet, Amanda ingin menikmati makanan banyak dan enggak mau gemuk karena makan enak.


" Pulang sekolah, apa jadi ke kantornya ka Ilham?" Tanya Amanda


" Wow mau Put, bukannya masih premium kan? nonton prabayar kan?" Tanya Amanda antusias


" Iyah Man, soalnya ka Ilham yang daftarin waktu itu, jadi mau nonton Drakor?" Tanya Putri memastikan


" Mau Put, mau sekali saya. nanti kita beli cemilan pas nonton Drakor yah. saya yang request boleh kan." Lanjut Amanda dengan menekan kalimat terakhirnya


" Boleh Man, ka Arini pasti seneng sekali ada temen nonton Drakor dirumah nanti." Lanjut Putri, Putri ingin Arini ikut nonton bareng.

__ADS_1


" Yah deh" Lanjut Amanda terpaksa setuju Arini ikut nonton


" Yah sudah yuk ke kelas" Ajak Putri, Putri merapihkan buku yang sempat dibawanya


Amanda dan Putri jalan ke kelas, Amanda enggak sabar mau mesen makanan enak enak selama nonton nanti.


Dilain sisi, Ilham dan David meninjau proyek pembangunan rumah susun, Ilham membaca Whatshapp dari Putri memberikan laporan pengeluaran hari ini.


" Astaga, yah sudah lah, jangan marahin terus, sepertinya Dela harus lebih Deket sama Putri sedikit sedikit jahui dari Amanda.kasihan juga Putri nya." Ucap Ilham sambil pegang handphone nya.


" Anak itu bener bener enggak tahu diri, bener Putri perlahan diajak Deket sama temen yang lain deh jangan sama Amanda terus. kasihan kan Putri nya kalo harus diledek terus sama Dela." Ucap David yang setuju sama idenya Ilham


" Yah sudah mulai besok, Dela mulai Deket sama Putri dan ajak Putri main bareng, tapi tetep awasi takut Dela bertingkah." Tegas Ilham, Ilham pusing melihat pertemanan Putri yang sedikit ribet


" Siap, laper makan yuk." Ajak David


" Lat's go" Lanjut Ilham singkat


Ilham dan David mencari restoran untuk makan siang bareng, Ilham memakai hatset saat melihat Putri masuk kedalam mobil dan mendengarkan obrolannya Amanda dan Putri perjalanan pulang.


Dilain sisi, Arini menyiapkan laptop Putri karena sebentar lagi bakal nonton Drakor premium, pertama kali Arini nonton secara eksklusif seperti ini. Arini mengisi air dingin dan es batu untuk acara nonton bareng Putri dan Amanda nanti.

__ADS_1


" Beres deh persiapan nonton Drakor nya, beruntungnya Putri buat nonton Drakor dikasih fasilitas seperti ini sama tuan Ilham" Ucap Arini sedikit iri


__ADS_2