Om CEO suami ku

Om CEO suami ku
Cowok parasit


__ADS_3

Putri melihat Dela, Amanda, Vivi, dan Margaretha masuk kedalam Mall, langsung menghampiri temen temennya, Dela yang sudah tahu Putri datang ke Mall sama Bagas pura pura enggak tahu membuat Putri dengan leluasa cerita bisa sendirian di mall.


" Dih Bagas, enggak menyangka ya cowok parasit, modus minjem buat bayarin barang barang futsal dan minjem buat bayarin nonton iuh sekali." Ledek Amanda enggak menyangka Bagas cowok menyebalkan


" Untung kamu enggak pinjemin buat Bagas itu, bisa bisa di manfaatkan kamu Putri seperti Amanda dulu, sekarang sih dia tobat." Ledek Dela melirik Amanda


" Ternyata lebih enak pakai uang sendiri dari pada dibayarin temen, lebih puas dan lebih bangga sih." Ucap Amanda baru sadar selama ini jadi parasitnya Putri


' Iyah memang Amanda lebih puas dan bangga pakai uang sendiri, saya juga enggak menyangka Bagas seperti itu dan sekarang saya ditinggal sendirian di mall kan rese sekali dia." Lanjut Putri kesel, tega teganya Bagas pergi begitu saja


" Kasihannya kamu Putri, yah sudah bareng kita yuk nonton dan makan bareng." Ucap Vivi prihatin sama Putri, karens habis dikerjain sama Bagas


" Yah sudah yuk, dari pada bosan juga, untungnya ketemu kalian disini." Lanjut Putri merasa bersyukur ketemu sama temen temennya di mall

__ADS_1


" Iyah hayo, nonton ramean lebih seru" Lanjut Dela, Dela diam diam mengirim pesan ke Ilham menceritakan ketemu sama Putri di WhatsApp, Dela memberikan password khusus untuk nomor Ilham.


Dilain sisi, Ilham bernafas lega akhirnya Putri enggak jadi dimanfaatkan sama Bagas, Ilham merasa bersyukur Putri tahu apa yang harus dilakukan kalo ada temen yang minta dibayarin dengan harga barang yang mahal


" Anak cerdas, bagus juga harus minta ijin, enak saja memanfaatkan anak orang huh. untungnya Dela, Vivi, Margaretha, dan Amanda datang tepat waktu." Ucap Ilham merasa bersyukur karena rencananya berhasil.


" Untungnya Putri anak yang apa apa harus ijin yah, jadi enggak mudah dimanfaatkan lagi." Puji David yang melihat WhatsApp dari Dela


" Jangan Ham, kita kan masih ada Dela, Vivi, Amanda, dan Margaretha. yang bisa melindungi Putri kan, kasihan juga kalo harus beradaptasi sama lingkungan baru dan mereka kan satu kerjaan, akan susah atur waktu kerja kalo beda sekolah." Lanjut David yang enggak mau ribet dikemudian hari


" Yaah bener, yah sudah kita tugasnya memantau dan melindungi saja deh, biar Putri bahagia sama temen temen yang sekarang." Lanjut Ilham pasrah, bagi Ilham yang terpenting kebahagiaan dan kenyamanan Putri


Dilain sisi, Putri, Dela, Vivi, Margaretha, dan Amanda. beli buku tentang membuat desain interiornya lebih bagus dan lebih rapih.

__ADS_1


" Kita sekarang hobinya baca buku yah guys" Ucap Vivi enggak menyangka punya hobi baru


" Yah harus dong, masa hobi enggak ada yang bagusan sedikit apa huh." Protes Dela yang sejujurnya setuju sama ucapan Vivi


" Buku kita sama lagi kita memang anak keren keren" Ucap Amanda bangga sama pekerjaannya


" Ya dong, kalo enggak keren yah mana mau belajar buku setebal ini kan." Lanjut Dela dengan bangga.


" Yah ampun, kalian jangan sombong seperti itu enggak baik tahu." Protes Putri kurang seneng sama ucapan temen temennya.


" Sombong memotivasi enggak masalah Putri, beda kalo sombong memamerkan harta apa lagi punya orang tua. nah itu yang enggak boleh, tapi kalo sombong tapi kita berprestasi wajar kan." Ucap Margaretha dengan terkekeh


" Dasar huh" Protes Putri kesel, Putri langsung jalan ke kasir, diikuti sama temen temennya bayar buku yang dibelinya

__ADS_1


__ADS_2