
Arini membantu Putri siap siap kunjungan kerja ke Solo, Arini merasa bahagia sekali karena diajak pergi lagi sama Putri.
" Setelah kunjungan kerja, saya sudah list tempat tempat yang wajib dikunjungi selama di Solo ka" Ucap Putri bahagia, akhirnya bisa nginep di rumah baru buatannya.
" Yah dong, kunjungan kerja kan cuman sebentar sisa waktu disana kita habis kan untuk kuliner dan menikmati tempat wisata disana." Ucap Arini memasukin baju baju Putri
" Oh yah, dokumen yang dibutuhkan apa sudah siap?" Tanya Arini yang melihat Putri sibuk sama kertas kertas
" Sudah ka, sudah siap semuanya. seneng juga yah kunjungan kerja dan liburan tidak ditemani orang tua, lebih bebas." Lanjut Putri jujur, karena adanya Ilham pasti lebih banyak aturan alias dilarang.
" Semua anak muda seperti kamu Putri, memang benar ada orang tua tidak seru. tapi tumben pak Ilham tidak ikut ya, apa masih ada pekerjaan lain?" Tanya Arini penasaran.
" Iyah ada rapat sama beberapa klien ka, bahkan om David saja tidak ikut kita. bener bener dikasih kepercayaan Putri dan teman teman melihat proyek karya kita." Lanjut Putri sambil buka kulkas
" Oh pantes saja, yah sudah istirahat yuk. besok kan berangkat pagi ke Solo nya." Lanjut Arini ganti baju, Arini memeriksa tas bawaannya sebelum tidur.
Dilain sisi, bunda nya Amanda memberikan bekel untuk Amanda makan dijalan besok, sejujurnya ingin sekali ikut kunjungan kerja tapi ditahan perasaannya, karena tahu anaknya harus bisa mandiri dan menjalankan pekerjaan dengan profesional.
" Bunda masak apa?, wangi sekali sampai ke kamar Amanda?" Tanya Amanda melihat bunda nya sibuk di dapur
" Bikin ikan pepes sayang, sama sayurnya juga, besok kan Amanda berangkat subuh supaya subuh bisa dibawa sama Amanda, oh yah kirim WhatsApp ke temen temen Amanda supaya tidak bawa bekel soalnya buat sarapan bunda sudah masak buat Amanda, Putri, Dela, Vivi, Margaretha, dan ka Arini." Ucap Bunda nya Amanda memotong sayuran.
" Wih mantap, oke bunda nanti Amanda kasih tahu mereka yah. bunda Amanda tidur dulu yah sudah ngantuk, maaf tidak membantu bunda." Lanjut Amanda merasa tidak enak sama bunda nya sibuk sendirian.
" Iyah tidak apa apa sayang, sudah sana istirahat supaya besok tidak ngantuk." Lanjut Bunda nya Amanda yang faham kalo anaknya sudah capek kerja dan kuliah.
Dilain sisi, Ilham melihat lihat foto keluarganya Putri, di ruang keluarga,Ilham menetas kan air mata kerinduan sama keluarganya Putri yang sudah bertahun tahun bekerja dirumahnya.
" Pak, maafkan saya jatuh cinta sama anak bapak, sejujurnya selama ini saya mencintai Putri pak, dan saya bingung antara mempertahan kan perasaan ini atau merelakan Putri sama laki laki lain." Ucap Ilham merasa bersalah dan bingung sama perasannya sendiri.
__ADS_1
Tanpa Ilham sadari Arini mendengar ucapan Ilham, sambil melihat foto keluarganya Putri.
' Yah tuhan, kasihan sekali pak Ilham perasaan yang salah, perasaan yang tidak bisa memiliki walaupun selalu ada untuk Putri dan selalu turutin apapun keinginan Putri." Batin Arini, merasa kasihan melihat Ilham dilema sama perasaannya sendiri, Arini langsung jalan cepat ke dapur sebelum Ilham melihat dirinya tidak sengaja mendengar ucapan Ilham
Malam berganti pagi, waktu tidak terasa berputar dengan cepat, Putri siap siap untuk berangkat ke kota solo, Arini melihat Putri lagi siap siap langsung menghampiri Putri.
" Katanya bunda nya Amanda, sudah masak ikan pepes untuk kita semua sarapan, jadi masakan ka Arini buat makan siang saja yah." Ucap Arini melihat Putri
" Memangnya tidak basi ka?" Tanya Putri penasaran
" Tidak kok Putri, tadi sudah ka Arini hangat kan, jadi masih bisa dimakan sampai siang ko." Lanjut Arini
" Syukur lah, Putri jadi tidak tega kalo sampai basi ka." Lanjut Putri, merasakan juga bagaimana capeknya masak
" Sudah tenang saja, yuk ke depan soalnya pak Ilham sudah nunggu kita didepan." Lanjut Arini langsung pegang kopernya Putri dan tasnya sendiri.
" Semuanya aman dan beres pak, bensin sudah diisi, oli sudah diganti, dan ban sudah di periksa anginnya, sudah beli minum buat dijalan, dan kartu tol sudah diisi pak." Ucap supir yang akan menemani Putri dan teman temannya kunjungan kerja.
" Jangan ngebut yah bawa mobilnya, dan jangan nyalip harus sabar. bagus semuanya sudah di cek demi keamanan kalian selama diperjalanan." Ucap Ilham merasa lega, Ilham melihat cctv terkoneksi dengan baik. membuat Ilham yakin memberikan ijin Putri pergi tanpa ditemani.
Dilain sisi, Dela diantar ayah nya ke rumah Putri, ingin bermanja-manja sama ayah nya minta dianter pakai motor.
" Disana jangan jalan jalan ketempat yang aneh aneh yah, walaupun kamu tidak diawasi sama pak Ilham dan pak David, harus jaga kepercayaan orang tua, memberikan kebebasan." Ucap Ayah nya Dela berharap anaknya tidak mencoba ke tempat yang tidak pantas.
" Beres ayah, lagian ada ka Arini kok yang mengawasi kita, dan ada supirnya Putri juga, jadi tidak berani nakal disana ayah." Ucap Dela percaya diri, karena Dela sama sekali tidak tertarik sama hal hal yang tidak penting
" Syukur lah kalo ada yang temani kalian juga, yah sudah semangat kerja dan have fun yah nak." Lanjut Ayah nya Dela lega karena Ilham tidak sepenuhnya memberikan kebebasan.
Dilain sisi, Margaretha dan Vivi berangkat bareng ke rumahnya Putri, sekalian jemput Amanda satu mobil online bareng.
__ADS_1
" Kalian hati hati dijalan yah, kalo sudah sampai kota Solo kabarin yah anak anak." Ucap Bunda nya Amanda yang membantu anaknya masukin barang bawaan kedalam mobil.
" Beres bunda" Ucap Margaretha dan Vivi bersamaan
" Yah sudah bunda, kita jalan dulu yah, kalo ada apa apa ke rumah Dela atau yang lain yah bunda kalo butuh bantuan." Ucap Amanda meluk bunda nya
" Iyah sayang, tenang saja. sudah sana jalan kasihan Putri pasti sudah nunggu lama kalian." Lanjut Bunda nya Amanda melepaskan pelukannya.
Amanda ngangguk dan langsung jalan kedalam mobil, perlahan taxi online jalan meninggalkan rumahnya Amanda.
Dilain sisi, Ilham membantu Putri masukin barang bawaannya kedalam mobil, Ilham memberikan amplop untuk Putri selama liburan ke Solo.
" Apa ini Daddy?" Tanya Putri penasaran karena dikasih uang sama Ilham
" Uang saku untuk Putri, disana Putri pasti mau belanja kan. Daddy tahu Putri sudah mendapatkan uang sendiri, tapi kewajiban Daddy tetep memberikan uang saku untuk Putri." Ucap Ilham yang sadar tanggung jawabnya.
" Astaga, yah sudah terimakasih Daddy, kalo tidak habis Putri tabung yah Daddy. terimakasih" Lanjut Putri bahagia, karena Ilham tidak lupa sama tanggung jawabnya, walaupun sudah punya uang sendiri tapi Putri masih mau menghargai pemberian Ilham.
" Iyah nak, sudah sana naik mobil, kalo sudah sampai Solo telefon yah, apa lagi di tempat proyek jangan lupa di foto dan diingat apa saja yang harus dibahas selama kunjungan kerja." Lanjut Ilham memberikan kepercayaan untuk Putri, mampu melakukan kunjungan kerja tanpa diawasi.
" Siap Daddy bos, sudah hafal ko." Lanjut Putri terkekeh, Putri langsung masuk kedalam mobil sambil nunggu kedatangan temen temennya.
promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun
__ADS_1