
Putri datang ke kantornya Ilham, Putri diminta Ilham untuk ikut rapat, supaya tahu bagaimana rasanya rapat versi orang dewasa dan rapat kali ini tentang proyek yang Putri dan teman temennya bikin.
" Jangan gugup yah Put, harus fokus dan tenang supaya kalo ditanya dengan mudah kasih jawaban tentang proyek yang kamu buat ini." Ucap Ilham memberikan semangat buat Putri
" Iyah Daddy, selama ini rapat sama temen temen saja sudah gugup takut salah, apa lagi sekarang sama orang dewasa semoga tetep fokus." Ucap Putri gemetaran saking gugupnya
" Yah sudah kita ke ruang rapat sekarang, ada om David juga disana." Lanjut Ilham merapihkan berkas berkas untuk rapat
Dilain sisi, Dela mencoba membuat kolam renang dewasa, Dela ingin mencoba hal yang baru sebelum dikasih proyek sama Ilham, Margaretha dan Vivi seenaknya masuk kedalam kamarnya Dela.
" Lagi ngapain Del?" Tanya Vivi penasaran
" Kita panggilin enggak nengok nengok sama sekali." Protes Margaretha ngerasa diabaikan
" Lagi bosen saya di rumah, terus gambar kolam renang dewasa sepertinya seru guys, kalo bagus saya ajuin ke om Ilham lumayan kan jadi bonus untuk saya nantinya." Ucap Dela semangat, Dela belum pernah membuat proyek kolam renang sama sekali
__ADS_1
" Seru juga, saya juga ah kolam renang, tapi untuk anak anak, ide yang bagus juga" Lanjut Margaretha, yang mendadak mendapatkan ide yang sama
" Bikin saja, atau kita gabung jadi satu juga asik tuh." Lanjut Dela semakin antusias
" Saya punya ide untuk gabungin kolam renang anak anak dan kolam renang dewasa, memang sih enggak terlalu istimewa jaadinya" Lanjut Vivi yang punya ide gabungin Ide Margaretha
Margaretha mencoba bikin kolam renang anak anak sekaligus tempat bermain anak anaknya, dan beberapa bangunan kecil sebagai pelengkap bangunan
Dilain sisi, Putri sangat puas sekali, desain mall yang waktu itu dibuatnya di bangun di Bali, Putri ikutin Ilham kembali ke ruangannya sedangkan David kembali ke ruangannya.
" Iyah sayang, memangnya kenapa? oh yah Putri nanti Daddy ajak buat kunjungan kerja ke sana." Ucap Ilham duduk diikursi kebesarannya
" Begini Daddy, Putri dan temen temen mau ke Bali ajak ka Arini juga, boleh enggak kita kerja sekalian liburan, tanggal merah di hari Senin Daddy, jadi kita berangkat dari Jum'at siang pulang Senin pagi Daddy." Penjelasan Putri penuh harap
" Boleh nak, disana Daddy ada rumah juga, yah sudah Daddy ikut sekalian melihat lokasi pembangunan Mall disana, rapat dimajukan kalo begitu. dua Minggu lagi yah berarti kan?" Tanya Ilham memastikan.
__ADS_1
" Iyah Daddy dua Minggu lagi, beneran boleh Daddy terimakasih yah?" Tanya Putri bahagia mendengar ucapan Ilham
" Beneran nak, nanti Daddy rapihkan rumahnya supaya kesana sudah siap ditempati sama kita." Lanjut Ilham senyum bahagia, karena ada kesempatan liburan sama Putri
Dilain sisi, Amanda menatap sinis laki laki yang berhasil menemukan rumah barunya, beruntung David memberikan bodyguard untuk jaga jaga didepan rumahnya Amanda.
" Jangan berani masuk teras rumah ini, disini ada satpam yang siap usir bapak dari sini." Ucap Amanda, Amanda bener bener enggak mau ketemu sama orang yang tega meninggalkan nya selama sepuluh tahun.
" Jangan berikan seperti ini sama bapak nak, bapak sadar akan kesalahannya bapak di masa lalu dan ingin sekali memperbaiki keluarga kita nak, beri kesempatan untuk bapak dan tolong bujuk bunda. apa kamu enggak ingin punya orang tua lengkap?" Tanya dan bujuk ayah nya Amanda
" Hahahaha, baru sekarang bapak minta memperbaiki keluarga pak, dimana perasaan bapak diawal bapak pergi? dimana perasaan bapak disaat Amanda sakit karena kangen sosok orang tua, dimana perasaan bapak dan keluarga bapak disaat setiap lebaran Amanda nangis ingin ketemu sama bapak. dan sekarang dengan mudahnya ingin kumpul bareng Amanda dan bunda lagi, enak sekali jadi bapak. disaat sudah susah dan enggak memiliki apapun minta kembali, kehidupan Amanda selama sepuluh tahun tanpa bapak itu berat dan menyakitkan jadi wajar kalo Amanda dan bunda nolak kedatangan bapak, dan bunda minta cerai. jadi Amanda minta jangan pernah muncul lagi dimana pun Amanda dan bunda berada, karena satpam disini enggak akan tinggal diam usir bapak mengerti" Tegas Amanda nahan tangis, dihati kecil Amanda sangat rindu akan kehadiran ayahnya sangat rindu, tapi diingat perjalanan hidup selama sepuluh tahun yang dilewati Amanda dan bunda nya enggak lah mudah.
' Maafkan bapak yang gelap mata karena harta dan egois ini nak" Lanjut ayah nya Amanda pura pura sedih dan menyesal
" Lebih baik sekarang bapak pergi, jangan ganggu lagi kehidupan Amanda dan bunda lagi." Lanjut Amanda yang langsung masuk kedalam rumah, enggak kuat nahan air mata terus menerus.
__ADS_1