Om CEO suami ku

Om CEO suami ku
Harus imbang akan pendidikan, dan pekerjaan


__ADS_3

Orang tuanya Dela, Margaretha, dan Vivi pada ngumpul di rumahnya Dela, Dela sudah menceritakan mendapatkan bonus pertama membuat denah rumah beberapa hari ini, membuat para orang tua bahas langsung kelanjutan cerita anak anaknya


" Bunda ini untuk bunda" Ucap Dela, Dela sudah memisahkan bonusnya untuk orang tua dan dirinya sendiri.


" Subhanallah anak bunda, terimakasih sayang, bunda setuju kamu bekerja sayang, tapi ingat yah harus pandai mengatur waktu kamu, waktu belajar, waktu mengerjakan denah bangunan, waktu istirahat, dan waktu bermain kamu. kapan kapan bunda ke rumah Putri untuk ketemu sama pak Ilham." Ucap bunda nya Dela bangga dan bahagia, bahagia enggak menyangka anaknya punya bakat.


" Bener kata bunda kamu Dela, kalo sampai kalian mudah sakit karena enggak bisa bagi waktu dan pelajaran kalian turun drastis kita akan stop kontrak ini, didalam kontrak apa bila orang tua merasa prestasi anaknya turun punya hak membatalkan kontrak. jadi kalian jangan lupa yah atau kalian kehilangan mimpi kalian." Tegas bunda nya Vivi menatap Vivi, Dela, dan Margaretha.


" Kita mungkin kesulitan membiayai pendidikan kalian di bangku kuliah nanti, kalo kalian mau kuliah dan mendapat gelar kalian harus mempertahankan karir kalian yang sekarang, dengan pandai membagi waktu kalian." Ucap bunda nya Margaretha bijaksana


" Insya Allah bunda dan Tante Tante, kita enggak mau mengecewakan dan menghilangkan kesempatan seperti ini, lagian kita bikin denah bangunan di rumahnya Putri kok, dan ada asistennya Putri yang selalu mengingatkan untuk belajar. jadi kalian enggak usah kwartir." Ucap Vivi terus terang, Arini memang selalu mengingatkan Putri, Vivi, Dela, dan Margaretha. untuk belajar dan memberikan waktu dua jam fokus bikin denah bangunan


" Alhamdulillah kalo begitu, kalian enggak salah pilih temen kalo begitu, kita dukung kalian berkarir dari sekarang, kita enggak memaksa kalian tapi kalo kalian happy mengerjakannya silahkan." Lanjut Bunda nya Dela senyum bahagia dan bangga


" Pasti bunda, Dela juga enggak menyangka melihat Putri kita jadi termotivasi Bunda, dan sekarang kita sudah di kontrak dan mendapatkan Bonus pertama kali. buat anak sekolah sebuah kebanggan bunda hasil kerja keras membuah kan hasil" Lanjut Dela bangga, Dela bener bener fokus saat Putri ngajarinnya untuk hati hati dan teliti.


Dela, Vivi, dan Margaretha.teraktir orang tuanya makan di tempat restoran dan menyenangkan orang tua.

__ADS_1


Dilain sisi, Putri merasa bahagia sekali akhirnya mimpinya terwujud juga, bisa belajar mandiri walaupun masih dipantau dan dibantu sama Ilham, tapi Putri enggak ingin kebutuhan sehari harinya di tanggung sama Ilham yang sekarang menjadi wali nya.


" Tetep pegang saja Putri, mau kamu pakai silahkan enggak dipakai yah jadi tabungan kamu, kamu tanggung jawab saya sepenuhnya, walaupun kamu sudah dapat kerja tapi kewajiban tetep saya jalankan untuk kamu." Ucap Ilham tegas, Ilham enggak ingin dibantah, walaupun Ilham tahu Putri akan berusaha untuk belajar mandiri


" Yah sudah ka, akan saya jadikan tabungan terimakasih yah ka, saya semakin semangat belajar bikin denah rumah, ruko, gedung perkantoran, sekolahan, dan sebagainya. karena tekat saya sudah bulat ka. mau belajar mandiri dan enggak mau terlalu merepotkan ka Ilham." Ucap Putri jujur, Putri enggak mau jadi beban hidup untuk Ilham selamanya, Putri sadar harus bisa mandiri dan memikirkan diri sendiri.


" Yah sudah terserah kamu saja, ingat yah jangan sedih sedih, stres, atau bikin galau dan ingat menikmati masa remaja kamu yah dengan kebahagiaan jangan banyak beban pikiran yah." Lanjut Ilham, Ilham senyum bangga melihat Putri, Putri mau belajar mandiri.


" Pasti itu ka, saya enggak akan bikin ka Ilham mikirin saya yang galau ka, oh yah merayakan bonus saya, bagaimana kalo kita ke mall yuk." Ajak Putri, Putri ingin sekali teraktir Ilham, walaupun enggak banyak tapi sebagai tanda Syukur dan terimakasih atas bantuannya Ilham karena berhasil mewujudkan keinginan Putri


" Boleh ka, kita makan di tempat sate yah, sedangkan bebek bakarnya pesen online bagaimana menghemat waktu, dan bisa kenyang diwaktu bersamaan." Lanjut Putri memberikan ide


" Boleh juga, hayo kalo begitu kita jalan." Lanjut Ilham santai, Ilham enggak menyangka Putri mendapatkan ide prektis


Dilain sisi, Amanda mulai fokus lanjutin membuat denah rumah, Amanda belajar membuat perkarangan rumah yang bagus dan teliti tanpa ada kesalahan sama sekali.


" Anak bunda lagi apa?" Tanya bunda Amanda saat masuk ke kamar anaknya

__ADS_1


" Mau bikin denah rumah, soalnya Putri, Dela, Vivi,dan Margaretha. sudah menikmati bonus bikin seperti ini bunda, dan Amanda juga ingin memiliki bonus dari kerja keras Amanda untuk Amanda memenuhi kebutuhan Amanda." Ucap Amanda, Amanda melihat bunda nya, dan menunjukan kontrak kerja yang dikasih Putri tadi.


" Maafkan bunda nak, yang enggak bisa memenuhi kebutuhan. kamu maksimal tapi bunda bangga anak bunda mau kerja keras mendapatkan apapun yang diinginkannya, Jangan tinggalkan belajar yah sayang sesibuk apapun kamu." Lanjut Bunda nya Amanda bangga dan optimis


" Pasti bunda, karena om Ilham enggak ingin Putri, saya, Dela, Vivi, dan Margaretha. meninggalkan kewajiban belajar kita karena akan mempengaruhi mendapatkan proyek baru bunda." Lanjut Amanda, Amanda enggak ingin kehilangan emas seperti ini


" Alhamdulillah pak Ilham mengajarkan kalian tanggung jawab, yah sudah bunda enggak akan ganggu anak bunda yang lagi sibuk." Lanjut Bunda nya Amanda yang pelan pelan menutup pintu kamar, membiarkan Amanda kembali konsentrasi.


Dilain sisi, Ilham tersenyum bangga melihat Putri, membagikan sate untuk anak anak jalanan yang ngamen di tempat sate mereka bangga. Ilham enggak akan melarang Putri untuk berbagi selama dalam batas sewajarnya dan jelas.


" Saya senang ka melihat wajah bahagia anak anak tadi, dapet sate satu kantong masing masing dari mereka." Ucap Putri bahagia bisa berbagi


" Saya juga sama Put, saya setuju sama jiwa sosial kamu Putri, jangan pernah enggak berbagi yah Put, karena berbagi sama seperti rasa syukur rezeki yang kita terima dan membuat kamu ingin berbagi. ingat yah berbagi karena Allah bukan karena pujian sesama manusia." Ucap Ilham, Ilham enggak ingin Putri jadi sombong berbagi karena mendapatkan pujian sesasama manusia.


" Insya Allah ka, lagian enggak bagus kan berbagi demi mendapatkan pujian sesasama manusia, Kaka tenang saja Putri enggak akan jadi manusia sombong dan pelit kok." Lanjut Putri, karena Putri sadar diri kehidupan sebelumnya.


Ilham ngangguk setuju, Ilham melihat pezenann nya sudah sampai mejanya, langsung ngajak Putri untuk menikmati sate Padang sekaligus bebek bakar yang dipesan online.

__ADS_1


__ADS_2