
Ilham membiarkan Putri yang memilih barang barang yang akan dijual, dari baju, sepatu, aksesoris dan sebagainya. Membuat Putri merasa bahagia sekali, bisa merasakan belanja sepuasnya walaupun buat jualan.
" Sepertinya sudah banyak ini, barang barang yang akan kita jual di Indonesia." Ucap Putri merasa capek karena keliling Keling mencari baju baju yang bagus untuk dijual
" Iyah nih, aksesorisnya juga sudah banyak sekali, oh yah nanti barang barang ini dibawanya bareng kita pulang?" Tanya Amanda menikmati minuman yang dibelinya.
" Iyah anak anak, nanti bodyguard yang gabung jadi dua atau tiga kardus, kita kembali ke rumah yah, rencanakan lowongan pekerjaan untuk karyawan toko." Ucap Ilham yang ikutan capek keliling sesuai barang pilihan Putri dan temen temennya
" Oh yah nama tokonya apa?" Tanya Putri karena Ilham belum kasih tahu sama sekali.
" Butik Putri saja, biar wanita banget gitu kesannya." Lanjut Ilham sama sekali tidak tahu mau pakai nama apa.
" Boleh juga, jadi tidak sabar mau lihat barang barang pilihan kita di pajang di toko barunya." Ucap Amanda ikut antusias
" Bagaimana kalo kita juga yang desain tokonya, supaya lebih keren kalo perempuan langsung yang bikin desainnya?" Tanya Dela yang ingin sekali membuat desain wallpaper untuk tokonya Putri
" Bagaimana daddy apa boleh?" Tanya Putri langsung melihat Ilham, mau bagaimana pun toko itu punya Ilham.
" Silahkan saja, kalian berkreasi saja, setiap bagian kalian yang desain, disana sudah dibuatkan stand khusus baju, aksesoris, jam, sepatu, dan sebagainya. supaya terlihat mewah dan keren supaya lebih enak dilihat. nanti kita akan butuhkan banyak karyawan dari masing masing stand nantinya." Lanjut Ilham yang sama sekali tidak mengerti soal barang barang perempuan.
" Oke deh om, dengan senang hati." Ucap Margaretha yang sudah punya rencana membuat desain wallpaper untuk di tokonya Putri.
Ilham ngajak Putri, Amanda, Vivi, Dela, dan Margaretha. kembali ke rumah sedangkan barang belanjaan dibawa sama bodyguard yang memang diajak sama Ilham untuk temani belanja.
__ADS_1
Dilain sisi, David bantuin Arini masak, David malas ikut belanja jualannya Ilham karena sangat melelahkan keliling toko demi mencari barang untuk dijual lagi.
" Pak Ilham, tidak telefon kita untuk susul mereka yah?" Tanya Arini merasa tidak enak
" Bagus dong Rin, dari pada capek keliling lebih baik disini, masak santai kan dan tidak terlalu capek lagi" Ucap David yang melihat Arini penampilan hari ini lebih seksi
" Astaga rasanya ingin sekali ngajak panjat pinang, bajunya seksi sekali." Batin David tidak bisa nahan nafsongnya saat melihat bajunya Arini.
" Biarin capek pak, namanya juga tanggung jawab buat temani Putri kemana pun Putri pergi, anda sih yang maksa saya tidak ikut. huh jadi kan merasa bersalah." Protes Arini kesal, bisa bisanya David melarang dirinya melakukan pekerjaannya.
" Sudah lah jangan protes, lebih baik kita lanjutin masaknya saja. Lanjut David kesal disalahkan, padahal dirinya mau modusin Arini.
Arini cuman kerucutkan bibirnya saking keselnya sama David, Arini melanjutkan masakannya walaupun kesel sama David
" Sejak kapan kamu disitu?" Tanya Ilham kaget saat Putri denger semua pengakuannya, saat ngobrol sama David
" Dari tadi daddy, maaf Putri tadinya mau diajarin pembukuan untuk di toko daddy, karena mau bagaimana pun Putri harus bisa membuat pembukuan juga." Ucap Putri nunduk tidak berani melihat wajahnya Ilham
" Jadi Putri dengar pembicaraan kita berdua?" Tanya David tidak menyangka rahasianya Ilham yang selama ini dijaga baik baik, terbongkar langsung ke Putri.
" Iyah om, Berarti bener daddy masih mencintai Putri?" Tanya Putri pelan, bener bener tidak menyangka orang yang dianggap tulus baik, ternyata ada maksud dari segala perhatian yang diberikan Ilham selama ini.
" Maaf kan daddy, tapi perasaan ini ada saat orang tua kandung Putri masih ada sampai sekarang perasaan daddy masih ada. om David mau membantu daddy untuk melupakan perasaan daddy ke Putri yang salah ini. maaf kan daddy" Lanjut Ilham berusaha memberikan pengertian ke Putri, walaupun berat tapi Ilham mau berusaha melupakan perasaan salahnya ke Putri.
__ADS_1
Putri tidak bisa berkata apa apa lagi, Putri lari sambil nangis meninggalkan Ilham dan David yang cuman bisa diam saja.
" Jangan dikejar, disini ada temen temennya Putri akan jadi masalah, biarkan Putri tenang dulu, bersikap lah sewajarnya sama Putri, ingat kamu harus bisa melupakan perasaan kamu ke Putri mau bagaimana pun kamu wali sah pengganti kedua orang tuanya Putri." Ucap David yang mengerti perasaan kecewanya Putri dan perasaan nya Ilham yang selama ini dipendam untuk Putri.
Dilain sisi, Putri bener bener tidak menyangka orang tua angkatnya, masih mencintainya dan berusaha untuk melupakannya walaupun berat, Arini masuk kedalam kamarnya Putri, melihat melihat Putri nangis langsung meluk Putri.
" Ka, daddy masih mencintai Putri ka, Putri tidak menyangka daddy rela capek capek buka toko cuman demi melupakan perasaannya ke Putri, dan om David mencoba mendekati daddy sama Tante Nunu ka." Ucap Putri lirih, tidak menyangka sama apa yang didengarnya.
" Yah bagus dong Putri, kalo daddy dipaksa untuk move dari Putri, terus kenapa Putri nangis?" Tanya Arini heeran, bukannya bahagia dan lega karena Ilham dipaksa untuk tidak mencintainya lagi.
" Sedih karena orang yang dianggap peduli dan baik sama Putri, cuman karena pengganti orang tua saja, tapi sikap dan perhatiannya karena dasar cinta ka. Putri rasanya kesel dibohongi sama Daddy ka." Lanjut Putri kesal, Putri langsung meluk Arini dan nangis semakin deras air matanya.
" Sabar yah Putri, Putri harus bersikap biasa saja, karena kamu dan Daddy tidak akan bisa bersatu nak, karena status pak Ilham sebagai wali sah pengganti orang tua kamu, yang akan menikahi kamu saat kamu menikah, jadi intinya Daddy tidak boleh memaksa kehendaknya untuk menikahi kamu, dan dukung juga niat Om David untuk Daddy bisa semakin dekat sama Tante Nunu." Penjelasan Arini, Arini mengerti betapa kecewanya Putri saat mendengar rahasianya Ilham selama ini.
" Iyah ka, ka Arini bener seharusnya Putri bersikap biasa saja, bener daddy pengganti orang tua Putri. yang harus dukung Daddy mendapatkan jodoh lain ka." Lanjut Putri setuju sama ucapannya Arini, Putri bertekad membantu David semakin mendekati Nunu dan Ilham supaya semakin Deket lagi.
Arini lega karena Putri tidak nangis lagi, Arini langsung kasih tissu untuk Putri supaya langsung hapus air matanya.
promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun.
__ADS_1