Om CEO suami ku

Om CEO suami ku
Putri sudah lulus sekolah, apa rencana kamu jadi?


__ADS_3

David masuk keruang kerjanya Ilham, dengan tumpukan berkas berkas yang siap di tanda tangan Ilham, Ilham yang melihat David jalan sambil cemberut cuman bisa terkekeh.


" Puas yah, seharian tidak kerja huh." Protes David kesel, David duduk didepan Ilham


" Puas sekali sih, cuman yah tetep saja cape juga David." Ucap Ilham sambil memeriksa berkas berkas yang dikasih David satu persatu


"Putri sudah lulus sekolah, apa rencana kamu jadi?" Tanya David ingat sama rencana Ilham ingin sekali meminang Putri


" Entah lah, apa lagi sekarang status saya ayah angkatnya Putri, kita lihat bagaimana nanti saja? saya tanya banyak orang dulu pantas atau tidak nya sih. sejujurnya saya masih mencintai Putri walaupun dia status anak angkat saya." Lanjut Ilham lemes karena status orang tua, membuat Ilham ragu sama perasaannya


" Apa sebaiknya di urungkan saja niat kamu Ham, kasihan Putri nantinya akan malu masa ayah angkat nikahin anak angkatnya sih." Lanjut David yang tidak tega membayangkan bagaimana perasaannya Putri


" Entahlah David, sekarang biar lah saya menjalani tugas tanggung jawab saya sebagai pengganti orang tuanya." Lanjut Ilham lesu, perasaan bertahun tahun dijaga harus sirna karena status orang tuanya.


Tanpa Ilham dan David sadari Putri mendengar semua obrolan Ilham dan David, membuat Putri nangis mendengar ucapan orang yang dianggap tulus anggapnya sebagai anak ternyata menyimpan perasaan bertahun tahun.


" Astaga, tidak menyangka selama ini Daddy, mencintai aku pantas perhatian dan baik ke aku. astaga" Batin Putri merasa sedih, orang yang selama ini di hargai dan dianggap baik ternyata punya niat lain. Putri buru buru kembali ke ruang kerjanya gabung sama temen temennya


Dilain sisi, Amanda ngajak Vivi, Dela, dan Margaretha. karaokean diruang kerjanya Putri, sedangkan Arini membawakan cemilan dan minuman untuk temen temennya Putri.


" Ka Arini, gabung yuk sama kita karaokean sama kita." Ucap Amanda langsung pegang tangannya Arini


" Suara ka Arini tidak bagus, kalian saja yang nyanyi dan joget joget." Ucap Arini sejujurnya malu diajak nyanyi sama temen temennya Putri


" Suara yang digabung akan jadi bagus ka, Putri juga suaranya jelek ka, yuk nyanyi bareng yah." Ucap Putri tiba tiba masuk kedalam ruang kerjanya


" Astaga kalian ini yah, Ya sudah deh hayo." Lanjut Arini tidak enak menolak ajakan Putri untuk karaokean bareng.

__ADS_1


Putri yang suasana hati tidak karuan berusaha menikmati karaokean bareng temen temennya, Dela tidak sengaja melihat wajahnya Putri yang sedih, berusaha membiarkan Putri menikmati karoekan bareng.


" Sudah malam pulang yuk, besok kan kita rencana mau ke Bali kan. Putri yakin tidak mau ikut kita ke Bali? walaupun tidak satu rumah tapi kan kita semua masih bisa jalan jalan bareng." Ucap Amanda bujuk Putri supaya mau ikut ke Bali


" Apa ke Bali saja yah, supaya kegalauan ini hilang." Batin Putri bingung antara liburan ke Solo atau Bali, apa lagi setelah mendengar kenyataan kalo Ilham selama ini mencintainya dan berniat ajak Putri nikah


" Yah sudah, nanti saya ajak Daddy ke Bali bareng kalian." Ucap Putri yakin liburan ke Bali.


" Kamu yakin Putri? tidak jadi liburan ke Solo?" Tanya Arini memastikan keputusan Putri


" Yakin ka, liburan sama mereka menyenangkan dan rame ka. sama ka Arini dan Daddy kan bisa kapan saja berangkatnya kan." Lanjut Putri bohong, Putri belum siap cerita sama apa yang didengar nya tadi.


" Yah sudah, kalo memang mau bareng temen temen, nanti bilang saja sama Daddy yah." Lanjut Arini langsung merapihkan meja setelah makan makan tadi.


Dilain sisi, untuk pertama kalinya Putri canggung ketemu sama Ilham, setelah temen temennya pulang Putri lebih banyak diam dari pada ngobrol sama Ilham. Putri bingung harus bersikap seperti apa didepan Ilham


" Maaf Daddy, Putri mau ke kamar dulu yah. tidak enak badan Putri." Ucap Putri bohong, sejujurnya bingung harus bagaimana bersikap saat ketemu sama Ilham


" Yah sudah istirahat saja, nanti ka Arini bawain teh manis hangat dan tolak miskin yah, buat Putri biar badan lebih enak." Lanjut Ilham berusaha santai tidak jadi main sama Putri


Putri langsung pergi begitu saja setelah Ilham suruh istirahat, Putri rasanya ingin marah saat tahu keinginan Ilham dibalik kebaikan dan perhatiannya selama ini. tapi kalo tidak ada Ilham kehidupan Putri tentu tidak akan seperti saat ini, hidup dengan kemewahan dan bisa bekerja dengan pekerjaan yang bagus pula.


*****************&&&&&&************&&&&&***


Putri sengaja minta Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha. datang ke rumah pagi pagi sekali sebelum berangkat liburan ke Bali, orang tuanya Manda, Dela, Vivi, dan Margaretha. naik pesawat yang sudah dipesan David, sedangkan anak anaknya naik jet pribadinya Ilham.


" Ham, tidak salah perginya sepagi ini?' Tanya David merasa heran karena Putri liburan berangkatnya jam lima subuh

__ADS_1


" Putri sih bilangnya, supaya sampai Bali biar lebih banyak waktu istirahat dan jalan jalan katanya." Ucap Ilham merasa ada yang aneh sama sikapnya Putri


" Oh seperti itu, yah sudah terserah deh, oh yah Arini mana?" tanya David yang dari tadi tidak melihat Arini


" Dilamarnya Putri lagi bantuin Putri siap siap" Lanjut Ilham ngecek lagi barang bawaannya.


Dilain sisi, Arini melihat matanya Putri bengkak, Arini mengambil obat tetes mata untuk Putri.


" Kenapa nangis Putri?" Tanya Arini bingung dan penasaran


" Siapa yang nangis ka Arini, Putri baik baik saja kok." Ucap Putri suaranya serak karena sepanjang malam Putri nangis, karena bingung harus seperti apa menghadapi Ilham.


" Jangan bohong sama ka Arini, apa yang membuat Putri sedih?" Tanya Arini langsung merangkul bahunya Putri


" Putri lagi rindu keluarga saja ka, tadi habis solat dan ngaji doain mamak, bapak, dan adikku eh sampai nangis deh." Lanjut Putri bohong supaya Arini tidak curiga sama sekali


" Ikhlas yah Putri, jangan larut dalam kesedihan yah, kehidupan Putri masih panjang. walaupun hidup tanpa keluarga Putri, tapi kan ada pak Ilham ayah angkat Putri yang peduli dan baik sama Putri, ada temen temen Putri yang selalu ada disampingnya Putri, dan ada ka Arini. jadi jangan sedih terus menerus, hidup Putri tidak sendirian kok." Lanjut Arini mengerti perasaan Putri yang harus menjalani kehidupan seorang diri tanpa keluarga kandungnya.


" Andaikan ka Arini tahu, pasti tidak akan memberikan nasehat seperti itu saja." Batin Putri sedih


" Iyah ka" Lanjut Putri, langsung periksa barang bawaannya. Arini dan Putri langsung jalan keluar dari kamar dan jalan ke ruang tamu.


promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun



__ADS_1


__ADS_2