
Putri mengikuti semua anjuran terapi yang diberikan dokter, Putri melihat Ilham dan Arini ngobrol pelan pelan jalan kearah Ilham. jalan pakai tongkat tidak lah mudah untuk Putri, demi menghilangkan rasa penasarannya memaksakan diri untuk mendengar kan obrolan Ilham dan Arini.
" Bagaimana Putri selama di apartemen? saya kwartir selama Putri amnesia dia semakin jauh ketinggalan pelajarannya?" Ucap Ilham menatap keluar jendela
" Menurut saya, Putri di operasi secepatnya saja pak, selain ketinggalan pelajaran sekolah kasihan juga Putri selalu menganggap keluarganya masih ada pak." Ucap Arini pelan kwartir Putri mendengar obrolannya
" Saya amnesia, pantas saya merasa aneh. saya setuju di Operasi secepatnya supaya saya tidak merasa dibohongi terus menerus sama pak Ilham maupun sama yang lain." Ucap Putri tiba tiba dari belakangnya Ilham
" Putri, sejak kapan dibelakang?" Tanya Ilham kaget, Ilham dan Arini langsung melihat kebelakang
" Barusan, Putri mendengar kalo saya amnesia, apa maksudnya ka Arini dengan, kasihan juga Putri selalu menganggap keluarganya masih ada pak? apa keluarga saya sebenarnya sudah meninggal dunia?" Tanya Putri mendadak kepalanya sakit sekali saat mengulang ucapan Arini
" Au, kepala saya Sakit sekali." Teriak Putri sambil pegang kepalanya, Putri yang kehilangan keseimbangan mendadak jatoh ke lantai dan pingsan membuat Arini dan Ilham panik.
" Putri, bangun sayang, Arini panggilkan dokter sekarang." Teriak Ilham panik, Ilham langsung gendong Putri dan pelan pelan bawa Putri ke tempat tidur
" Baik pak" Ucap Arini panik langsung keluar dari kamar, dan memanggil dokter.
Sepuluh menit kemudian, dokter datang dan langsung memeriksa kondisinya Putri, Ilham memaksa untuk menunggu Putri sampai selesai diperiksa dokter.
" Keadaan anak saya bagaimana dok?" Tanya Ilham kwartir karena Putri sampai jatoh dan pingsan
" Sudah lebih baik, cuman efek kaget saja pak Ilham, tawaran operasi dari saya bagaimana pak Ilham?" Tanya dokter yang baru selesai periksa Putri
" Lakukan secepatnya saja dokter, saya tidak rela kalo Putri merasa sakit terus menerus dook" Lanjut Ilham melihat Putri yang masih memejamkan matanya.
" Baik kalo begitu pak, kita tunggu Putri sadar dan beberapa hari setelah pingsan kita baru operasi kepalanya pak setelah melakukan CT scan" Penjelasan dokter sambil melihat Putri
" Lakukan apapun dokter, selama itu membuat Putri semakin membaik kondisinya saya tidak tega melihat Putri sakit terus menerus dok" Lanjut Ilham, baru pertama kali ngurus anak sakit
Dilain sisi, Amanda, Vivi, Margaretha, dan Dela. menyesalkan proyek per timnya di rumahnya Ilham. Vivi yang seharusnya satu tim sama Putri harus berjuang sendirian menyelesaikan proyek sampai akhir.
__ADS_1
" Kamu hebat Vi, bisa menyelesaikan proyek ini sendirian, bagian Putri baru sedikit yang dikerjakan." Puji Dela bangga melihat hasil kerjanya Vivi
" Alhamdulillah Del, saya juga tidak ingin mengecewaian om Ilham mau bagaimana pun kan, om Ilham atasan kita selama kerja." Ucap Vivi yang bangga Mega proyek yang diberikan Ilham bisa selesai tepat waktu, dengan mengerjakan sendirian.
" Bener, apa lagi sebagai karyawan harus mampu bekerja tim maupun sendiri seperti sekarang. berarti bonusnya dibagi dua atau buat kamu saja?" Tanya Amanda penasaran
" Dibagi dua juga tidak masalah, Putri tidak membantu kan karena sakit jadi dimaklumi saja. justru kalo saya egois Putri pasti sedih sekali dia karena merasa merepotkan saya." Lanjut Vivi merasa tidak tega
" Iyah sih, tapi kita mengerjakan bertiga saja belum selesai juga, kamu hebat Vi bisa menyelesaikan lebih cepat" Puji Margaretha mengakui kecerdasan Vivi
" Alhamdulillah temen temen, saya juga baru belajar kok, oh yah ke rumah sakit yuk nengok kondisinya Putri." Lanjut Amanda langsung merapihkan meja kerja
" Iyah nih, di rumah sakit lama sekali yah, jadi kwatir juga sama kondisinya Putri apa lagi om Ilham dan om David tidak cerita apapun tentang kondisinya Putri sekarang lagi apa." Lanjut Dela yang ikutan merapihkan meja kerja.
Dilain sisi, Putri perlahan membuka matanya, melihat sekelilingnya dan melihat Arini disampingnya Putri langsung senyum melihat Arini.
" Ka Arini" Ucap Putri lirih, Putri pegang kepalanya yang masih terasa sakit
" Sedikit ka, kenapa Putri bisa ada di rumah sakit ka Arini? Daddy mana?" Tanya Putri yang sudah kembali ingat dengan Ilham yang sekarang ayah angkatnya
" Daddy? kamu sudah sembuh Putri? sebentar yah ka Arini panggilkan Daddy dan dokter supaya kesini yah?" Tanya Arini bahagia, Arini langsung telefon Ilham dan minta dokter masuk kamar perawatannya Putri
" Putri?" Panggil Ilham, tiba tiba masuk kedalam kamar perawatannya Putri bareng dokter
" Daddy, kenapa Putri bisa ada di rumah sakit?" Tanya Putri merasa heran karena perasaan tadi Putri lagi di villa
" Sebelum Daddy kamu menjawab pertanyaan Putri, selama pingsan Putri mimpi apa?" Tanya dokter, ini sebuah keajaiban Putri langsung sembuh setelah jatuh dan pingsan tadi
" Putri mimpi ketemu bapak, emak, dan Ade Putri dok, Bapak bilang Putri disuruh nuruut sama ka Ilham yang sekarang jadi ayah angkat Putri." Lanjut Putri sedih merasa rindu sekali sama orang tua dan adiknya
" Subhanallah Sayang, apa mungkin dok, Putri sembuh total karena mimpi?, tolong lakukan CT scan lagi dok untuk memastikan kondisinya Putri?" Tanya Ilham langsung meluk Putri haru
__ADS_1
" Bisa jadi kebetulan pak Ilham, tapi Alhamdulillah langsung sembuh seperti ini pak. baik kita akan melakukan CT scan untuk Putri yah dua jam lagi, sama periksa kondisi kakinya Putri tadi kan cuman periksa kepala saja karena jatuh kan." Ucap dokter bersyukur karena Putri lebih cepat sembuh
Putri pelan pelan dibantu untuk duduk di kursi roda, dan dibantu didorongi kursi ke laboratorium untuk melakukan CT scan
Dilain sisi, Amanda dan Dela satu motor ke rumah sakit tanpa sengaja ketemu Bagas di pinggir jalan, Awalnya Dela tolak harus ngobrol sama Bagas begitu saja.
" Mobil orang tua saya, tiba tiba mogok Del" Ucap Bagas sambil nunjuk mobil yang ada didepannya Bagas
" Astaga, terus sudah hubungi orang bengkel?" Tanya Dela berusaha prihatin
" Sudah Del, masih dijalan, oh yah kalian mau kemana?" Tanya Bagas basa basi
" Mau jalan jalan nih, yah sudah kita duluan yah." Ucap Amanda bohong, Amanda langsung menyalakan motornya dan perlahan meninggalkan Bagas begitu saja
" Kita duluan yah Bagas" Ucap Vivi senyum ramah melihat Bagas
Bagas melihat temen temennya pergi begitu saja, meninggalkannya di pinggir jalan, Bagas langsung jalan ke mobil dan masuk kedalam mobil.
Dilain sisi, Arini menceritakan beberapa hari ini Putri mengalami amnesia, untungnya Ilham mencari cara Putri tetep belajar dan merencanakan operasi.
" Astaga, Putri pasti merepotkan Daddy yah selama sakit ka?" Tanya Putri merasa tidak enak karena sakit terlalu merepotkan Ilham
" Tidak terlalu merepotkan kok Putri, kamu anaknya penurut dan diem saja. jadi pak Ilham, pak David dan saya. tidak kesulitan menjaga kamu semaksimal mungkin, yang terpenting kan sekarang sudah sembuh sakitnya." Lanjut Arini lega dan bersyukur
" Iyah ka, Alhamdulillah sudah sembuh, saya tidak membayangkan bagaimana perasaan saya selama sakit, mengharapkan yang mustahil bisa muncul kembali walaupun sejujurnya saya mengharapkan keluarga saya datang kesini untuk menjenguk saya ka." Lanjut Putri langsung meluk Arini, air mata Putri sudah tidak bisa dibendung lagi, air mata kerinduan sama keluarganya yang selama ini Putri tahan.
promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun
__ADS_1