Om CEO suami ku

Om CEO suami ku
Pasti bisa kok asal fokus


__ADS_3

Arini menyiap kan bekel untuk Putri dan temen temennya, Arini menyiapkan kotak p3K lengkap dan uang saku untuk Putri dan temen temennya, Ilham memberikan uang saku yang sama untuk Putri, Dela, Vivi, Margaretha, dan Amanda. Putri memeriksa barang bawaan sebelum berangkat ke Bandung, Putri bahagia sekali ada acara sekolah dan nginep lagi, Ilham melarang Putri membawa ATM dan handphone nya membuat Putri nurut sama perintah Ilham.


" Huh, om Ilham enggak seru, masa Putri di larang bawa ATM dan handphone sih cuman uang tunai saja. mana cukup." Protes Amanda kesel, Amanda ingin sekali jalan jalan ngajak Putri ke keliling kota Bandung


" Heh, mana boleh sih Man, acara sekolah yah ikutin kegiatan dari guru lah, mana boleh bawa begitu sih, kita enggak akan bebas belanja juga dan kebanyakan kegiatan di dekat Villa." Protes Vivi kesel


" Sudah bagus om Ilham kasih uang saku buat kamu, masih merasa kurang saja huh. bersyukur seharusnya jadi orang, cuman temen saja banyak mau nya kamu. sana minta sama ayah dan bunda kamu, kita lihat banyakan mana dikasih sama om Ilham atau orang tua kamu." Sindir Margaretha kesel


" Halah, kalian juga sama saja enggak akan sama sama banyak juga, sudahlah dasar penggangu." Protes Amanda kesel


" Kalian mau ribut atau mau ke sekolah?" Tanya Putri merasa pusing lihat temen temennya setiap hari ribut terus


" Ke sekolah dong" Ucap Dela, Dela langsung gandeng tangannya Putri, Dela bener bener enggak memberikan cela sedikit pun untuk Amanda Deket lagi sama Putri


Putri, Dela, Vivi, Margaretha, dan Amanda. naik mobil dan perlahan mobil jalan menuju sekolahnya Putri dengan kecepatan sedang. enggak membutuhkan waktu lama sampai di sekolah, Putri, Dela, Vivi, Amanda, dan Margaretha. turun dari mobil dan jalan ke kelasnya.


" Apa semua bawaan kalian lengkap?" Tanya Wali kelas


" Lengkap Bu guru" Ucap temen temennya Putri serempak


" Bagus, yah sudah naik bus yah, kita akan jalan." Lanjut Wali murid


Putri dan temen temennya naik kedalam bus satu persatu, awalnya Amanda ingin duduk disebelahnya Putri, langsung di sela sama Vivi, Vivi ingin melanjutkan membahas desain rumah yang tertunda.


" Kasihan deh Amanda" Sindir Margaretha senyum sinis ke arah Amanda


" Kalian bener bener jahat jadi orang" Protes Amanda kesel


" Duduk sama kita juga sama saja, kita kan tetangga jadi terbiasa kan duduk bareng di kampung juga.jangan ganggu Putri." Tegas Dela melihat Amanda

__ADS_1


" Dasar" Protes Amanda dengan terpaksa, Amanda terpaksa duduk bertiga bareng Margaretha dan Dela


Dilain sisi, Vivi melihat Putri membuat detail bagian ruang tamu dalam rumah, Vivi mencoba untuk membuatnya dengan teliti, Putri yang melihat Vivi senyum bangga karena temennya semakin bisa mengikuti Putri


" Semangat Vi, sedikit lagi hasilnya bagus, pasti bisa sebagus ini. kalo semua isi rumah sudah selesai, kita bikin yang sempurna baru kasih ke om Ilham lewat email." Ucap Putri antusias


" Iyah Put, Alhamdulillah saya bener bener ingin sekali bisa bikin Put, bayangan motor selalu saya bayangkan membuat saya ingin segera bisa." ucap Vivi antusias


" Pasti bisa kok asal fokus dan mau terus berusaha." Lanjut Putri bahagia


" Perhatian anak-anak" Ucap Wali kelas


" Ibu harapkan selama tiga hari dua malam di sana, kalian kompak, saling melindungi, dan jangan bikin kenakalan apapun yah, karena kalo ada yang susah dibilangin enggak akan diajak lagi acara sekolah seperti ini." Tegas wali kelas


" Beres Bu" Ucap salah satu temannya Putri


" Di sana kalo ada yang alergi makanan atau merasa sakit bilang saja, ibu akan memberikan obat untuk kalian, keterbukaan itu lebih penting dari pada nyiksa diri sendiri." Tegas wali murid


" Memangnya disana ada oven Bu?" Tanya Amanda meremehkan


" Villa yang kita sewa nanti, alat dapur lengkap semua termasuk oven. jadi yang mau belajar bikin kue bisa sekali." Lanjut Wali kelas dengan santai


" Asik, enakan bikin sendiri dari pada beli, lebih banyak dan lebih puas" Ucap Putri bahagia, Putri jadi rindu almarhumah ibu nya yang rajin bikin kue


" Yang mau berternak disana juga ada hewan ternak, seperti kuda, ayam, dan kambing." Lanjut Wali murid


Ilham sengaja mengajak Putri dan temen temennya liburan milik villa keluarganya, beruntungnya Putri enggak tahu soal Villa ini membuat Ilham minta kepala sekolah bawa Putri dan temen temennya liburan disana, dan disana Temen temennya Putri bisa berternak, berkebun, dan membuat kue. keinginannya Ilham disetujui sama kepala sekolah.


Dilain sisi, Ilham merencanakan lebih lama lagi kunjungan kerjanya, mau lihat keseriusan Putri, Dela, Margaretha, dan Vivi. membuat Desain rumah walaupun membutuhkan waktu lama, tapi Ilham enggak mempermasalahkannya.

__ADS_1


" Bearti sebulan lebih tujuh hari kita disini?" Tanya David melihat Ilham


" Kamu bilang kita kembali ke Jakarta diam diam, membiarkan Putri dan temen temennya menyelesaikan desainnya?" Tanya Ilham kesel


" oh yah lupa saya, yah sudah hayo pulang. kita naik jet pribadi yah, nanti saya suruh ART saya merapihkan rumah saya jadi kita tinggal di rumah saya saja.?" Tanya David, David akhirnya setuju Ilham tinggal di rumahnya


" Yah sudah hayo siap siap pulang, perusahaan juga enggak bisa ditinggal terlalu lama." Lanjut Ilham, Ilham merapihkan berkas berkasnya.


Ilham dan David siap siap untuk pulang ke Jakarta, Ilham meriksa lagi barang bawaannya sebelum kembali ke Jakarta.


Dilain sisi, Putri nyicil membuat desain dapur, Putri membayangkan dapur impiannya. Vivi yang melihat Putri gambar langsung buka kertas yang sama dan melanjutkan melanjutkan gambarnya.


" kalian enggak istirahat?" Tanya Wali kelas, wali kelas melihat kebanyakan muridnya tidur didalam bus sedangkan Vivi dan Putri gambar.


" Enggak Bu, kita mau melanjutkan proyek kita Bu." Ucap Vivi bangga


" Proyek apa Vi?" Tanya Wali kelas penasaran


" Bikin desain rumah Bu, kalo sudah jadi kita kasih om Ilham Bu, om nya Putri kalo bagus dan layak baru kita dikasih bonus Bu." Lanjut Vivi bangga


" Wah hebat, masih sekolah mau membuat desain rumah, keren sekali kalian, boleh ini lihat?" Tanya dan puji wali kelas


" Bukan kita saja Bu, ada Margaretha dan Dela juga bikin Bu. nih Bu" Ucap Putri bangga, buatan Putri hampir sempurna.


" Luar biasa kalian, kalian enggak di paksa kan sama pak Ilham?"Tanya Wali kelas


" Justru saya yang mau sendiri Bu, soalnya saya enggak ingin selamanya biaya hidup di tanggung sama om Ilham Bu. biar om Ilham jadi wali tapi enggak sepenuhnya membiayai hidup saya Bu. karena enggak tega terlalu menyusahkan orang lain Bu." Lanjut Putri lirih


" Subhanallah Putri, walaupun masih kecil tapi pola pikir kamu dewasa dan bijak, ibu setuju Putri, sebaik apapun orang lain tapi tetep saja jangan sepenuhnya menggantung kan hidup kita sama orang lain." Lanjut Wali kelas haru, haru muridnya bisa memikirkan masa depan lebih baik dan enggak mau menyusahkan wali pengganti orang tuanya.

__ADS_1


" Terimakasih Bu pujiannya." Lanjut Putri, Putri meluk Wali kelasnya haru


__ADS_2