
Arini melihat Putri melamun di dalam kamarnya langsung menghampiri Putri, Arini faham sekali bagaimana perasaannya Putri sakit seperti sekarang ini.
" Sabar yah Putri, ka Arini yakin kok Putri pasti bisa sembuh." Ucap Arini tidak tega melihat Putri sedih terus menerus dalam diamnya, tidak melawan sama sekali
" Iyah ka, tapi sakit seperti ini justru saya ngerasa ada yang aneh ka tapi saya tidak tahu aneh dalam hal apa ka." Ucap Putri lirih, tidak mampu menyembunyikan air matanya
" Apa nya yang aneh Putri? sudah jangan berfikir apapun yah, lebih baik sekarang belajar jalan yah, ingat kata dokter terapi dirumah penting kan, mempercepat kesembuhan kaki Putri." Lanjut Arini langsung meluk Putri yang duduk di kursi roda
" Entah lah ka, Putri rindu keluarga Putri ka, ingin sekali susul mereka ke Bali atau setidaknya telefon mereka ka." Lanjut Putri melepaskan pelukannya
" Orang tua Putri yah, pak Ilham saja lagi sibuk Putri, sulit untuk dihubungi, oh yah katanya temen temen Putri mau nginep disini yah." Lanjut Arini mengalihkan pembicaraan
" Iyah ka, Seneng sih ada mereka, jadi tidak merasa sendirian disini ka." Lanjut Putri nunduk, Putri merasa Arini berusaha mengalihkan pembicaraan terus menerus
Dilain sisi, Ilham minta tolong temen temennya Putri untuk ajak Putri jalan jalan, dan terapi jalan. tidak memaksa Putri untuk sembuh.
" Om tenang saja, kita akan bantu Putri untuk mau terapi jalan, dan terus minum obat. oh yah apa Putri tidak di operasi saja om?" Tanya Vivi yang ingin Putri lebih cepat sembuh
" Kata dokter sih, coba dalam dua atau tiga bulan Putri konsumsi obat dulu, untuk kaki dan amnesia nya. kalo kondisinya masih seperti ini yah terpaksa harus di operasi deh." Ucap Ilham terus terang dengan kondisinya Putri
" Oh seperti itu om, yah sudah kita ikutin saja apa kata dokter om, terus pekerjaan kita bagaimana selama tidak ada Putri om?" Tanya Margaretha penasaran akan nasip pekerjaannya
__ADS_1
" Tetep berjalan seperti biasa kok, selama kalian tepat waktu menyelesaikan pekerjaan yah semakin banyak proyek yang kalian terima yah semakin banyak bonus yang kalian terima anak anak." Lanjut Ilham memaklumi kekewatiran Amanda, Dela, Vivi, dan Margaretha.
" Alhamdulillah om, kita akan semaksimal mungkin bekerja tanpa ada kordinator kita." Ucap Vivi lega, tanpa Putri timnya tetep bisa bekerja seperti biasa
Dilain sisi, Putri mendengar kan penjelasan kepala sekolah, selama Putri sakit belajarnya di apartemen, yang sebenarnya cuman solusi yang diberikan supaya Putri tidak merasa bingung dengan keadaannya sendiri.
" Sabtu dan Minggu belajar pak, kenapa tidak hari biasa saja pak guru? Putri masih sehat kok tangannya untuk bisa nulis walaupun tidak bisa jalan pak?" Tanya Putri mulai berfikiran negatif, merasa ada yang disembunyikan
" Kita sudah memutuskan Putri belajar di apartemen saja, Sabtu dan Minggu, guru guru akan kesini sesuai pelajaran yang Putri butuhkan, jadi santai saja Putri, selama Putri sakit belajarnya di apartemen tapi kalo dokter menyatakan Putri sepenuhnya sudah sembuh dan siap belajar di sekolah baru saya ijin kan kembali ke sekolah." Tegas kepala sekolah, yang tidak mau membuat Putri semakin bingung
" Yah sudah pak guru, terserah bapak saja, saya ikutin saja yang penting Putri tetep belajar pak." Lanjut Putri pasrah dan nahan air matanya supaya tidak keluar begitu saja.
" Yah sudah, Arini tolong antar Putri ke kamar yah, dan temani Putri yah." Ucap David yang melihat Arini
" Kasihan sebenarnya Putri, pasti merasa diasingkan dengan belajar seperti itu, tapi mau bagaimana lagi kan." Ucap Wali kelas nya Putri merasa tidak tega melihat wajah sedihnya Putri
" Kita harus bisa menjaga emosinya Putri, jangan sampai banyak berfikir, kita tidak mau Putri kenapa kenapa selama amnesia" Ucap guru matematika, guru yang paling disayang Putri karena Putri merasa lebih mudah memahami pelajaran karena cara yang santai dan mudah dimengerti
" Berarti bapak dan ibu belajarnya dari jam delapan pagi sampai jam dua siang?" Tanya David memastikan jadwal belajarnya Putri
" Iyah pak, selama Putri sakit belajar yang diingat sama Putri saja, tapi diusahakan temen temennya Putri juga bahas pelajaran yang Putri ketinggalan juga. jangan diporsir supaya Putri tidak terlalu cape dan tetep rileks selama belajar." Tegas kepala sekolah, walaupun Putri dikasih dispensasi tapi Putri tetep harus kejar ketinggalan materi yang sekarang berjalan
__ADS_1
" Kita usahakan Pak, dan dokter kita siagakan disini pak, memantau kondisinya Putri kalo Putri memaksa mengingat pelajaran atau lainnya." Lanjut David yang berencana dokter yang menangani Putri di ganti jadi dokter perempuan, supaya bisa lebih lama di apartemen
" Yah atur saja pak, bagaimana baiknya untuk Putri, tapi yang jelas kewajiban Putri jangan ditinggalkan pak, karena kasihan saat ujian Putri jadi kesulitan menjawab soal soal yang diberikan pak." Lanjut Kepala sekolah, tidak ingin murid yang berprestasi nilainya menurun karena kondisi kesehatan.
Dilain sisi, Amanda, Vivi, Dela, dan Margaretha. merasa ada yang beda didalam kelas, Putri yang selalu memberikan keceriaan didalam kelas dan sekarang kelas terasa sepi selama Putri sakit.
" Kok pada melamun seperti ini sih?' Tanya Vivi yang melihat Amanda, Dela, dan Margaretha. cuman diam tanpa melakukan apapun
" Bosan dan kangen sama Putri tahu Vi, biasanya Putri yang bikin kita semangat apa lagi di jam istirahat seperti ini. mau ajarin kita ngerjain tugas sekolah atau mau bahas lagi pelajaran yang tadi kita pelajari." Ucap Dela sedih seolah olah semangatnya hilang tanpa kehadirannya Putri
" Ya dong, temen baik saya kan pinter, pasti dirindukan tidak seperti temen deketnya kamu Del, tidak ada pintar pintarnya jadi tidak akan dirindukan sama siapapun." Ledek Amanda dengan senyum sinisnya melihat Vivi dan Margaretha bergantian
" Heh! sombong sekali kamu Man, nilai kamu dan saya juga masih bagusan saya dan dipekerjaan juga. proyek yang dikasih om Ilham juga cepetan saya selesainya, jadi tidak usah ledek orang lain kalo dirinya sendiri tidak diatas orang yang diledeknya. jadi sadar diri Man." Ledek Vivi geleng geleng kepalanya mendengar ucapan Amanda
" Memangnya enak dijawab seperti itu sama Vivi, makannya jadi orang jangan sombong biasa saja kali, Putri memang pintar tapi bukan berarti disombong kan. sudah diam saja Man, dari pada ribut tidak penting" Ledek Dela malas sekali berantem berantem tidak penting sama Amanda
Amanda yang mendapat teguran dari Dela langsung memainkan handphone nya, sedangkan Vivi dan Margaretha cuman geleng geleng kepalanya karena heran sama Amanda apapun di sombong kan.
promosi karya, yuk jangan lupa pada mampir guys sambil nunggu new episode. Dan jangan lupa tinggalin jejak like, komentar, vote, dan hadiahnya guys. hatur nuhun
__ADS_1